Maaf, saya tidak suka disarikan atau dirangkumkan nanti bisa salah persepsi
karena diambil sepotong-potong .... biarkan orang membaca seperti apa
adanya.

Sumber data yang saya dapat dari milist rantaunet, itu cuma sebagian.


Terima kasih

Sudah jelaskan ....


On 10/1/07, Mudy Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Saya sarikan agar lebih ringkas dari info mbak auliah:
> 1808: Paderi membantai keluarga Kerajaan Islam Minangkabau
> Pagarruyung pada perundingan damai.
> 1808: Atas prestasi menghancurkan Kerjaan Islam Minangkabau, Imam
> Bonjol diangkat jadi komandan Benteng Bonjol.
> 1815: Imam Bonjol memimpin invasi ke Tanah Batak.
> 1820: Atas prestasi invasi ke Tanah Batak, Imam Bonjol diangkat
> menjadi pimpinan seluruh Paderi menggantikan Tuanku Nan Renceh.
> 1821: Karena terpaksa oleh gerakan Paderi, sisa keluarga kerajaan
> menandatangani plakat penyerahan Kerajaan Minangkabau Pagarruyung
> kepada Belanda.
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "auliah
> azza" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 1808
> > Setelah melalui perjuangan yang panjang, pada tahun 1808 dilakukan
> > perundingan antara Pasukan Paderi dengan Raja Pagarruyung di Koto
> > Tangah. Raja Sultan Arifin Muning Alam Syah datang bersama staf
> > kerajaan dan sanak keluarga, sedangkan dari Pasukan Paderi hadir
> > Tuanku Lintau lengkap bersama seluruh pasukannya. Karena terjadi
> > perselisihan paham antara Tuanku Belo dan staf kerajaan, akhirnya
> > terjadi pertikaian yang mengakibatkan rombongan raja terbunuh.
> Sebuah
> > versi menyebutkan raja berhasil melarikan diri. Beberapa penghulu
> dan
> > cucu raja berhasil menyelamatkan diri sampai ke Sijunjung dan
> Kuantan
> > – Lubuk Jambi. Akibat peristiwa ini Tuanku nan Renceh sangat marah
> > kepada Tuanku Lintau; begitupun seluruh Luhak Tanah Datar berhasil
> > dikuasai oleh Pasukan Paderi.
> >
> > Beberapa waktu setelah itu Tuanku nan Renceh memerintahkan
> muridnya,
> > Peto Syarif atau Muhammad Syahab atau kemudian dikenal dengan
> sebutan
> > Tuanku Imam Bonjol untuk membuat benteng di Bukit Tajadi sekitar
> > Alahan Panjang. Benteng dibangun pada areal seluas 90 hektar, dengan
> > tembok setinggi 4 meter dan tebal 3 meter. Lokasi Alahan Panjang ini
> > yaitu di hulu sungai Alai Panjang, sebuah tempat antara Kota Lubuk
> > Sikaping dan negeri Bonjol, dan pada saat ini berada di tepi jalan
> > lintas Sumatera.
> >
> > 1815
> > Peperangan Paderi di Minangkabau telah menelan korban yang cukup
> > besar. Pasukan Paderi telah menguasai Pasaman, selanjutnya Pasukan
> > Paderi mengarahkan perjuangannya ke Tapanuli Selatan. Tuanku Imam
> > Bonjol menunjuk Tuanku Rao untuk memimpin benteng di Rao, sedangkan
> > Tuanku Tambusai memimpin benteng di Dalu-dalu.
> > 1820
> > Tuanku nan Renceh meninggal dunia, selanjutnya kepemimpinan
> Pasukan
> > Paderi diserahkan secara mufakat kepada Tuanku Imam Bonjol.
> > Belanda mulai menyebarkan pengaruh di Minangkabau.
>
> 1821
> > Peperangan bermula dari pertemuan 14 orang Penghulu yang
> > mengatasnamakan Yang Dipertuan Minangkabau mengikat perjanjian
> dengan
> > Residen Belanda di Padang bernama Du Puy untuk memerangi Pasukan
> > Paderi, terjadi pada tanggal 10 Februari 1821. Belanda kemudian
> > mengerahkan 100 pasukan dan 2 meriam di bawah pimpinan Letnan
> Kolonel
> > Raaff untuk menggempur pertahanan Paderi di Simawang. Dengan susah
> > payah Belanda akhirnya menguasai Sulit Air, Simabur, dan Gunung.
> >
> > Belanda membangun benteng Fort de Kock di Bukittinggi.
> > Belanda memasuki Batusangkar, kemudian membangun benteng Fort van
> > der Capellen.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke