saya komentari sedikit mbak,

Point 1. Dalam konteks aqidah memang ahmadiyah BISA dikatakan sesat....! 
Dibilang sesat tapi juga banyak pengikut.....!
Sesat/tdknya suatu ajaran (dlm perspektif islam) tdk bs diukur dari jumlah 
pengikut, dahulu pengikut Muhammad saw hanya segelintir bahkan dari 
kalangan budak tp tdk menyurutkan kebenaran risalahnya.

Point2. Mengklaim sesat BUKAN berarti MELARANG, Islam punya prinsip 
kebebasan beragama, istilahnya LAA IKRAAHA FII DIIN (tidak ada paksaan 
dalan beragama)
Istilah Laa ikrahaa Fii diin berlaku utk orang lain yg menganut 
kepercayaan lain. Utk kasus Ahmadiyah yg mengaku msh islam tentunya tdk 
berlaku ayat tsb. tdk ada paksaan utk beragama islam, tp jika sdh berikrar 
menjadi muslim wajib terikat dg aturan2 islam. Jika tdk mau yah keluar..

Point3. Mau sesat keq atau nggak kek, pokoknya jangan saling ngrecokin 
antar agama, konteksnya LAAKUM DIINUKUM WALIYADIIN (bagimu agamamu, bagiku 
agamaku)
Ayat ini pun menegaskan ttg toleransi muslim dg umat lain. Karena 
Ahmadiyah msh mengaku muslim maka ayat ini lagi2 tdk bisa dipakai utk 
kasus ahmadiyah.

Point4. Kata ISLAM itu hanya soal bahasa, asalnya dari kata ASLAMA yang 
artinya pasrah/tunduk/patuh (submit, surrender), kata itu mau dipakai 
siapa saja ya gak apa-apa! Koq terlalu Arabic-minded....! Nanti kata nabi, 
rasul, iman, dll gak boleh dipakai umat lain....! Yang penting bukan 
istilahnya tapi content-nya.
Islam berasal dr kata aslama artinya ketundukkan, kepatuhan kepasrahan kpd 
Allah. Jika Ahmadiyah merasa muslim atau beragama islam, yah harus tunduk, 
patuh dan pasrah thd Allah. Kepatuhan dan ketaatan kpd Allah tdk bisa tdk 
harus pula patuh dan taat kpd RasulNya. jadi Ahmadiyah jika mengaku 
mempunyai nabi lain setelah Muhammad saw maka mereka bukan islam (tdk 
patuh, tdk taat, tdk pasrah). 

salam ajah buat tmn mbak, kasih tau jg jaman Muhammad SAW pun, nabi2 palsu 
udh muncul, dan mereka diperangi. contohnya Musailamah bin Kadzab 
diperangi oleh kalifah Abu Bakar ra. Jangankan mengaku nabi palsu, lha 
wong mengkampanyekan zakat tdk wajib saja juga diperangi oleh kalifah Abu 
Bakar ra. Itulah contoh yg diberikan oleh Rasulullah saw, sahabat2 sbg 
generasi awal islam, yg merupakan generasi terbaik umat muslim.

saya tdk bosan2nya mengingatkan bahwa pendapat, pemikiran apapun dari 
muslim ttg islam jika tdk sesuai dg AlQuran dan AsSunnah pasti tertolak. 
Jangankan hanya jebolan pesantren, pesantren apapun atau cuma mondok 
sehari, 2hari atau bahkan ratusan tahun di KAIRO, bahkan tokoh islam 
termasyur spt Imam Syafii, Hambali dll, saja pendapatnya bs tertolak jika 
tdk sesuai alQuran dan AsSunnah. Standardnya kebenarannya sdh jelas dan 
mutlak. Hukum Islam universal berlaku utk umat muslim.







Patricia Devita Sihwardoyo <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
01/18/2008 02:16 PM
Please respond to
[email protected]


To
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
cc
"[email protected]" <[email protected]>
Subject
RE: [ppiindia] Kata SESAT Dalam Konotasi Yang Beragam






Susah memang kalau suatu istilah dihubungkan dengan agama..... tidak akan 
ketemu.....! Tapi saya punya teman muslim nih..., suatu ketika dia saya 
tanya tentang problem ahmadiyah di Indonesia....! Dia berikan penjelasan 
yang poin-poin seperti ini.
1. Dalam konteks aqidah memang ahmadiyah BISA dikatakan sesat....! 
Dibilang sesat tapi juga banyak pengikut.....!
2, Mengklaim sesat BUKAN berarti MELARANG, Islam punya prinsip kebebasan 
beragama, istilahnya LAA IKRAAHA FII DIIN (tidak ada paksaan dalan 
beragama)
3. Mau sesat keq atau nggak kek, pokoknya jangan saling ngrecokin antar 
agama, konteksnya LAAKUM DIINUKUM WALIYADIIN (bagimu agamamu, bagiku 
agamaku)
4. Kata ISLAM itu hanya soal bahasa, asalnya dari kata ASLAMA yang artinya 
pasrah/tunduk/patuh (submit, surrender), kata itu mau dipakai siapa saja 
ya gak apa-apa! Koq terlalu Arabic-minded....! Nanti kata nabi, rasul, 
iman, dll gak boleh dipakai umat lain....! Yang penting bukan istilahnya 
tapi content-nya.

Gitu kata teman saya, dia jebolan pondok lho, pesantren gontor! Sekarang 
ambil program doctoral economy....! Pernah belajar di Al-Azhar Mesir 
sebelum putar haluan ke ekonomi....! Nah beda kan persepsi tiap 
muslim...., makanya hukum itu seringkali relatif....!

Patricia

[EMAIL PROTECTED] wrote: 
> lha emangnya pengikut ahmadiyah di sini well educated? :p 
> well educated pun tdk bs dijadikan patokan sesat/tdk sesatnya ajarannya, 

> krn ilmu yg digunakan adalah ilmu agama bukan ilmu eksak, matematika, 
> fisika, ekonomi hehe 
> siang2 gini ojo ngelindur mbah.. 
> Phyllobates Terribilis < phyllobates. terribilis@ yahoo.com > 
> Sent by: [EMAIL PROTECTED] s.com 
> 01/18/2008 01:37 PM 
> Please respond to 
> [EMAIL PROTECTED] s.com 
> To 
> [EMAIL PROTECTED] s.com 
> cc 
> Subject 
> RE: [ppiindia] Kata SESAT Dalam Konotasi Yang Beragam 
> Patricia Devita Sihwardoyo < patricia_dsw@ yahoo.co. nz > wrote: 
> Hukum itu khan relatif.... mungkin di indonesia dibilang sesat...tapi 
> belum tentu di negara lain dikatakan sesat....! Di Inggris ahmadiyah 
maju 
> pesat dan pengikutnya para intelektual, akademisi, orang-orang yang 
> well-educated lah...! 
> Patricia 
> . 
> Lha Ahmadyah itu orang orang well educated, dan disini umat Islam 
> kebanyakan under- sampai not educated...mana mau ketemu? 
> ------------ --------- --------- --- 
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
> 

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 


 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke