--- In [email protected], Rulita Damayanti <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
1)  Itu namanya anda menilai sesuatu dengan prasangka, bad prejudice 
lagi, nada tutur kata anda larut dalam suasana AVERTION PRESS (pers 
yang diselimuti kebencian). Islam tidak seperti anda pikirkan. Kalau 
islam non existing, koq sekarang bermunculan studi-studi tentang 
Islam di AS, Eropa, Canada, Australia, dll. 

==> Berpa % Muslim di benua Amerika? di Australia? Studa tidak 
menggambarkan apa apa. Lha study mengenai Buddha juga banyak kok, 
padahal umat Budha sedikit sekali.


2)Mengapa? Ya karena seperti yang dikatakan Karen Amstrong, Islam 
akan muncul secara eksplosif dalam mewarnai peradaban abad 21 dan 
abad-abad sesudahnya. Bahkan, seperti yang dikatakan Samuel 
Huntington dalam buku Clash of Civilization, Islam akan menjadi 
kekuatan penentu dalam civilization war, antara hegemoni Amerika-
Barat versus Islam.

===> Hegemoni? dalam bidang apa? bajajj saja yang bikin orang Hindu
Pacul yang kita import dari RRT. hegemoni? Nggak ketinggian tuh 
ngomongnya?

3) Di dunia Islam tidak dikenal Istilah Islamphobia, istilah ini 
justru muncul dari barat. Munculnya istilah ini merupakan pertanda 
adanya ekspresi kegalauan, kecemasan, dan ketakutan orang-orang barat 
terhadap Islam, ya suatu anxiety explossion seolah-olah ada kekuatan 
terselubung (hidden power) yang menjadi ancaman latent bagi dunia 
barat! Padahal Islam itu tidak mengancam siapapun...! Sepertinya anda 
merasa terancam ya? Biasanya orang yang merasa terancam itu, karena 
telah mengawalinya dengan sikap memusuhi terlebih dahulu pada pihak 
lain (hostility).  

===> Disini saya setuju! Istilah ini konyol sekali. Islam memang TAK 
mengancam siapa siapa. Mau mengancam pakai apa? Ya kan?

> 
4)> Saya tahu, anda dalam posisi outsider terhadap Islam, anda 
menggunakan pisau analisa yang salah, pisau roti anda gunakan untuk 
memotong daging, jelas tidak compatible. Janganlah melihat kasus per 
kasus secara parsial yang kemudian digeneralisasikan.. Secara logika 
pun tidak kena, menarik kesimpulan itu harus dari premis mayor (umum) 
jangan dibalik bung!

===> Pisau apa'an? apa yang saya generalisasi? Nggak ada kan? Saya 
katakan " Islam bukan ancaman" That's it. Apa yang salah?

> 
5)Islam itu kerangka analisanya luas, bisa dilihat dari aspek 
sejarah, doktrin, sosiologis, dll. Orang tidak akan bisa tahu apa 
yang ada dibalik tembok sebelum melompati tembok itu, nah anda belum 
melompat tembok sudah menilai sesuatu, ya akhirnya yang muncul: 
dugaan, kira-kira, prasangka-prasangka! Awas lho prasangka berlebihan 
bisa mengalami inner paralysis (kelumpuhan hati nurani)....!
>
===> Saya tak perlu lompati tembok apapun. Saya katakan, 
istilah "islamophobia itu berlebihan, karena Islam bukan ancaman". 
Saya kagumi banyak opini pemikir Islam, seperti Cak Nur, pak Muzadi, 
dlsb. Saya katakan, Islam secara keseluruhan BUKAN ancaman, karena 
tak ada yang mereka mampu ancam.

Banyak negara Islam yang masih terima bantuan dari negara Barat, 
misalnya Yordania, Mesir, juga wilayah Palestina (yang bukan negara 
betulan). kalau mereka alami musibah, juga mengalir bantuan dari 
negara negara Non Muslim, masak yang beginian ancaman. Nonsense kan?


Salah? Apanya?

Kirim email ke