saya tidak meminta anda menanggapi tulisan saya, apalagi sekarang saya 
menyadari anda menanggapi berdasarkan kekurangan pengetahuan anda tentang apa 
yang menjadi fokus pembahasan.
   
  bila anda seorang Muslim yang komit pada Syahahadatain, dan mengerti 
konsekwensinya bila melanggar dan membiarkan hal itu memasyarakat,  tentu anda 
akan paham maksud reply2an saya terhadap komentar2 orang lain.
   
  ingin kelihatan educated dengan bersikap cool tapi menggadaikan akidah, bukan 
type saya. dan sikap saya bukan berbasiskan emosi. tapi merupakan pernyataan 
sikap yang tegas tentang akidah yang benar di dalam Islam.
   
  nasehat saya, kalau anda seorang Muslim dan ingin menjadi seorang Muslim yang 
jauh dari kemunafikan, jangan memberi celah kepada orang2 yang ingin merusak 
akidah anda, baik secara samar, terang2an atau sembunyi2. tapi kalau anda bukan 
Muslim, dan tidak mengetahui apa2 terhadap yang dipermasalahkan Muslim, lebih 
baik anda menyimak dan tidak memberi komentar yang melukai kaum Muslimin. hal 
ini akan meninggikan nilai anda sebagai orang yang berpendidikan, jika memang 
iya.
   
  jadilah manusia yang berprinsip. ini nasehat tanpa emosi menurut saya, 
terserah bagaimana anda menyikapinya.
   
  sFe

Roelus Hartawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Terima kasih atas penjelasan anda. Diskusi yang sehat adalah jika 
argumen yang diberikan lebih jernih dan tidak emosional. Dan sepertinya saya 
buang-buang waktu menanggapi Mba Salma, tanggapan saya juga jadi sekenanya. 
Anda benar, walau saya masih tidak setuju dengan kata-kata "kalau perlu 
disukabumikan". Cara-cara yang tidak elegan yang tidak membuat citra Islam 
lebih baik. Dan cara-cara emosional membuat persoalan jadi lebih kabur, 
harusnya bisa lebih fokus pada pertanyaan seperti yang anda kemukakan, apa 
benar hanya sekedar aliran sesat,ataukah ada oknum(pihak ke-3) yg terlibat 
dalam pembentukan aliran ini..?

Re: Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama Sesat Posted by: "[EMAIL PROTECTED]" 
[EMAIL PROTECTED] Tue Nov 6, 2007 2:46 am (PST) saya malah heran jika ada 
muslim yg katanya mengaku muslim (cuangkemnya 
seh ngomong gitu) tp menganggap AlQiyadah tdk sesat.

Bukan muslim yg menuding AlQiyadah sesat tp AlQuran yg merupakan Firman 
Allah. Jika anda muslim, tentunya mengetahui bahwa kitabnya orang islam 
adalah AlQuran. Nabinya MUhammad saw sbg penutup para nabi. Ibadah 
wajibnya, sholat, puasa, zakat. Jika ada orang yg mengaku sbg Nabi baru, 
dan nabi itu tdk mewajibkan sholat, puasa dan zakat tp berkitab dg AlQuran 
dan ada embel2 islamnya, apa itu bukan sesat namanya???

Tidak ada kompromi mengenai AKIDAH! Pengikut2 ajaran sesat harus dibimbing 
agar kembali ke jalan yg lurus. Tapi pemimpin2 yg sesat dan menyesatkan 
wajib diHUKUM. Jika perlu di'sukabumi' kan!

Anda mengutip surat AlKafirun, tp tdk mengetahui makna surat tsb dan 
sebab2 turunnya ayat tsb. Berikut saya kutipkan penjelasannya, 

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi 
Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang 
paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau 
kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami 
sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki 
tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama 
setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat 
ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah 
untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 
sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah 
berhala. 
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 
Ibnu Abbas.) 

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada 
Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah 
berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." 
Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir 
yang bersumber dari Juraij.) 

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi 
bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan 
Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa 
yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita 
bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah 
menurunkan ayat ini (S.109:1-6) 
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.) 

Toleransi dlm kerangka ayat tsb adalah muslim dilarang ikut2an dlm ritual2 
keagamaan agama lain. Tidak ikut2an menyembah Tuhan2 lain yg disembah oleh 
KAFIR selain Allah. Muslim membiarkan pemeluk agama lain utk beribadah spt 
yg dicontohkan Muhammad saw dlm PIAGAM MADINAH dan contoh konkrit ketika 
membiarkan utusan KRISTEN dari NAJRAN sembahyang di MESJID NABAWI.

Lain kali, jika mengutip ayat, harus hati2..bisa2 anda malah menyesatkan 
orang lain.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke