> --- In [email protected], sFe <salma.fei@> wrote:
> >
> > MASYARAKAT ISLAM DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEMURTADAN   Bahaya 
besar 
> yang dihadapi oleh masyarakat Islam adalah ancaman terhadap 
> aqidahnya, oleh karena itu murtad dari agama atau kufur setelah 
> beriman merupakan bahaya terbesar bagi masyarakai Islami. Dan ini 
> pula yang selalu diupayakan oleh musuh-musuh Islam untuk kemudian 
> dapat mengacaukan barisan kaum Muslimin dengan kekuatan dan 
> persenjataan serta berbagai bentuk makar dan tipu daya yang lain. 
> Allah SWT berfirman:
> 
> 

Daripada ngelantur neng, ngawur gak karuan, baca ini:


http://hariansib.com/2007/12/24/prof-dr-h-said-aqil-siradj-siapa-yang-
membakar-gereja-sama-dengan-membakar-mesjid/
 
Prof DR H Said Aqil Siradj: Siapa Yang Membakar Gereja Sama Dengan 
Membakar Mesjid

Medan (SIB)

Dewan Pembina Baitul Muslimin Indonesia Pusat Prof DR H Said Aqil 
Siradj mengatakan, sweeping dengan cara-cara anarkis di tempat-tempat 
hiburan telah melanggar ajaran Agama Islam. Hal-hal yang perlu 
dikedepankan adalah diskusi dan musyawarah yang baik untuk mencapai 
mufakat jika ada tempat hiburan yang dianggap melanggar norma-norma 
agama.
Hal itu dikatakannya pada acara deklarasi dan pelantikan Baitul 
Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Sabtu (22/12) di Gelanggang 
Mahasiswa IAIN Sumut Jalan IAIN Medan. Hadir pada Deklarasi tersebut 
Dewan Pembina PDIP H Taufik Kiemas, Sekjen DPP PDIP Ir H Pramono 
Anung MM, sejumlah anggota DPR RI dari FPDIP di antaranya Prof DR 
Yasona laoly, Trimedia Panjaitan SH, Firman jaya Daeli dll.


Dengan tegas dikatakannya, umat Islam sebenarnya malu melihat 
perbuatan anarkis seperti itu karena tindakan seperti itu bukan 
akhlak seorang yang Islami. "Islam bukan mengajarkan seperti itu, 
kita malu melihatnya," ucap Prof Said Aqil.


Dia juga mengatakan di berbagai daerah terjadi pembakaran gereja, hal 
itu menurutnya suatu tindakan yang tidak terpuji. Dikatakannya, siapa 
saja yang membakar gereja sama dengan membakar mesjid, siapa yang 
membakar Alkitab sama dengan membakar Alquran dan siapa yang menghina 
Yesus sama sama dengan menghina Rasulullah.


Disebutkannya PDIP adalah partai nasionalis dan pluralis beridiologi 
Pancasila dan UUD 1945. Di dalam PDIP tidak dipersoalkan agama apa 
dan etnis apa kader tersebut. Karena pada zaman merebut kemerdekaan 
dahulu tidak pernah ada mempersoalkan agama. Para pejuang nasional 
dari agama Kristen waktu itu di antaranya Maramis dan Johannes 
Leimena ikut memperjuangkan kemerdekaan. Semua pejuang bangsa yang 
memperjuangkan kemerdekaan sepakat membentuk negara kebangsaan, bukan 
negara agama.


Hadir juga bakal Calon Gubsu yang mendaftar di DPD PDIP Sumut yakni 
DR Ir Benny Pasaribu MEc, H Chairuman Harahap SH MH, Ir HM Darori, 
Mayjen TNI Tritamtomo SH, Effendi Naibaho serta sejumlah fungsionaris 
DPD PDIP Sumut yakni Jhon Eron Lumbagaol, baskami Ginting, Analisman 
Zaluchu, Japorman Saragih dll.


Pada kesempatan itu H Taufik Kiemas mengatakan, saat ini PDIP minta 
maaf kepada masyarakat Indonesia karena pada masa jaya PDIP tahun 
1999 masyarakat merasa diabaikan. Diakuinya PDIP saat itu belum 
membawa amanat rakyat yang sebenarnya. Itu makanya pada pemilu 2004 
masyarakat meninggalkan PDIP sehingga tidak dapat mempertahankan 
kemenangan.


Saat ini kata Kiemas, PDIP melakukan instrospeksi diri dan sudah 
berbenah diri dan berjanji tidak akan meninggalkan rakyat untuk 
sekarang ini dan seterusnya. Pembenahan yang dilakukan tubuh PDIP 
sudah dapat dirasakan saat ini. PDIP tidak pernah memperjual belikan 
partainya untuk dibeli orang lain. Calon kepala daerah "besutan" PDIP 
selalu menang, sekarang 21 Kepala daerah di antaranya 12 Gubernur di 
Indonesia adalah calon dari PDIP.


Kemenangan itu karena PDIP menyadari untuk menjadi kepala daerah 
haruslah pilihan rakyat. Partai mencalonkan calonnya melalui 
mekanisme partai di antaranya Rakerdasus dan pooling. Disebutkannya 
saat ini betapa harga-harga sangat mahal, untuk itu kepada 
massyarakat harus memilih pemimpin yang cantik yang mengerti harga-
harga. Taufik Kiemas juga menyerahkan hewan qurban sumbangan dari 
calon Gubsu di antaranya dari H Syamsul Arifin.


Pengurus Baitul Muslimin Indonesia Sumut dilantik oleh Ketua Umum PP 
Baitul Muslimin Indonesia Prof DR H Hamka Haq yakni Ketua Baitul 
Muslimin Indonesia Sumut adalah Drs H Anwar Noor Siregar, Sekretaris 
H Muhammad Afan SS, bendahara Ir H Zainal Arifin, dilengkapi dengan 
Wakil Ketua, Wakil Sekretaris, Wakil bendahara dan Penasehat. 





Kirim email ke