Itu namanya anda menilai sesuatu dengan prasangka, bad prejudice lagi, nada 
tutur kata anda larut dalam suasana AVERTION PRESS (pers yang diselimuti 
kebencian). Islam tidak seperti anda pikirkan. Kalau islam non existing, koq 
sekarang bermunculan studi-studi tentang Islam di AS, Eropa, Canada, Australia, 
dll. Mengapa? Ya karena seperti yang dikatakan Karen Amstrong, Islam akan 
muncul secara eksplosif dalam mewarnai peradaban abad 21 dan abad-abad 
sesudahnya. Bahkan, seperti yang dikatakan Samuel Huntington dalam buku Clash 
of Civilization, Islam akan menjadi kekuatan penentu dalam civilization war, 
antara hegemoni Amerika-Barat versus Islam.
Sebenarnya saya tidak suka dengan paradigma berpikir semacam itu, terkesan 
dikotomis, apalagi penggambaran islam lebih bersifat fenomenologis dan 
situasional,sehingga hanya melihat Islam dari sisi perilaku sosial-politik 
(socio-political behavior). Dan itu tidak mewakili gambaran Islam secara 
keseluruhan! Tetapi, biarlah itu hanya pikiran-pikiran kecemasan barat terhadap 
Islam, suatu resonansi belaka!

Di dunia Islam tidak dikenal Istilah Islamphobia, istilah ini justru muncul 
dari barat. Munculnya istilah ini merupakan pertanda adanya ekspresi kegalauan, 
kecemasan, dan ketakutan orang-orang barat terhadap Islam, ya suatu anxiety 
explossion seolah-olah ada kekuatan terselubung (hidden power) yang menjadi 
ancaman latent bagi dunia barat! Padahal Islam itu tidak mengancam siapapun...! 
Sepertinya anda merasa terancam ya? Biasanya orang yang merasa terancam itu, 
karena telah mengawalinya dengan sikap memusuhi terlebih dahulu pada pihak lain 
(hostility).  

Saya tahu, anda dalam posisi outsider terhadap Islam, anda menggunakan pisau 
analisa yang salah, pisau roti anda gunakan untuk memotong daging, jelas tidak 
compatible. Janganlah melihat kasus per kasus secara parsial yang kemudian 
digeneralisasikan.. Secara logika pun tidak kena, menarik kesimpulan itu harus 
dari premis mayor (umum) jangan dibalik bung!

Islam itu kerangka analisanya luas, bisa dilihat dari aspek sejarah, doktrin, 
sosiologis, dll. Orang tidak akan bisa tahu apa yang ada dibalik tembok sebelum 
melompati tembok itu, nah anda belum melompat tembok sudah menilai sesuatu, ya 
akhirnya yang muncul: dugaan, kira-kira, prasangka-prasangka! Awas lho 
prasangka berlebihan bisa mengalami inner paralysis (kelumpuhan hati 
nurani)....!

Salam
RDM

RM Danardono HADINOTO wrote: 
>             --- In [EMAIL PROTECTED] s.com , Rulita Damayanti <rulita_dm2000@ 
> ...> 
> wrote: 
>>> 
>> Saya kuatir Mr. Dono juga dirasuki islamphobia. ...! 
>> 
>> Salam, 
>> RDM 
>> 
> Ha ha ha, gak usah kuwatir, saya gak pernah phobia apa apa dan siapa 
> (phobia artinya "takut"). 
> Istilah islamophobia kayaknya agak berlebihan, sebab diamanapun, gak 
> ada yang harus dikhawatirkan, Islam sebagai agama ataupun kelompok 
> umat tak mengancam siapa siapa. Islam secara politically, socially, 
> financially dan technologically tak memainkan peran apa apa didunia. 
> Di Barat Islam bukan element yang menentukan, kebanyakan tamu (buruh 
> migran). Di benua Amerika, Australia nyaris non existing, demikian 
> juga di wlayah Lautan Teduh (sampai pantai barat US). Juga di Asia 
> sendiri tidak. Di Timur Tengah juga tak ada komponent politis yang 
> utuh (negara negara kaya seperti Saudi, Kuweit dan Perserikatan 
> Emirat sibuuuk investasi dan membangun negeri mereka menjadi surga 
> dunia, simpan dana di Barat; yang melarat seeprti Sudan dan kawan 
> kawan ya tetap keteteran..) . 
> Indonesia, Malaysia, Bangla Desh? Tahu sendiri kan? Indonesia dan 
> Bangla Desh sibuk dengan banjir. Singa di wilayah ini tetap 
> Singapura, Taiwan, Jepang, Korea, RRT dan India.. 
> Jadi, apa yang mau di phobia-kan? Tak ada lahhh? 
>      



      ___________________________________________________________
Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! For Good 
http://uk.promotions.yahoo.com/forgood/

Kirim email ke