Lho....koq jadi salah tafsirkan kata-kata saya! Saya tidak katakan ahmadiyah sesat atau tidak, saya hanya komentari tulisan om lukas ... kalau ahmadiyah itu tidak keluar dari akarnya...divinity concept-nya sama....! Lagi pula perspektif yang saya katakan universal tidak dihubungkan dengan hukum, entah itu hukum agama atau hukum-hukum yang lain....!
Hukum itu khan relatif.... mungkin di indonesia dibilang sesat...tapi belum tentu di negara lain dikatakan sesat....! Di Inggris ahmadiyah maju pesat dan pengikutnya para intelektual, akademisi, orang-orang yang well-educated lah...! Patricia [EMAIL PROTECTED] wrote: > lho..Ahmadiyah mengaku mempunyai nabi lain setelah Muhammad SAW, > itu > membuat mereka jd sesat. Koq malah 'hanya beda soal nabi saja..!' > Ayat2 AlQuran mereka klaim sbg milik Ghulam Ahmad bukan Muhammad SAW. > Umat muslim di seluruh dunia bersyahadat, 'aku bersaksi bahwa tiada Tuhan > selain Allah dan Muhammad SAW adalah rasul utusan Allah'. > buat saya ahmadiyah tdk sesat deh, tp bukan bagian dari islam kekeke.. > masalah sesat menyesatkan ada parameternya mbak, dlm Islam tulisan, > pendapat, pemikiran siapapun bisa saja sesat jika tdk sesuai dg AlQuran > dan AsSunnah. > Jangan karena mbak dituduh sesat oleh Katolik tiba2 spt mendapat 'kawan' > seperjuangan, senasib dan sepenanggungan yaitu ahmadiyah. Tolong kiranya > penilaian sebisa mungkin didasarkan ilmu, dan seobjektif mungkin. Jika > tdk, malah membuat keruh suasana. > Patricia Devita Sihwardoyo < patricia_dsw@ yahoo.co. nz > > Sent by: [EMAIL PROTECTED] s.com > 01/18/2008 11:29 AM > Please respond to > [EMAIL PROTECTED] s.com > To > " luke_christ_ [EMAIL PROTECTED] ca " < luke_christ_ [EMAIL PROTECTED] ca > > cc > " [EMAIL PROTECTED] s.com " < [EMAIL PROTECTED] s.com > > Subject > RE: [ppiindia] Kata SESAT Dalam Konotasi Yang Beragam > Yang buat pernyataan sesat .... bisa dikatakan sesat juga...! Apalagi jika > ukuran atau cara menilainya salah.....! Om Lukas..., ahmadiyah itu > sepertinya tidak keluar dari akarnya ..... Tuhannya sama dengan muslim > yang lain... hanya beda soal nabi saja....! > Patricia > Lukas Kristanto wrote: >> Kata sesat dalam frekuensi yang tinggi diumbar dalam berbagai media > massa termasuk dalam milis ini. Saya tidak bisa memastikan para pengguna > kata ini berangkat dari pemahaman yang bagaimana? Fenomenanya bervariasi, > kata sesat bisa jadi hanyalah sebuah istilah (technical term), biasanya > berkaitan dengan terminologi hukum, di lain sisi penggunaan kata ini > seperti melenggang diucapkan tanpa dosa baik sebagai cemoohan atau ejekan > (derision) maupun sekedar ucapan yang lepas dari bibir tanpa memahami > makna hakikinya (expletive). >> Saya tidak akan membawa istilah ini dalam kerangka hukum, karena > bagaimanapun juga istilah hukum lebih bersifat formal, definitif dan > deminutif (makna yang dipersempit) . Tetapi saya mencoba melampaui kawasan > hukum untuk melihat istilah sesat dalam spektrum yang universal. Saya > percaya, tidak mustahil di dunia hukum pun terjadi kerancuan bahkan > kesesatan, seperti yang dikatakan Ronald Standler (dalam buku Civil Law), > bahwa di dalam pengadilan pun ada keputusan yang menyesatkan (miscarriage > of justice), lebih-lebih jika semangat hukumnya terlalu mudah menghukum > (judge to easily). >> Kata sesat dalam bahasa yunaninya panourgia yang ternyata maknanya > sangat luas bisa berarti menyimpang, melepaskan diri dan menipu. Seperti > yang menjadi pemahaman dalam bahasa Indonesia, sehingga kata sesat > acapkali ditafsirkan dengan berbagai makna yang terkadang terlampau > abstrak. Ketika Hawa di sorga melanggar ketentuan Ilahi dengan memakan > buah Kuldi, hawa telah melanggar perintah, dalam konteks ini dia > sebenarnya tersesat, iblis yang membujuk hawa disebut penyesat. Sesat > dalam pengertian ini disebabkan karena penipuan. Peristiwa munculnya > aliran syiah dalam Islam oleh pengikut Suny disebut sesat, konteksnya > berbeda --bukan lahir dari penipuan, tetapi bisa jadi karena sakit hati, > dendam atau membelot (Seperti kasus di Indonesia banyak barisan sakit hati > yang membelot dengan mendirikan parpol baru). >> Berikut ini, berbagai gambaran kata sesat dalam pemaknaan universal > (dalam greek-oriented) yang konotasinya bervariasi: >> HAIRESIS yaitu bentuk kesesatan yang bisa disetarakan dengan kata > bi'dah (heresy), biasanya lahir karena faktor sinkretisme atau > transkulturasi, yang kemudian memunculkan bentuk religiusitas baru. > (Ajaran agama asal dikawinkan dengan budaya lokal) >> DIAREO yaitu bentuk kesesatan yang menyempitkan aktivitas keberagamaan, > dengan lebih mementingkan aktivitas peribadatan tertentu, seperti > aliran-aliran tarekat (bukan berarti tarekat sesat, tetapi ada juga yang > sesat). Hanya memfokuskan ibadah tertentu sebagai yang paling utama dalam > beragama. >> DIAKRINO artinya membedakan atau juga bisa diartikan terbedakan > (distinguishable) . Kalau mengambil bentuk kata kerja dalam bahasa inggris > seperti kata in contrast to (membedakan dengan). Dalam sejarah kekristenan > di Yerusalem, sekelompok kaum beragama yang disebut orang-orang Zelot > melakukan aktivitas keagamaan yang tidak bersinggungan dengan politik, > agar terbedakan dengan kelompok yang lain seperti: Kaum Farisi (ahli > taurat dan ahli ibadah yang acapkali terjebak berpolitik), Kaum Saduki > (agamawan aristokrat yang dekat dengan lingkaran kekuasaan) dan Herodian > (agamawan yang melacurkan diri pada kekuasaan herodes) >> ELEUTHEROO artinya membebaskan diri , sebenarnya makna dasarnya > melepaskan balutan (bandaging), bisa diartikan membebaskan diri dari > kungkungan ajaran yang tidak sesuai dengan nuraninya. Contoh klasik untuk > ini adalah reformasi Marthin Luther, yang berusaha membebaskan diri dari > kungkungan dogma gereja yang bagi Luther dianggap telah menyimpang > sehingga lahir agama protestan. >> PARALOGIZOMAI artinya merubah ajaran atau menciptakan ajaran versi baru > (become different). Dalam sejarah kekristenan, kelompok kapadokian > (gereja-gereja timur) tidak sepakat dengan rumusan ajaran trinitas > anathasian (konsep anathasius) yang berprinsip unsur-unsur trinitas adalah > pribadi (personae), maka mereka merubah ajaran trinitas bahwa unsur-unsur > trinitas bukanlah pribadi/oknum tapi hanyalah pancaran ilahi (prosopon) >> METHAODEIA bisa diartikan lepas dari akarnya, dan bukan merupakan > cabang, sehingga benar-benar memunculkan ajaran baru (newness) yang sangat > kontras dengan ajaran asalnya. Mungkin Lia Aminudin termasuk kategori ini. >> Dari beberapa konotasi sesat di atas, jelaslah munculnya ajaran baru > bisa saja lepas dari akar atau tetap pada akarnya. Kalau akar yang > dimaksud disini menyangkut keilahian (ketuhanan), apa yang dilakukan > Martin Luther ternyata tidak melepaskan akarnya, tetap mempunyai prinsip > ketuhanan yang sama dengan ajaran asalnya (katolik). Kasus Syech Siti > Jenar, bisa dikategorikan lepas dari akarnya, karena Tuhan bagi Jenar > telah menyatu dalam diri manusia (manunggaling kawula gusti) sehingga > tidak diperlukan lagi syariat. Jadi, sebenarnya sangat rumit untuk > melepaskan kata dalam bibir ini untuk berkata sesat atau tidak sesat, > tergantung motivasi dan paradigma kita masing-masing. ..! Peliknya juga, > kalau suatu ajaran dianggap palsu karena pendirinya dianggap > penipu/pemalsu oleh pihak lain, sementara pengikutnya tidak merasa ditipu > dan ok... ok... saja malah semakin rumit dalam maknai sesat itu! Nah, > bagaimana dengan Ahmadiyah... ..? karena pengikutnya merasa > enjoy >> dan ok...ok... saja!. >> Salam, >> Lukas Kristanto >> Looking for the perfect gift? Give the gift of Flickr! >> http://www.flickr. com/gift/ >> > Send instant messages to your online friends http://au.messenger .yahoo.com > [Non-text portions of this message have been removed] > Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

