Hallo Zusammen,

Saudara-saudara setanah air, jama´ah milis yg dirahmati Tuhan....
Yang perlu kita pupuk adalah rasa menghargai antar sesama. karena 
kita tdk bisa hidup sendiri dan membangun "tembok" buat golongan kt 
sendiri. Kalo gitu adanya, berarti kemunduran bagi kemanusiaan. 
padahal agama itu tujuannya sebagai rahmat bagi semesta.

PS: ayyuhal ikhwah wa al-akhawat arjuu minkum an la tasubbu diina wa 
ilaaha ghayrikum. khaatibuhum bi al-hikmah wa al-maw´idhah hasanah

Ende der Oration.
 


--- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> opa Dono aja baca ini:  gak dimengerti kok dipercaya, aneh!! (bikin 
linglung)
>    
>   GEREJA Katolik Roma berkata: "Tritunggal adalah istilah yang
> digunakan  untuk  menyatakan  doktrin utama agama Kristen...
> Jadi, dalam kata-kata Kredo  Athanasia:  'sang  Bapa  adalah
> Allah,  sang  Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah,
> namun tidak ada tiga  Allah  melainkan  satu  Allah.'  Dalam
> Tritunggal  ini... Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara:
> semuanya  tidak  diciptakan  dan  mahakuasa."-The   Catholic
> Encyclopedia.
>  
> Hampir    semua    gereja   lain   dalam   Susunan   Kristen
> menyetujuinya.  Misalnya,  Gereja   Ortodoks   Yunani   juga
> menyebut Tritunggal "doktrin dasar dari Kekristenan," bahkan
> mengatakan: "Orang Kristen adalah orang-orang yang  menerima
> Kristus  sebagai  Allah."  Dalam buku Our Orthodox Christian
> Faith,  gereja  yang  sama  berkata:  "Allah  adalah   suatu
> kesatuan   tiga   serangkai...   Sang   Bapa   adalah  Allah
> sepenuhnya. Sang Anak adalah  Allah  sepenuhnya.  Roh  Kudus
> adalah Allah sepenuhnya."
>  
> Jadi,  Tritunggal  dianggap  sebagai  "satu Allah dalam tiga
> Pribadi." Masing-masing dikatakan tidak mempunyai permulaan,
> ada   dari   kekal  sampai  kekal.  Masing-masing  dikatakan
> mahakuasa, dan masing-masing tidak lebih  besar  atau  lebih
> kecil daripada yang lainnya.
>  
> Apakah  gagasan  demikian  sukar  dimengerti?  Banyak  orang
> beriman   yang   tulus   merasa   hal   itu   membingungkan,
> bertentangan  dengan akal sehat, benar-benar sulit dipahami.
> Bagaimana mungkin, sang  Bapa  adalah  Allah,  Yesus  adalah
> Allah,  dan  roh  kudus  adalah  Allah, namun tidak ada tiga
> Allah melainkan hanya satu Allah?
> 
>                             "Di Luar Jangkauan Akal Manusia"
> ------------------------------------------------------------
>  
> KEBINGUNGAN ini tersebar luas.  The  Encyclopedia  Americana
> mengatakan bahwa Tritunggal dianggap "di luar jangkauan akal
> manusia."
>  
> Banyak  orang   yang   menerima   Tritunggal   menganggapnya
> demikian.  Monsignor  Eugene Clark berkata: "Allah itu satu,
> dan Allah itu tiga. Karena tidak ada  ciptaan  yang  seperti
> ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja."
> Kardinal John O'Connor berkata: "Kami tahu ini suatu misteri
> yang  sangat  dalam,  yang sama sekali tidak kita mengerti."
> Dan Paus Yohanes Paulus II berkata  mengenai  "misteri  yang
> tidak dapat dimengerti tentang Allah Tritunggal."
>  
> Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: "Tepatnya
> apa doktrin itu, atau bagaimana hal  itu  harus  dijelaskan,
> para  penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di
> antara mereka sendiri."
>  
> Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic  Encyclopedia
> berkata:   "Hanya   sedikit   diantara   guru-guru   teologi
> Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang pada suatu
> waktu  tidak  dipojokkan  oleh pertanyaan, 'Tetapi bagaimana
> kita  akan  berkhotbah   tentang   Tritunggal?'   Dan   jika
> pertanyaan  itu  merupakan  gejala kebingungan di pihak para
> siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan
> yang serupa di pihak guru-guru mereka."
>  
> Kebenaran  dari  pernyataan  di atas dapat dibuktikan dengan
> mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku  yang
> mendukung  Tritunggal.  Tak terhitung banyaknya halaman yang
> ditulis dalam upaya  untuk  menjelaskannya.  Namun,  setelah
> bersusah   payah   memeriksa  istilah-istilah  teologi  yang
> membingungkan dan penjelasannya, para peneliti  masih  tetap
> tidak puas.
>  
> Mengenai  ini,  imam  Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam
> bukunya What Are They Saying About the Trinity?: "Para  imam
> yang   dengan   cukup   banyak  upaya  telah  mempelajari...
> Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu  saja
> ragu-ragu  untuk  menyampaikannya  kepada jemaah mereka dari
> mimbar, bahkan pada hari  Minggu.  Tritunggal...  Untuk  apa
> seseorang  akan  membuat  umatnya  bosan dengan sesuatu yang
> pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan  benar?"
> Ia juga berkata: "Tritunggal adalah soal kepercayaan formal,
> namun hal itu hanya sedikit atau tidak  [berpengaruh]  dalam
> kehidupan   dan   ibadat   Kristen   sehari-hari."  Meskipun
> demikian, ini adalah "doktrin utama" dari gereja-gereja!
>  
> Teolog  Katolik   Hans   Kung   menyatakan   dalam   bukunya
> Christianity   and  the  World  Religions  bahwa  Tritunggal
> merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja  tidak  berhasil
> membuat  kemajuan  yang  berarti  di  kalangan  orang  bukan
> Kristen. Ia berkata: "Bahkan orang Muslim  yang  terpelajar,
> sama   sekali   tidak   dapat   mengerti,  sebagaimana  juga
> orang-orang  Yahudi  sebegitu  jauh  tidak  dapat  memahami,
> gagasan  mengenai  Tritunggal...  Perbedaan yang dibuat oleh
> doktrin Tritunggal antara  satu  Allah  dan  tiga  hypostase
> [zat]  tidak  memuaskan  orang  Muslim, yang bukannya merasa
> mendapat penjelasan,  tetapi  justru  merasa  bingung,  oleh
> istilah-istilah  teologi  yang  berasal  dari  bahasa Syria,
> Yunani, dan Latin. Orang-orang Muslim menganggap  ini  semua
> permainan   kata...   Mengapa  seseorang  ingin  menambahkan
> sesuatu kepada gagasan mengenai keesaan dan  keunikan  Allah
> yang  hanya  dapat  mengencerkan atau meniadakan keesaan dan
> keunikan itu?"
> 
>                       "Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan"
>   
> BAGAIMANA  doktrin   yang   begitu   membingungkan   seperti
> Tritunggal  muncul?  The  Catholic  Encyclopedia menyatakan:
>   
> "Sebelum adanya penyingkapan Ilahi, diperlukan sebuah  dogma
> yang misterius seperti itu." Sarjana Katolik Karl Rahner dan
> Herbert Vorgrimler menyatakan dalam  Theological  Dictionary
> mereka:  "Tritunggal...  dalam  arti  yang  sesungguhnya...,
> adalah suatu misteri yang tidak dapat dipahami  tanpa  wahyu
> ilahi,   dan   bahkan   setelah   disingkapkan  tidak  dapat
> dimengerti sepenuhnya." (weleh..weleh)
>  
> Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang
> begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka
> menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam  wahyu
> ilahi  itu  sendiri  tidak  ada  pandangan demikian mengenai
> Allah: "Allah... bukan Allah yang  suka  pada  kekacauan."-1
> Korintus  14:33,  Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari
> (BIS).
>  
> Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan  mencetuskan
> doktrin  mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan
> sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak
> dapat menjelaskannya?
>  
> Selain  itu,  apakah  orang-orang harus menjadi teolog untuk
> dapat 'mengenal satu-satunya  Allah  yang  benar  dan  Yesus
> Kristus  yang  telah  Ia utus?' (Yohanes 17:3) Jika demikian
> halnya, mengapa begitu  sedikit  dari  para  pemimpin  agama
> Yahudi   yang  terpelajar  mengakui  Yesus  sebagai  Mesias?
>   
> Sebaliknya, murid-muridnya yang setia, adalah petani-petani,
> nelayan,   pemungut   cukai,   ibu-ibu   rumah  tangga  yang
> sederhana.  Orang-orang  sederhana  tersebut  begitu   yakin
> dengan  apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka
> dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela  mati
> demi   kepercayaan  mereka-Matius  15:1-9;  21:  23-32,  43;
> 23:13-36; Yohanes 7:45-49; Kisah 4:13.
>   
>  HARUSKAH ANDA PERCAYA KEPADA TRITUNGGAL?
>  
> ©1989 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
>  
> Penerbit:
> Watch Tower Bible and Tract Society Of New York. Inc.
> International Bible Students Association
> Brooklyn, New York, U.S.A.
> 
>    
>   
> 
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           > --- In [email protected], sFe <salma.fei@> wrote:
> > >
> > > MASYARAKAT ISLAM DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEMURTADAN Bahaya 
> besar 
> > yang dihadapi oleh masyarakat Islam adalah ancaman terhadap 
> > aqidahnya, oleh karena itu murtad dari agama atau kufur setelah 
> > beriman merupakan bahaya terbesar bagi masyarakai Islami. Dan ini 
> > pula yang selalu diupayakan oleh musuh-musuh Islam untuk kemudian 
> > dapat mengacaukan barisan kaum Muslimin dengan kekuatan dan 
> > persenjataan serta berbagai bentuk makar dan tipu daya yang lain. 
> > Allah SWT berfirman:
> > 
> > 
> 
> Daripada ngelantur neng, ngawur gak karuan, baca ini:
> 
> http://hariansib.com/2007/12/24/prof-dr-h-said-aqil-siradj-siapa-
yang-
> membakar-gereja-sama-dengan-membakar-mesjid/
> 
> Prof DR H Said Aqil Siradj: Siapa Yang Membakar Gereja Sama Dengan 
> Membakar Mesjid
> 
> Medan (SIB)
> 
> Dewan Pembina Baitul Muslimin Indonesia Pusat Prof DR H Said Aqil 
> Siradj mengatakan, sweeping dengan cara-cara anarkis di tempat-
tempat 
> hiburan telah melanggar ajaran Agama Islam. Hal-hal yang perlu 
> dikedepankan adalah diskusi dan musyawarah yang baik untuk mencapai 
> mufakat jika ada tempat hiburan yang dianggap melanggar norma-norma 
> agama.
> Hal itu dikatakannya pada acara deklarasi dan pelantikan Baitul 
> Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Sabtu (22/12) di Gelanggang 
> Mahasiswa IAIN Sumut Jalan IAIN Medan. Hadir pada Deklarasi 
tersebut 
> Dewan Pembina PDIP H Taufik Kiemas, Sekjen DPP PDIP Ir H Pramono 
> Anung MM, sejumlah anggota DPR RI dari FPDIP di antaranya Prof DR 
> Yasona laoly, Trimedia Panjaitan SH, Firman jaya Daeli dll.
> 
> Dengan tegas dikatakannya, umat Islam sebenarnya malu melihat 
> perbuatan anarkis seperti itu karena tindakan seperti itu bukan 
> akhlak seorang yang Islami. "Islam bukan mengajarkan seperti itu, 
> kita malu melihatnya," ucap Prof Said Aqil.
> 
> Dia juga mengatakan di berbagai daerah terjadi pembakaran gereja, 
hal 
> itu menurutnya suatu tindakan yang tidak terpuji. Dikatakannya, 
siapa 
> saja yang membakar gereja sama dengan membakar mesjid, siapa yang 
> membakar Alkitab sama dengan membakar Alquran dan siapa yang 
menghina 
> Yesus sama sama dengan menghina Rasulullah.
> 
> Disebutkannya PDIP adalah partai nasionalis dan pluralis 
beridiologi 
> Pancasila dan UUD 1945. Di dalam PDIP tidak dipersoalkan agama apa 
> dan etnis apa kader tersebut. Karena pada zaman merebut kemerdekaan 
> dahulu tidak pernah ada mempersoalkan agama. Para pejuang nasional 
> dari agama Kristen waktu itu di antaranya Maramis dan Johannes 
> Leimena ikut memperjuangkan kemerdekaan. Semua pejuang bangsa yang 
> memperjuangkan kemerdekaan sepakat membentuk negara kebangsaan, 
bukan 
> negara agama.
> 
> Hadir juga bakal Calon Gubsu yang mendaftar di DPD PDIP Sumut yakni 
> DR Ir Benny Pasaribu MEc, H Chairuman Harahap SH MH, Ir HM Darori, 
> Mayjen TNI Tritamtomo SH, Effendi Naibaho serta sejumlah 
fungsionaris 
> DPD PDIP Sumut yakni Jhon Eron Lumbagaol, baskami Ginting, 
Analisman 
> Zaluchu, Japorman Saragih dll.
> 
> Pada kesempatan itu H Taufik Kiemas mengatakan, saat ini PDIP minta 
> maaf kepada masyarakat Indonesia karena pada masa jaya PDIP tahun 
> 1999 masyarakat merasa diabaikan. Diakuinya PDIP saat itu belum 
> membawa amanat rakyat yang sebenarnya. Itu makanya pada pemilu 2004 
> masyarakat meninggalkan PDIP sehingga tidak dapat mempertahankan 
> kemenangan.
> 
> Saat ini kata Kiemas, PDIP melakukan instrospeksi diri dan sudah 
> berbenah diri dan berjanji tidak akan meninggalkan rakyat untuk 
> sekarang ini dan seterusnya. Pembenahan yang dilakukan tubuh PDIP 
> sudah dapat dirasakan saat ini. PDIP tidak pernah memperjual 
belikan 
> partainya untuk dibeli orang lain. Calon kepala daerah "besutan" 
PDIP 
> selalu menang, sekarang 21 Kepala daerah di antaranya 12 Gubernur 
di 
> Indonesia adalah calon dari PDIP.
> 
> Kemenangan itu karena PDIP menyadari untuk menjadi kepala daerah 
> haruslah pilihan rakyat. Partai mencalonkan calonnya melalui 
> mekanisme partai di antaranya Rakerdasus dan pooling. Disebutkannya 
> saat ini betapa harga-harga sangat mahal, untuk itu kepada 
> massyarakat harus memilih pemimpin yang cantik yang mengerti harga-
> harga. Taufik Kiemas juga menyerahkan hewan qurban sumbangan dari 
> calon Gubsu di antaranya dari H Syamsul Arifin.
> 
> Pengurus Baitul Muslimin Indonesia Sumut dilantik oleh Ketua Umum 
PP 
> Baitul Muslimin Indonesia Prof DR H Hamka Haq yakni Ketua Baitul 
> Muslimin Indonesia Sumut adalah Drs H Anwar Noor Siregar, 
Sekretaris 
> H Muhammad Afan SS, bendahara Ir H Zainal Arifin, dilengkapi dengan 
> Wakil Ketua, Wakil Sekretaris, Wakil bendahara dan Penasehat. 
> 
> 
> 
>                          
> 
>  Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke