________________________________
 From: ajeg <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Thursday, May 3, 2012 10:00 PM
Subject: Re: [proletar] Kecerdasan Majemuk
 


  Ciamik. 


Pemikiran JJR itu banyak berkutat seputar 'resiko' & 
'konsekuensi'. Berurusan dengan alam, menurut saya, 
lebih ke faktor konsekuensi; manusia tidak bisa 
mengatur atau mengubah kondisi alam yang sedang terjadi. 
===========================
Maka dari itu ia menyerukan pola pendidikan 
kembali ke alam. 
Karena ada dorongan alamiah dalam diri Kita Itutuh cinta 
diri (selflove)
Ini engak sama dengan egoisme sebab egoisme ada dalam 
masyarakat
&bukan dasar dari manusia,Cinta diri Yang se-bener2 nya harus sesuai dengan alam


Bocah yang tersiram air panas itu misalnya, dia tidak 
bisa mengelak dari kondisi panasnya air. Ini ya sejalan 
saja dengan hukum alam: bermain air basah, bermain api 
terbakar - hanya saja digabung sehingga si bocah basah 
dan terbakar. Itu konsekuensi yang dia terima bila 
tersiram air panas. Bila belum tersiram, maka si bocah 
baru dibayangi resiko dari permainannya. Akal yang 
mengandung pengalaman bisa bekerja untuk menghindari atau 
memperkecil resiko yang ada. 
======================


Diibaratkan ketika seorang anak kecil yang dihadapkan pada dua hal 
yang berbeda
Roti & Api Itu anak kecil yang tak mempunyai 
pengetahuan & pengalaman apa2 tentang kedua hal tersebut
Pasti memilih api Karena lebih menarik Dari Roti.
Ketika api tersebut dipegang, maka seketika itu pula dia 
menarik tangannya karena rasa panas yang timbul.Dari perumpamaan di atas, kita 
dapat menarik mengambil  bahwa 
dimisalkan pengalaman anak kecil yang menarik tangannya seketika saat 
api disentuhnya adalah sebuah pendidikan, maka akan timbul suatu rasa 
keingintahuan apa ini dan aapa itu mengapa ini panas ? Maka inilah yang 
di-sebut2 sebagai elmu pendidikan.



Yang bikin tercengang dari pemikiran JJR dalam konteks 
'resiko' adalah ketika dia bertanya, apakah orang yang 
menempuh resiko dengan lompat dari jendela untuk 
menyelamatkan diri dari gedungnya yang terbakar bisa 
dipersalahkan sebagai tindakan bunuhdiri? 
===========================
Karena hidup ada Enak ada ketidak enakan maka dari itu
rohani &Jasmani kudu diasah sepanjang Hayat dikandung badan
Jasmani harus kuat untuk Sanggup menahan penderitaan hidup Lahir&batin. 
Indera Kudu dilatih karena tanggapan semuanya melalui indera
Maaf kalau saya Menggurui:Jangan kayak Orang yang Tinggal di Ledeng Belanda
Cuman Paha Doangan yang diGedein Otak di Kosongin.


Keliatannya pelik juga pikiran JJR di kasus ini. 
===================
Saya kira Isi pikiran JJR tidak begitu Pelik
Yang Lebih pelik Lagi Dari itu Yaisi Pikiran Si Uplik Yang Tinggal Di Ledeng.

Tapi okelah, kiprah JJR dalam berpikir bisa ditempatkan 
sebagai butiran pemikiran yang ikut menyusun pemahaman tentang 
hubungan manusia dengan alam dan lingkungan sosial yang 
kita kenal dewasa ini. 
===============
Di sini yang dipersoalkan adalah ketidaksamaan moral dan politis
bukan 
ketidaksaman alamiah, sebab alam tak bisa dipersalahkan 
dalam 
memberi bakat yang berbeda-beda
Sedangkan kebudayaan dengan sengaja 
membuat manusia menderita 
karena ketidaksamaan,Kalaupun kebudayaan 
menciptakan kesaman
misalnya kesamaan di antara para Bajingan dalam rejim 
despotis
menurut JJR, kesamaan ini adalah hasil korupsi keadaan 
asli
maka Pasti menghasilkan penderitaan2 belaka


Kasus lompat jendela seperti itu masih menyisakan pertanyaan 
yang bersifat amat personal; tergantung motivasi si pelompat. 
Sebab, mestinya, dia tau saat itu bukan lagi berhadapan dengan 
'resiko', melainkan dengan 'konsekuensi' yang disajikan gravitasi. 
Selebihnya, dalam urusan sosial, lewat ilmu & teknologi 
arsitektur serta keamanan / pemadam, manusia terus berupaya memperkecil 
timbulnya 'resiko' pada kasus seperti itu. 
=====================
Saya setuju Sekali 100%tergantung motivasi si pelompat. 
Sebab dia Pasti tau saat itu bukan lagi berhadapan dengan 
'resiko', melainkan dengan 'konsekuensi' 


Dalam urusan sosial, di posting kemarin ada juga saya singgung 
soal 'resiko' pendidikan yang kini bermutasi jadi 'konsekuensi'. 
==================
Pendidikan saat ini Mendorong Si siswa Menjadi Superman 
......Preman.....Playboy&Perex
Lantas jadi koruptor Betul saya selalu Mengikuti Tulisan anda

--- Musik hari Ini <musikhariini@...> wrote:

> J.J. Rousseau dengan aliran negativisme dalam pendidikan, 
> berpendapat bahwa pendidikan bagi anak manusia tak berguna. Semua 
> pembawaan anak adalah baik. Ia membiarkan anak berkembang sendiri 
> dan menyerahkannya kepada alam. Kalau anak berbuat salah, biarlah 
> alam yang menghukumnya, anak akan menderita sebagai akibatnya. 
> Hukuman semacam ini dinamai hukum alam.
> Contoh, anak bermain dengan air panas dan akhirnya tersiramlah 
> kakinya. Anak dibiarkan merasakan kakinya sakit, hukuman lain tidak 
> ada baginya. Dari hukuman alam tersebut, anak akan menerima 
> pendidikan dan berusaha tidak menjalankan permainan yang berbahaya 
> itu lagi
> 


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke