Harus diakui gardner salahsatu yang berhasil memetakan lokasi 
'cerdas' & lokasi 'pintar'. 

Dari doeloe, cerdas itu hasil "kunyahan" informasi & data 
oleh sekujur tubuh yang kemudian disetujui sebagai kuda-kuda 
untuk bereaksi maupun sebagai titik-berdiri untuk beraksi. 
Singkatnya, hasil pergulatan mind; body; & soul. 

Sedangkan 'pintar', lebih kepada hasil konsentrasi pikiran pada 
masalah yang tersaji tanpa harus melibatkan soul, body, bahkan 
juga mind, karena targetnya cuma memproduksi 'thought'. 

Dalam bermusik misalnya, kang peno a.k.a Braga Stone bisa dikata 
cerdas karena dalam keadaan gelap gulita bisa menghibur orang 
dengan sesuatu yang bermain di jiwanya pada lokasi yang tepat 
(Jl. Braga) - dengan faktor yang berbeda barangkali setaralah dia 
sama beethoven.. (nggak terlalu salah juga kalau orang bilang 
'cerdas' itu berkaitan dengan bakat). Sementara, yang bermusik 
dengan 'pintar' ya semua grup replika dari Indonesia... yang 
sudah barang tentu mereka semua lebih "cerdas" dari Duran Duran 
atau pemusik tekno lainnya, hahaha! 

Cerdas sering juga diukur dengan permainan catur. Maksudnya, 
pecatur yang menang melulu biasanya disebut cerdas. Padahal, 
pecatur yang cerdas nggak selalu butuh kemenangan, apalagi 
dengan segala cara - melahap pion pake menteri misalnya. 

Nah, salahsatu pelajaran tentang 'cerdas' lewat film catur 
yang berkesan adalah Searching for Bobby Fisher. Banyak 
pergulatan pikiran (dan batin) di sana. Antara lain ketika sang 
bocah yang diam-diam berbakat main catur (tapi juga suka 
permainan lain seperti bocah kebanyakan) coba diarahkan sang 
ayah untuk jadi pecatur yang baik & benar dengan memanggil 
guru catur yang akademik, 

http://www.youtube.com/watch?v=gwXzOVu0x-U

Tetapi hasil pergulatan mind, body, & soul si bocah memberinya 
sikap yang jelas, 
http://www.youtube.com/watch?v=k9pFp6iRVM0

Cantiknya lagi, film ini nggak melupakan reaksi cerdas 
seorang bocah terhadap 'kegembiraan',
http://www.youtube.com/watch?v=sSV2IFNgqI4

--- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote:

> bidang saya bukanlah kejiwaan. tapi kalau tetap merajuk pada
> artikelnya howard gardner yg berpesan mengenai kecerdasan alami
> yg dilahirkan, maka contoh kasus si sandi kecil ini gak masuk
> kategori sbg kecerdasan majemuk (multiple intelligence).
> 
> ada yg disebut dgn social intelligence, secara awam diterjemahkan
> sbg kecerdasan dalam menyerap tiap aspek dari lingkungan sekitar
> terutama pengaruh dari orang lain, mirip kecerdasan inter-personal
> atau kemampuan interaksi (people intelligence) menurut gardner.
> 
> upaya pemilahan ini sekaligus dapat sbg pembenaran bahwa telah
> terdapat perbedaan makna antara "cerdas" (internal) dgn "pintar"
> (tinjauan eksternal), seperti melalui contoh sandi di bawah ini.
> pintar merokok karena lingkungan dan penilaian lingkungannya, gak
> berarti ia telah cerdas untuk merokok karena pola pikir sendiri.
> namun kecerdasan inter-personal seorang sandi yg dibesarkan pada
> lingkungan bengkel, contohnya, dipastikan sanggup mengakselerasi
> kepintarannya kelak untuk menciptakan mesin super irit, atau
> kemampuan sosial kalo gak kejebak di kampung proletar ini ;o) 
> 
> 
> --- Musik hari Ini <musikhariini@...> wrote:
>
> > Bisa jadi seperti itu Duke,Contoh nya si Sandi kecil ini
> > 
> > Kalau saja "Campur tangan Orang lain" dilingkungan sekitar
> > Mengerti sedikit saja tentang Nilai2 baik anak ini pasti
> > luar biasa
> > 
> > Saya kira kalau Sandi tinggal dilingkungan bengkel mobil
> > pasti dia bakalan bisa menciptakan mesin2 super Irit bahan
> > bakar,atau menjadi Master Catur tersohor kalau bapak nya
> > hobby maen catur atau Jadi Politikus ulung kalau bapaknya
> > pengurus RT/RW atau Menjadi jendral kalau bapak nya dines
> > Tentara Bisa juga jadi musikus yang hebat kalau emaknya sering
> > bersenandung Anak luar biasa seperti ini pasti sangat mudah
> > menerima pelajaran
> > Jangan kan bersekolah Di umbar saja pasti jadi anak genius
> > 
> > http://youtu.be/1IsEiW_f-7s
> > 
> > 
> > ________________________________
> >  From: liver_duke <endyonisius@...>
> >  
> > > cerdas biasanya karena berfikir, tetapi blum tentu pintar.
> > > pintar biasanya ada campur tangan dari penilaian orang lain,
> > > meski orang lain itupun belum tentu cerdas dan berfikir ;o)
> > > 
> > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
> > >
> > > > Menarik.
> > > > 
> > > > Malas di kelas tapi bandel 
> > > > itu menunjukkan anak berpikir 
> > > >
> > > > :) 
> > > > 
> > > > --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote:
> > > > 
> > > > > http://endyonisius.blogspot.com/2012/04/kecerdasan-majemuk.html
> > >
> >
> 




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke