Lho..jika bicara sesat/tdknya ahmadiyah dlm perspektif islam yah harus 
menggunakan hukum islam, dan orang yg paling berwenang memutuskan masalah 
ini adalah ulama2 islam dg berpedoman dg nash yg pasti & jelas dari 
AlQuran dan AsSunnah.

Kalimat anda yg mengatakan "Yang buat pernyataan sesat .... bisa dikatakan 
sesat juga...! Apalagi jika ukuran atau cara menilainya salah.....! Om 
Lukas..., ahmadiyah itu sepertinya tidak keluar dari akarnya ..... 
Tuhannya sama dengan muslim yang lain... hanya beda soal nabi saja....!"

kalimat terakhir anda mengecilkan makna perbedaan nabi, malah disitu titik 
masalahnya. Dlm konsep islam, Akidah, ibadah, hukum halal-haram bersumber 
dari Allah melalui AlQuran dan dijelaskan oleh RasulNya melalui sunnah. 
Contoh: Sholatnya muslim mengacu kpd contoh yg diberikan oleh Muhammad 
saw, begitupula zakat, puasa dll. Begitu penting Nabi sbg suri tauladan 
bagi muslim menjalankan kehidupannya. Dalam perspektif ini Ahmadiyah 
jelas2 keluar dari akarnya -Islam- yg dibawa oleh Muhammad SAW, hal ini bs 
dibuktikan dari dalil AlQuran dan AsSunnah.

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara 
kamu , tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah 
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS33:40)

Sabda Nabi SAW: "Aku adalah Muhammad; aku adalah Ahmad; aku adalah 
penghapus yg denganku kekafiran dihapuskan; aku adalah pengumpul yg 
manusia dikumpulkan di belakangku; aku adalah pengganti; pengganti yg tdk 
ada lg nabi setelahnya" (Hr bukhari, Muslim, Ahmad)

Siapapun orang yg mengaku sbg muslim tp percaya ada nabi lain setelah 
Muhammad saw, maka orang tsb bukan bagian dari islam. Runtuhlah pilar2 
keislaman, tiada artinya syahadat atau kesaksian bahwa Muhammad adalah 
rasul Allah tp mengakui nabi lain.

Pernyataan anda memang multi tafsir, jd saya hanya meluruskan point yg 
menjadi konflik antara ahmadiyah indonesia (sebelum tobat) dan Islam.

Saya tdk mempersoalkan sesat/menyesatkan dlm versi universal, krn tdk akan 
bisa ketemu titik tengahnya. Islam membuat pokok2 ajaran dan setiap muslim 
terikat dg pokok2 ajaran tsb, jika tdk bersedia ya monggo mengundurkan 
diri dari jamaah islam. Mudah ajah koq mbak..jadi menilai sesat/tidaknya 
ahmadiyah, keluar dari akarnya atau tdknya ahmadiyah dari islam, tdk bs 
tdk menggunakan hukum lain selain hukum islam.

Jika ahmadiyah tdk sesat atau berbeda pokok ajarannya dg islam, mengapa 
mereka mengeluarkan 12 butir pernyataan? koq 12 butir ajaran2nya tsb 
berbeda dg kenyataan yg berkembang sebelum janji2nya tsb?
apakah Ahmadiyah indonesia berbeda atau tdk ada hubungannya dg Ahmadiyah 
Qadiyan/Lahore? 

Oh iya, Di Inggris Ahmadiyah tumbuh subur, ya iyalah..
ada kaitan apa ya Ahmadiyah dg penjajah india -inggris- tsb? 
saya jd curiga niy..:)
tp saya males mengurusi latar belakang politik gerakan ahmadiyah di india 
tsb. 

Mudah2an pernyataan saya tdk ditafsirkan berbeda menurut anda.

nb: pernyataan muslim jika tdk sesuai dg AlQuran dan AsSunnah pasti 
tertolak, tulisan setiap muslim dipertanggungjawabkan di hadapan Allah 
kelak.





Patricia Devita Sihwardoyo <[EMAIL PROTECTED]> 
01/18/2008 12:28 PM

To
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
cc
"[email protected]" <[email protected]>
Subject
RE: [ppiindia] Kata SESAT Dalam Konotasi Yang Beragam






Lho....koq jadi salah tafsirkan kata-kata saya! Saya tidak katakan 
ahmadiyah sesat atau tidak, saya hanya komentari tulisan om lukas ... 
kalau ahmadiyah itu tidak keluar dari akarnya...divinity concept-nya 
sama....! Lagi pula perspektif yang saya katakan universal tidak 
dihubungkan dengan hukum, entah itu hukum agama atau hukum-hukum yang 
lain....!

Hukum itu khan relatif.... mungkin di indonesia dibilang sesat...tapi 
belum tentu di negara lain dikatakan sesat....! Di Inggris ahmadiyah maju 
pesat dan pengikutnya para intelektual, akademisi, orang-orang yang 
well-educated lah...! 

Patricia

[EMAIL PROTECTED] wrote: 
>             lho..Ahmadiyah mengaku mempunyai nabi lain setelah Muhammad 
SAW, itu 
> membuat mereka jd sesat. Koq malah 'hanya beda soal nabi saja..!' 
> Ayat2 AlQuran mereka klaim sbg milik Ghulam Ahmad bukan Muhammad SAW. 
> Umat muslim di seluruh dunia bersyahadat, 'aku bersaksi bahwa tiada 
Tuhan 
> selain Allah dan Muhammad SAW adalah rasul utusan Allah'. 
> buat saya ahmadiyah tdk sesat deh, tp bukan bagian dari islam kekeke.. 
> masalah sesat menyesatkan ada parameternya mbak, dlm Islam tulisan, 
> pendapat, pemikiran siapapun bisa saja sesat jika tdk sesuai dg AlQuran 
> dan AsSunnah. 
> Jangan karena mbak dituduh sesat oleh Katolik tiba2 spt mendapat 'kawan' 

> seperjuangan, senasib dan sepenanggungan yaitu ahmadiyah. Tolong kiranya 

> penilaian sebisa mungkin didasarkan ilmu, dan seobjektif mungkin. Jika 
> tdk, malah membuat keruh suasana. 
> Patricia Devita Sihwardoyo < patricia_dsw@ yahoo.co. nz > 
> Sent by: [EMAIL PROTECTED] s.com 
> 01/18/2008 11:29 AM 
> Please respond to 
>  [EMAIL PROTECTED] s.com 
> To 
> " luke_christ_ [EMAIL PROTECTED] ca " < luke_christ_ [EMAIL PROTECTED] ca > 
> cc 
> " [EMAIL PROTECTED] s.com " < [EMAIL PROTECTED] s.com > 
> Subject 
> RE: [ppiindia] Kata SESAT Dalam Konotasi Yang Beragam 
> Yang buat pernyataan sesat .... bisa dikatakan sesat juga...! Apalagi 
jika 
> ukuran atau cara menilainya salah.....! Om Lukas..., ahmadiyah itu 
> sepertinya tidak keluar dari akarnya ..... Tuhannya sama dengan muslim 
> yang lain... hanya beda soal nabi saja....! 
> Patricia 
> Lukas Kristanto wrote: 
>> Kata sesat dalam frekuensi yang tinggi diumbar dalam berbagai media 
> massa termasuk dalam milis ini. Saya tidak bisa memastikan para pengguna 

> kata ini berangkat dari pemahaman yang bagaimana? Fenomenanya 
bervariasi, 
> kata sesat bisa jadi hanyalah sebuah istilah (technical term), biasanya 
> berkaitan dengan terminologi hukum, di lain sisi penggunaan kata ini 
> seperti melenggang diucapkan tanpa dosa baik sebagai cemoohan atau 
ejekan 
> (derision) maupun sekedar ucapan yang lepas dari bibir tanpa memahami 
> makna hakikinya (expletive). 
>> Saya tidak akan membawa istilah ini dalam kerangka hukum, karena 
> bagaimanapun juga istilah hukum lebih bersifat formal, definitif dan 
> deminutif (makna yang dipersempit) . Tetapi saya mencoba melampaui 
kawasan 
> hukum untuk melihat istilah sesat dalam spektrum yang universal. Saya 
> percaya, tidak mustahil di dunia hukum pun terjadi kerancuan bahkan 
> kesesatan, seperti yang dikatakan Ronald Standler (dalam buku Civil 
Law), 
> bahwa di dalam pengadilan pun ada keputusan yang menyesatkan 
(miscarriage 
> of justice), lebih-lebih jika semangat hukumnya terlalu mudah menghukum 
> (judge to easily). 
>> Kata sesat dalam bahasa yunaninya panourgia yang ternyata maknanya 
> sangat luas bisa berarti menyimpang, melepaskan diri dan menipu. Seperti 

> yang menjadi pemahaman dalam bahasa Indonesia, sehingga kata sesat 
> acapkali ditafsirkan dengan berbagai makna yang terkadang terlampau 
> abstrak. Ketika Hawa di sorga melanggar ketentuan Ilahi dengan memakan 
> buah Kuldi, hawa telah melanggar perintah, dalam konteks ini dia 
> sebenarnya tersesat, iblis yang membujuk hawa disebut penyesat. Sesat 
> dalam pengertian ini disebabkan karena penipuan. Peristiwa munculnya 
> aliran syiah dalam Islam oleh pengikut Suny disebut sesat, konteksnya 
> berbeda --bukan lahir dari penipuan, tetapi bisa jadi karena sakit hati, 

> dendam atau membelot (Seperti kasus di Indonesia banyak barisan sakit 
hati 
> yang membelot dengan mendirikan parpol baru). 
>> Berikut ini, berbagai gambaran kata sesat dalam pemaknaan universal 
> (dalam greek-oriented) yang konotasinya bervariasi: 
>> HAIRESIS yaitu bentuk kesesatan yang bisa disetarakan dengan kata 
> bi&#39;dah (heresy), biasanya lahir karena faktor sinkretisme atau 
> transkulturasi, yang kemudian memunculkan bentuk religiusitas baru. 
> (Ajaran agama asal dikawinkan dengan budaya lokal) 
>> DIAREO yaitu bentuk kesesatan yang menyempitkan aktivitas keberagamaan, 

> dengan lebih mementingkan aktivitas peribadatan tertentu, seperti 
> aliran-aliran tarekat (bukan berarti tarekat sesat, tetapi ada juga yang 

> sesat). Hanya memfokuskan ibadah tertentu sebagai yang paling utama 
dalam 
> beragama. 
>> DIAKRINO artinya membedakan atau juga bisa diartikan terbedakan 
> (distinguishable) . Kalau mengambil bentuk kata kerja dalam bahasa 
inggris 
> seperti kata in contrast to (membedakan dengan). Dalam sejarah 
kekristenan 
> di Yerusalem, sekelompok kaum beragama yang disebut orang-orang Zelot 
> melakukan aktivitas keagamaan yang tidak bersinggungan dengan politik, 
> agar terbedakan dengan kelompok yang lain seperti: Kaum Farisi (ahli 
> taurat dan ahli ibadah yang acapkali terjebak berpolitik), Kaum Saduki 
> (agamawan aristokrat yang dekat dengan lingkaran kekuasaan) dan Herodian 

> (agamawan yang melacurkan diri pada kekuasaan herodes) 
>> ELEUTHEROO artinya membebaskan diri , sebenarnya makna dasarnya 
> melepaskan balutan (bandaging), bisa diartikan membebaskan diri dari 
> kungkungan ajaran yang tidak sesuai dengan nuraninya. Contoh klasik 
untuk 
> ini adalah reformasi Marthin Luther, yang berusaha membebaskan diri dari 

> kungkungan dogma gereja yang bagi Luther dianggap telah menyimpang 
> sehingga lahir agama protestan. 
>> PARALOGIZOMAI artinya merubah ajaran atau menciptakan ajaran versi baru 

> (become different). Dalam sejarah kekristenan, kelompok kapadokian 
> (gereja-gereja timur) tidak sepakat dengan rumusan ajaran trinitas 
> anathasian (konsep anathasius) yang berprinsip unsur-unsur trinitas 
adalah 
> pribadi (personae), maka mereka merubah ajaran trinitas bahwa 
unsur-unsur 
> trinitas bukanlah pribadi/oknum tapi hanyalah pancaran ilahi (prosopon) 
>> METHAODEIA bisa diartikan lepas dari akarnya, dan bukan merupakan 
> cabang, sehingga benar-benar memunculkan ajaran baru (newness) yang 
sangat 
> kontras dengan ajaran asalnya. Mungkin Lia Aminudin termasuk kategori 
ini. 
>> Dari beberapa konotasi sesat di atas, jelaslah munculnya ajaran baru 
> bisa saja lepas dari akar atau tetap pada akarnya. Kalau akar yang 
> dimaksud disini menyangkut keilahian (ketuhanan), apa yang dilakukan 
> Martin Luther ternyata tidak melepaskan akarnya, tetap mempunyai prinsip 

> ketuhanan yang sama dengan ajaran asalnya (katolik). Kasus Syech Siti 
> Jenar, bisa dikategorikan lepas dari akarnya, karena Tuhan bagi Jenar 
> telah menyatu dalam diri manusia (manunggaling kawula gusti) sehingga 
> tidak diperlukan lagi syariat. Jadi, sebenarnya sangat rumit untuk 
> melepaskan kata dalam bibir ini untuk berkata sesat atau tidak sesat, 
> tergantung motivasi dan paradigma kita masing-masing. ..! Peliknya juga, 

> kalau suatu ajaran dianggap palsu karena pendirinya dianggap 
> penipu/pemalsu oleh pihak lain, sementara pengikutnya tidak merasa 
ditipu 
> dan ok... ok... saja malah semakin rumit dalam maknai sesat itu! Nah, 
> bagaimana dengan Ahmadiyah... ..? karena pengikutnya merasa 
> enjoy 
>> dan ok...ok... saja!. 
>> Salam, 
>> Lukas Kristanto 
>> Looking for the perfect gift? Give the gift of Flickr! 
>> http://www.flickr. com/gift/ 
>> 
> Send instant messages to your online friends http://au.messenger 
.yahoo.com 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
>      


Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke