--- "arra_s" <arra_s@...> wrote:
> 
> > Padahal, untuk merombak cara bernegara tidak cukup hanya dengan 
> > mengganti pemerintahan, tetapi pertama-tama -dan terutama- adalah 
> > kesiapan masyarakatnya untuk juga merombak pola pikir, perilaku 
> > serta budayanya. 
> > 
> 
> sepertinya merombak pola pikir, perilaku serta budaya masyarakat, 
> ngga terlalu sulit buat jaman sekarang... tersedia beragam media : 
> TV, surat kabar, internet dengan milis dan facebook nya, BBM dll
> mengagumkan hasil nya, bisa menggiring rakyat kemana suka...  
> contoh ter update... masalah "lady gaga".. hanya hitungan hari, 
> hampir seluruh lapisan masyarakat mengenal siapa lady gaga, dengan 
> versi persis seperti yang dimunculkan di media media.... 

Itu sebabnya yang dilakukan Untung cs di awal geraknya adalah 
menduduki RRI, dan kemudian Orba menguasai TVRI sambil mengekang 
kantor-kantor pemberitaan dengan "ijin usaha" penyiaran, 
penerbitan, bahkan sampai ijin keramaian. Semua itu sesuai saja dengan 'teori 
pengendalian pola pikir & perilaku khalayak' :) 

Tinggal, kekang itu mau dikalungkan pada apa? Kuda, keledai, 
Porche, Mustang, anjing husky, atau dipake sendiri kayak si 
kusir uplik itu. 


> -------
> 
> dulu era soeharto banyak rencana yg di turunkan dari GBHN, seperti 
> rencana jangka panjang, rencana jangka pendek, yg nanti nya di 
> turunkan lagi dalam bentuk rencana dan strategi….
> tetapi kurang berbunyi, selain bahasa nya susah, arah nya juga 
> kurang jelas…  
> mungkin jelas bagi para penyusun nya, tetapi apalah artinya kalau 
> bunyinya tidak sampai kepada para pelaksana..
> 
> era Reformasi apakah masih ada rencana2 seperti ini? 
> mungkin makin ngga jelas, karena lebih banyak dikelilingi sama 
> politikus pro uang dan kekuasaan  bukan oleh teknokrat, ekonom, 
> atau profesional yg pro kerakyatan..

Masih ada, namanya SPPN (Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional). 
Bedanya, kalau GBHN dulu disusun majelis rakyat untuk dilaksanakan 
presiden (mandataris), sekarang sejak perubahan UUD'45 SPPN dikarang
sendiri oleh presiden untuk dikerjakan Bappenas. 


> 
> mungkin kalau semua politikus di buang, indonesia bisa berlari….  
> layak dicoba…

Enggak. Bagaimanapun, tatanan masyarakat tetap butuh politisi 
yang betul-betul paham mengenai policy, sebab merekalah yang 
paling mahir teknis pelaksanaan suatu kebijakan. Persoalannya sekarang, 
politisi yang tersedia hanyalah para janitor di partai 
lama yang pindah kerja ke partai baru demi menduduki posisi 
pimpinan / pengurus partai. 





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke