Masalahnya bukan dia Ahmadiyah atau bukan.. Tapi bahwa dia mengacungkan pistol setelah diserang FPI Bukan sebagai tindakan provokasi seperti yang dituduhkan selama ini
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Satrio Arismunandar Sent: 26 Juni 2008 9:04 To: [email protected] Cc: HMI Kahmi Pro Network; jurnalisme; news Trans TV; Forum Kompas; Syiar Islam; kampus tiga Subject: [ppiindia] Jika polisi, membawa keluarganya yang Ahmadiyah, ikut demo massa AKKBB.... Soal polisi pembawa pistol (yang diklaim sebagai pistol mainan) itu membawa keluarga (anak, istri, mertua) nya, yang diakui sebagai pengikut Ahmadiyah, hal itu sudah dinyatakan tegas oleh Humas Polri, berdasarkan pemeriksaan terhadap polisi bersangkutan. Saya bertemu langsung dan mendengar langsung keterangan itu dari Kadiv Humas Polri di Mabes Polri Jakarta kemarin. Kata Kadiv Humas, polisi itu di sana TIDAK dalam tugas. Jadi dia pergi ikut massa AKKBB atas inisiatif pribadi. Persoalan jadi makin rumit..... Kalau dia sekedar anggota intel, yang bertugas menyusup dan menyamar untuk memberi pengamanan, saya malah bisa paham. Memang tugas polisi untuk mengamankan situasi. Tapi kalau dia sendiri anggota Ahmadiyah?

