ckkk..cckkk...

memang sudah lumayan hebat nih onta-onta berkoar2, masa iya metro tv
nulis sampah kayak gini?
setahu saya metro itu liberal, dan ga mungkin jg redaktur dan jurnalis
mereka segoblok dan sekerdil itu utk nulis "oleh :redaksi" tapi di
kolongnya ada metro tv.
dan ga mungkin jg orang2 intelek di metro tv nulis2 bawa alaah swt
segala dan berisi kutukan. hehehe... 
mas kalo mau ngibul jangan disini deh, malah keliatan dangkalnya.

ckk..ckk...
dimana ada bangkai, disitu ada lalat dan tentu baunya jg bau busuk.
onta2 memang luar biasa, mutar balikkan fakta tapi keliatan boroknya.

ckk..ckkk..ckk...
sekolah dulu deh sana, jangan kebanyakan makanin ocehan onta bandot
tukang hasut.





> 
> Pria Berpistol di Monas Ternyata Memang Massa AKKBB
> Oleh : Redaksi 25 Jun 2008 - 4:00 pm 
> 
> Teka-teki siapa pria berpistol dengan kostum AKKBB dalam rusuh
Monas, Ahad (1/6) akhirnya terkuak. Dia adalah Brigadir Kepala
Iskandar, anggota polisi Polres Metro Tangerang. Iskandar telah
ditangkap satuan provoost polisi di kediamannya di Tangerang dan kini
masih dalam penyidikan.
> 
> Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Bripka Iskandar saat ikut aksi
AKKBB di Monas bukan dalam rangka tugas kepolisian, namun inisiatif
pribadi. "Dia mengantar mertua, isteri, dan anak karena diundang
Ahmadiyah, " ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar
Nataprawira, di Mabes Polri Jakarta (23/6).
> 
> Saat ditanya apakah itu berarti Iskandar seorang pengikut aliran
sesat Ahmadiyah? Abubakar mengelak, "Kita masih teliti. Masih dalam
pemeriksaan provoost." 
> 
> Namun Abubakar menambahkan bahwa mertua, isteri, dan anaknya memang
ikut aliran sesat Ahmadiyah.
> 
> Walau AKKBB mengaku Bripka Iskandar bukan anggotanya, tapi sudah
jelas keikutsertaan Iskandar dalam demo provokatif AKKBB di Monas awal
Juni lalu adalah bagian dari massa AKKBB. Sebab, jika bukan anggota,
mengapa Iskandar dibiarkan ikut, malah ikut mengenakan pita merah
tanda anggota AKKBB di lengan kiri. Seharusnya, korlap demo AKKBB
mengusir Iskandar jika Iskandar memang bukan bagian dari massa AKKBB. 
> 
> Sebab itu, Polri seharusnya lebih serius dan lebih adil dalam
menangani kasus rusuh Monas ini. Habib Rizieq harus dibebaskan karena
tidak bersalah demi hukum. Dan yang harus diseret ke dalam penjara
adalah aktor-aktor intelektual AKKBB baik yang berada di lapangan
maupun yang menskenariokan bentrok, karena mereka memang menginginkan
rusuh dalam aksi tersebut.
> 
> Kelompok Ahmadiyah juga harus ditangkap agar bisa diperiksa secara
intensif mengapa dalam aksi di Monas awal Juni lalu tersebut melakukan
provokasi dengan mendekati kelompok umat Islam di mana FPI ada di
sana, padahal itu bukan jalur aksi unjuk rasa AKKBB. Kita tunggu
keberanian Polri untuk bersikap adil dalam membongkar kasus rusuh
Monas, sebab jika tidak, jangan salahkan jika umat Islam bertindak
sendiri menegakkan keadilan agama Allah SWT ini dalam kasus tersebut.
> 
> sumber : MetroTV
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>  
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke