Salam, Memangnya kenapa dengan Ahmadiyah? Baru kena SKB saja sudah didiskrimiasi, kehilangan hak membela diri. Sungguh biadab. Seorang polisi, sedang bertugas maupun tidak, terpanggil untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menenangkan kerusuhan. Terlebih-lebih untuk keluarga sendiri. Apa kata keluarga, kalau ada yang celaka saat sedang pergi dengan anggota polisi. "Mosok polisi nggak bisa melindungi?" Nah, kan. Salah lagi. Hal yang sama berlaku untuk wartawan, sedang dalam tugas atau tidak, bila ada kejadian, secara otomatis wartawan harus melakukan koordinasi dengan redaktur piket. Syukur-syukur ikut meliput. Setidaknya ini yang berlaku di media saya. Polisi terikat kontrak untuk menjaga ketertiban hukum sipil di masyarakat. Sedang dinas maupun tidak. Sama dengan tentara yang siap siap setiap waktu membela negara asing. Lihat saja film "Die Hard". Memangnya Bruce Willis sedang dalam tugas, ketika menghajar teroris yang merampok dan menyandera isterinya ? Nggak nyambung?! Sama...
Wassalam, Dimas. --- In [email protected], "asih prasetya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Masalahnya bukan dia Ahmadiyah atau bukan.. > > Tapi bahwa dia mengacungkan pistol setelah diserang FPI > Bukan sebagai tindakan provokasi seperti yang dituduhkan selama ini > > > > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of Satrio Arismunandar > Sent: 26 Juni 2008 9:04 > To: [email protected] > Cc: HMI Kahmi Pro Network; jurnalisme; news Trans TV; Forum Kompas; Syiar > Islam; kampus tiga > Subject: [ppiindia] Jika polisi, membawa keluarganya yang Ahmadiyah, ikut > demo massa AKKBB.... > > Soal polisi pembawa pistol (yang diklaim sebagai pistol mainan) itu membawa > keluarga (anak, istri, mertua) nya, yang diakui sebagai pengikut Ahmadiyah, > hal itu sudah dinyatakan tegas oleh Humas Polri, berdasarkan pemeriksaan > terhadap polisi bersangkutan. Saya bertemu langsung dan mendengar langsung > keterangan itu dari Kadiv Humas Polri di Mabes Polri Jakarta kemarin. > Kata Kadiv Humas, polisi itu di sana TIDAK dalam tugas. Jadi dia pergi ikut > massa AKKBB atas inisiatif pribadi. > Persoalan jadi makin rumit..... Kalau dia sekedar anggota intel, yang > bertugas menyusup dan menyamar untuk memberi pengamanan, saya malah bisa > paham. Memang tugas polisi untuk mengamankan situasi. > Tapi kalau dia sendiri anggota Ahmadiyah? >

