--- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > LD: Dengan mengatakan "mata melapor pada otak, akal menilai" kan > berarti akal yang berangkat dari mata kan bukannya mata berangkat > dari akal, ya mbah ya? gitu aja kok. > > Mbah, kalau pengalaman spiritual tidak dapat diterangkan..kan > bukannya akal yang terbatas. Hanya kemampuan berbahasa kita yang > terbatas ato kata-katanya terbatas. Tidak mampu mengungkapkan. Ada > sebuah hadist Qudsi (HR AlTarmidzi)yang mengumpamakan kebesaran akal> melebihi Arsy' dan tidak dapat dihinggakan dengan ilmu pengetahuan. > > > DH: Jelas mBak Lina yang baik, jelas. > > Memang demikian. Mata sekedar melaporkan pada akal, akal mengolah dan menggunakan memory untuk memutuskan, apa yang dilihat. Akal ini, dalam memahami apa yang dilihat SANGAT terbatas. Konon warna yang sama, tidak selalu exactly diterima sama oleh tiap manusia. Juga demikian dengan indra pendengaran. Telinga melaporkan pada akal, apa yang ditangkap oleh membrane, melalui getaran yang diubah menjadi gelombang listrik. Seringkali apa yang telah tercium seekor ajag, macan kumbang atau anjing, belum kita tangkap dengan indra kita. Demikian juga suara. nah, apa yang belum dilaporkan oleh indra, tak terproses oleh akal. bayangkan, mBak.
LD: Iya, mbah..makanya saya bingung waktu mbah bilang mata berangkat dari akal...:-) ------------------------------------------------------------ > Akal memutuskan. Tetapi, tak semua akal mampu mencernakan apa yang didengar. Ini terutama pada nada nada tertentu. Teman saya orang Austria, yang sangat talented dalam musik klassik, telah mendengar kesumbangan sebuah alat gamelan di Kedutaan kita, langsung mencatat ada kesumbangan nada. Saya belum menangkapnya samasekali, juga teman teman penabuh gamelan. LD: Iya mbah, kalo mbah belum menangkap samasekali, itu karena adanya keterbatasan pada pendengaran ----------------------------------------------------------------- > Akal juga tak selalu mampu mencernakan hal hal yang terjadi dalam alam bawah sadar. memory kita yang merupakan bagian dari akal adalah yang paling lemah. Akal dari manusia yang hidup dalam lingkungan budaya berbeda akan memutuskan hal yang berbeda. Bagi satu manusia dari lingkungan budaya A, sesuatu adalah sopan dan hormat, bagi manusia dari lingkungan budaya B, sudah dianggap tak baik. LD: Masalahnya Keilahian bukanlah masalah alam bawah sadar, ini hanya sebuah konsep yang bisa dinalar oleh akal.Budaya memang berbeda, itulah perlunya SATU kitab suci yang diharapkan bisa menyatukan konsep keilahian. Kalau perbedaan budaya dijadikan alasan, kenapa tidak diturunkan agama2/kitab2 suci yang sesuai budaya manusia saja? ----------------------------------------------------------------- > Akal sangat dibatasi oleh banyak parameter. > > Saya pernah ber-cakap cakap dengan seorang petani di Jawa Barat. Dia katakan, bahwa langit adalah sudah bagian dari alam Allah. Jadi, adalah dusta, kalau ada orang sampai kebulan. Ini menghina Allah. Patut dibabat. > > Nah, apakah akal bapak petani ini berantakan? Tidak bukan? Namun terbatas pada alam pemikirannya, yang ditentukan oleh parameter parameter (pengetahuan, pendidikan, budaya, kecerdasan, tingkat informasi,dll). LD: Bagaimana mungkin akal yang besar melebihi 'Arasy dan tak dapat dihinggakan oleh ilmu pengetahuan (yang telah mbah katakan diatas 'jelas') menjadi kembali blur dengan mengatakan akal dibatasi banyak parameter (pengetahuan?)? Bapak petani tersebut pengetahuannya, tingkat informasi sangat terbatas sehingga akalnya hanya menerima dari hal2 yg terbatas pula. Itu suatu hal yg logis; memang bukan berantakan. ------------------------------------------------------------- > > Karena itu, membandingkan upaya akal dalam memahami keIlahian adalah redundant. Keilahian tak tercernakan dengan ilmu pengetahuan. Falsafah memang sekedar membantu kita dalam proses berfikir yang terdisiplin, tidak morat marit, sesuai dengan hukum logika. Walau logis semata, belum dapat meraih apa apa. Pangeran Sidharta mengajar untuk mencapai tingkat "ketiadaan aku" (anatta), padahal sang aku yang menjadi subyek dalam berfikir dan memahami serta merasakan. > LD: Mungkin memang keilahian tidak tercernakan oleh ilmu pengetahuan, tapi tercernakan oleh akal. Mengapa kita percaya Tuhan itu ada kalau akal kita tidak bisa mencerna keberadaanNya? Bukankah kata mang Ucup adalah gebleg bagi orang yang percaya tapi tidak pake akal? > > salam > > danardono wassalam, > > > > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > --- In [email protected], Danardono HADINOTO > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > > > > > > LD: kok mata berangkat dari akal? Kok keabsolutan manusia? waduh! > > Kemampuan memahami bisa diupgrade. Masalahnya mau gak? > > Selebihnya lihat aja ulasan di email terdahulu. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hugmhnk/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123156881/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

