Sdr Hendro ini kalau bikin tanggapan, baca dulu yg bener Siapa, yang bilang Kwarnas harus ngatur sekolah,( " Kata anda dulu, Kwarnas mana bisa ngatur sekolah." ) Saya berpendapat : Dan yang paling penting adanya PERATURAN KWARNAS > YANG MELARANG PEMAKAIAN > SERAGAM PRAMUKA DISEKOLAH KECUALI PADA ACARA > KEPRAMUKAAN.( Supaya orang tua > murid tidak dibebani - keharusan - membeli seragam > Pramuka - padahal anaknya > tidak aktif di GP
Karena banyak masyarakat - yg saya tahu disekeliling kampung, dimana orang tua saya tinggal - sering merasa keberetan kalau anaknya setiap hari sabtu harus pakai seragam GP, belum jumat pakai baju muslim, terus hari apa lagi harus seragam Olah Raga - Sedangkan untuk, membeli seragam sekolah & bukupun mereka sudah repot Tapi kalau sekolah tetap mewajibkan, ( ini lucu : karena sekolah sudah bisa mewajibkan seragam organisasi diluar kewenangannya ) KWARNAS mau bisa apa ?( selain mohon - sambil berlutut kalau perlu - kepada departement yg ngurus sekolah ) karena itulah kenyataan di negeri tercinta, paling tidak KWARNAS sudah peduli pada orang tua yg kurang mampu Soal Pengakap mau seribu macam seragam itu urusan mereka - Dan jangan lupa ekonomi mereka sudah jauh lebih baik dari pada RI - " Masa dasi pakai lambang kitri. Jelek banget dan tidak punya makna. " Saya kira ucapan ini tidak bijak keluar dari seorang pelatih ! wujudnya saja belum ketahuan sudah bisa katagorik " itu jelek banget dan tidak punya makna" Saya jadi ingat anak saya ( ketika seumur siaga) waktu mau dikasih " Surabi", belum saja dicicipi sudah bilang tidak enak. Tahukah anda bahwa ada dasi yang penuh dengan lambang kepanduan dunia ( walaupun bukan dasi seragam resmi) - , dan yang menjual - bukan toko sebelah, tapi kedainya pandu dunia Soal bagus - jeleknya - logo GP di dasi tinggal bagaimana caranya supaya bagus, dan soal makna apa bedahya dengan di krah baju atau di saku - di topi - di peci - di baret - diikat pinggang - ditanda jabatan andalan - dan dibanyak lagi. Dan kalau anda benar benar " positif thinking" anda bisa mengerti maksud yang sebenarnya, Supaya di dasi itu ada " trade mark" nya GP, dan tidak setiap orang bisa membikin tanpa membayar " hak cipta" kepada GP Soal setengan leher pa-pi sama( modelnya ) , mengingat kepada BP & nyonya.( BS /GG) - tapi kalaupun tetap pakai pita leher karena unik, mungkin benar karena di GP ini banyak yang unik ! Setengan leher PUTRA PUTRI SAMA, ( maaf kalau > salah: saya belum melihat > PITA LEHER DI KEPANDUAN MANAPUN DI DUNIA ) dengan > logo GP - supaya bisa > didaftar hak ciptanya - tidak setiap orang bisa > bikin tanpa ijin Pramuka dan > membayar hak ciptanya , JUGA BAGI ATRIBUT ATRIBUT > LAINNYA. Semuanya itu hanya pendapat saya untuk GP, dan pada pendapat pendapat lainnya walaupun saya tidak sependapat, saya tetap menyampaikan rasa hormat saya, dan bersyukur karena masih banyak yg peduli terhadap GP. Terima kasih Salam Tata [Non-text portions of this message have been removed]

