anggota ahmadiyah itu warga negara indonesia. mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga lainnya.
bukan cuma polisi berpangkat bintara, mereka juga ada yang perwira tinggi kepolisian dan tni. banyak lagi yang menjadi pejabat tinggi setingkat direktur jenderal di departemen atau menjabat direksi badan usaha milik negara. apa yang aneh? yang jelas menurut kronologi video yang dibuat sendiri oleh fpi, si polisi mengeluarkan pistol setelah terjadi penyerbuan. jadi dia bukan provokator yang memicu penyerbuan fpi seperti selama ini dituduhkan kelompok fundamentalis. At 07:04 PM 6/25/2008 -0700, you wrote: >Soal polisi pembawa pistol (yang diklaim sebagai pistol mainan) itu >membawa keluarga (anak, istri, mertua) nya, yang diakui sebagai pengikut >Ahmadiyah, hal itu sudah dinyatakan tegas oleh Humas Polri, berdasarkan >pemeriksaan terhadap polisi bersangkutan. Saya bertemu langsung dan >mendengar langsung keterangan itu dari Kadiv Humas Polri di Mabes Polri >Jakarta kemarin. >Kata Kadiv Humas, polisi itu di sana TIDAK dalam tugas. Jadi dia pergi >ikut massa AKKBB atas inisiatif pribadi. >Persoalan jadi makin rumit..... Kalau dia sekedar anggota intel, yang >bertugas menyusup dan menyamar untuk memberi pengamanan, saya malah bisa >paham. Memang tugas polisi untuk mengamankan situasi. >Tapi kalau dia sendiri anggota Ahmadiyah? > >----- Original Message ---- >From: mediacare <<mailto:mediacare%40cbn.net.id>[EMAIL PROTECTED]> >To: Ahmadi Agung <<mailto:Agung%40kaochem.co.id>[EMAIL PROTECTED]>; >zamanku <<mailto:zamanku%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED]>; ><mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected] >Sent: Thursday, June 26, 2008 8:43:18 AM >Subject: [ppiindia] Sumber berita bohong - Re: Pria Berpistol di Monas ..... > >Artikel di bawah ini dikirim oleh orang yang suka memutar balikkan fakta >dan suka berbohong. > >Sudah jelas linknya (Redaksi) kalau diklik otomatis ke situs swaramuslim. >com, tapi ditulis artikelnya bersumber dari Metro TV. > >----- Original Message ----- >From: Ahmadi Agung >To: Artasastha Palob ; Purwanto PDC ; Gabriella Rantau ; Roslina Podico ; >[EMAIL PROTECTED] com ; Andik.Yudiarto@ antam.com ; [EMAIL PROTECTED] com ; >[EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] com ; rm_danardono@ yahoo.de ; >[EMAIL PROTECTED] nl ; ndhutabarat@ yahoo.de ; tony_picasso@ yahoo.com ; >[EMAIL PROTECTED] com ; thesaintsnow@ gmail.com ; dakwah_umat@ yahoo.com ; >[EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] co.id ; [EMAIL PROTECTED] com ; >[EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] com ; daniel_pdssurabaya@ yahoo.co. >id ; alvindaniel_ [EMAIL PROTECTED] com ; erikani.milis@ yahoo.co. id ; >feifei_fairy@ yahoo.com. sg ; [EMAIL PROTECTED] com ; jose.patrick@ gmail.com >; krisnawanputra@ yahoo.co. id ; [EMAIL PROTECTED] co.uk ; >[EMAIL PROTECTED] com ; musliminsuffer@ gmail.com ; ptr_emanuel@ yahoo.com >; robert_hlm80@ yahoo.com ; [EMAIL PROTECTED] com ; rudy_lumbantobing@ >yahoo.com ; mohammad-riyadi. tampubolon@ unilever. com ; [EMAIL PROTECTED] >com ; [EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] com ; >[EMAIL PROTECTED] com ; <mailto:anggun%40lge.com>[EMAIL PROTECTED] ; >[EMAIL PROTECTED] astra.co. id ; muskitawati@ yahoo.com ; [EMAIL PROTECTED] >net.id ; alya.thahir@ yahoo.co. uk ; [EMAIL PROTECTED] com ; ><mailto:pgi%40bit.net>[EMAIL PROTECTED] id ; linda.tilatang@ gmail.com ; >uztadmurtad@ yahoo.com ; riri_fawzan@ yahoo.gr ; [EMAIL PROTECTED] s.com >; [EMAIL PROTECTED] co.uk ; [EMAIL PROTECTED] se ; majulahindonesia@ gmail.com >; [EMAIL PROTECTED] nl ; debat_islam- [EMAIL PROTECTED] ups.com ; >kebenaranislam@ yahoogroups. com ; [EMAIL PROTECTED] .com ; >putra_semarapura@ yahoo.com ; [EMAIL PROTECTED] com ; sedangbingung@ >yahoo.com ; serikat_indonesia@ yahoo.com ; [EMAIL PROTECTED] com ; >abu.zubair1973@ gmail.com ; [EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] com ; >achmad.muzamil@ conocophillips. com ; ancient_gotyk@ yahoo.com ; >angel_230681@ yahoo.com ; [EMAIL PROTECTED] net.id ; mhdsimatupang@ gmx.de ; >[EMAIL PROTECTED] co.id ; [EMAIL PROTECTED] nl ; tionghoaindonesia@ yahoo.com >; >taufiqism500@ hotmail.com ; [EMAIL PROTECTED] com ; >teguhdjojoargono@ yahoo.com ; [EMAIL PROTECTED] p.co.id ; ><mailto:sahana%40cbn.net>[EMAIL PROTECTED] id ; al-ukhuwah-islamiya >[EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] com ; >riri_fawzan@ yahoo.gr ; tionghoaindonesia@ yahoo.com ; ><mailto:sahana%40cbn.net>[EMAIL PROTECTED] id ; Andik.Yudiarto@ antam.com ; ><mailto:anggun%40lge.com>[EMAIL PROTECTED] >Sent: Wednesday, June 25, 2008 4:30 PM >Subject: Pria Berpistol di Monas ..... > >Pria Berpistol di Monas Ternyata Memang Massa AKKBB >Oleh : Redaksi 25 Jun 2008 - 4:00 pm > >Teka-teki siapa pria berpistol dengan kostum AKKBB dalam rusuh Monas, Ahad >(1/6) akhirnya terkuak. Dia adalah Brigadir Kepala Iskandar, anggota >polisi Polres Metro Tangerang. Iskandar telah ditangkap satuan provoost >polisi di kediamannya di Tangerang dan kini masih dalam penyidikan. > >Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Bripka Iskandar saat ikut aksi AKKBB di >Monas bukan dalam rangka tugas kepolisian, namun inisiatif pribadi. "Dia >mengantar mertua, isteri, dan anak karena diundang Ahmadiyah, " ujar Kadiv >Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, di Mabes Polri Jakarta >(23/6). > >Saat ditanya apakah itu berarti Iskandar seorang pengikut aliran sesat >Ahmadiyah? Abubakar mengelak, "Kita masih teliti. Masih dalam pemeriksaan >provoost." > >Namun Abubakar menambahkan bahwa mertua, isteri, dan anaknya memang ikut >aliran sesat Ahmadiyah. > >Walau AKKBB mengaku Bripka Iskandar bukan anggotanya, tapi sudah jelas >keikutsertaan Iskandar dalam demo provokatif AKKBB di Monas awal Juni lalu >adalah bagian dari massa AKKBB. Sebab, jika bukan anggota, mengapa >Iskandar dibiarkan ikut, malah ikut mengenakan pita merah tanda anggota >AKKBB di lengan kiri. Seharusnya, korlap demo AKKBB mengusir Iskandar jika >Iskandar memang bukan bagian dari massa AKKBB. > >Sebab itu, Polri seharusnya lebih serius dan lebih adil dalam menangani >kasus rusuh Monas ini. Habib Rizieq harus dibebaskan karena tidak bersalah >demi hukum. Dan yang harus diseret ke dalam penjara adalah aktor-aktor >intelektual AKKBB baik yang berada di lapangan maupun yang menskenariokan >bentrok, karena mereka memang menginginkan rusuh dalam aksi tersebut. > >Kelompok Ahmadiyah juga harus ditangkap agar bisa diperiksa secara >intensif mengapa dalam aksi di Monas awal Juni lalu tersebut melakukan >provokasi dengan mendekati kelompok umat Islam di mana FPI ada di sana, >padahal itu bukan jalur aksi unjuk rasa AKKBB. Kita tunggu keberanian >Polri untuk bersikap adil dalam membongkar kasus rusuh Monas, sebab jika >tidak, jangan salahkan jika umat Islam bertindak sendiri menegakkan >keadilan agama Allah SWT ini dalam kasus tersebut. > >sumber : MetroTV > >[Non-text portions of this message have been removed] > >[Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed]

