--- "rezameutia" <rezameutia@...> wrote:
> 
> Tetap banyak pula alasan mengapa kita harus tetap optimis.
> Salah satunya adalah freedom of expression. 

Optimis itu selalu, dan perkara freedom of expression sudah 
dijamin Pasal 28 UUD'45. Hanya saja selama Orba orang males 
berurusan dengan anjing-anjing Soeharto. 


> 
> Pemilu 2014 merupakan ajang pemilihan pemimpin, yang walaupun tidak 
> perfect, tetapi tetap merupakan pemilihan pemimpin yang bebas dan 
> fair. 

Ya, ini lucu. Berani merombak sistem bernegara tapi nggak 
berani merombak sistem pemilu. Artinya, ini cuma reformasi 
orang, bukan reformasi menyeluruh. 


> 
> Saat ini kedaulatan benar2 berada di tangan rakyat.

Belumlah. Kalau surat suara menyediakan kolom pilihan abstain 
nah itu, baru ada itu kedaulatan rakyat dalam memilih dst. 


> 
> Dalam bidang ekonomi sudah tidak perlu dibahas lagi karena 
> pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% per tahun dengan steady 
> disebabkan ekonomi sudah kuat secara fundamental sehingga tidak 
> terpengaruh ketika terjadi resesi dunia tahun 2008/2009. 
> 
> Pendapatan secara masyarakat secara steady improve dan 
> mengakibatkan 'ledakan' di kelas menengah. Seperti sudah kita 
> ketahui, GDP per kapita 14 tahun yang lalu sebesar $700 sekarang 
> menjadi hampir $4,000. 

Soal ekonomi masih bisa diperdebatkan panjang-lebar, terutama 
antara angka-angka yang disebut pemerintah dan realita di 
masyarakat. 


> 
> Indonesia juga mendapatkan pujian dan repect sebagai negara 
> demokrasi ketiga terbesar di dunia setelah India dan Amerika 
> Serikat. Sistim demokrasi Indonesia diadopsi oleh Tunisia, Mesir 
> sebagai contoh setelah negara tersebut mengalami transisi dari 
> otoriter menuju demokrasi. 

Ati-ati dengan pujian Barat. Ingat, bagaimana mungkin puluhan 
pemuda Timtim memanjat pagar tinggi kedubes AS di JKT saat 
presidennya berkunjung ke Indonesia. Puluhan orang. 


> 
> Pemimpin harus menyadari untuk dapat mengakomodasi dan mendengarkan 
> suara dari masyarakat 'the poorest of the poor' jika ingin 
> mendapatakan suara. 

Ya betul. Reformasi harusnya mengakomodir tidak adanya orang 
yang seperti itu supaya jangan lagi pilihannya cuma yang terbaik 
di antara yang buruk. Orang harus diberi kesempatan untuk bilang 
tidak pada yang buruk-buruk. Bukan memilih yang "mendingan". 


> 
> Tiada jalan lain bagi pemimpin Indonesia untuk 
> mengikuti program seperti Cina, "Untuk mengatasi kemiskinan maka 
> harus dibuat jalan (Infrastruktur)". 

Tiada yang bisa diharap dari pemimpin "mendingan". 


> 
> Indonesia sekarang ini jelas lebih maju dan lebih sejahtera 
> dibandingkan dengan 14 tahun yang lalu. Seperti ibaratnya dalam 
> langkah berdansa, maka sekarang ini reformasi merupakan 'two step 
> forward and one step backward'. 

Maju enggaknya masyarakat nggak bisa diukur dari ruang 
(dibandingkan dengan negara lain) dan waktu (masa lalu/depan), 
tapi dari kemampuannya mengatasi masalah-masalahnya sendiri. 
Sudah berdikarikah dia atau masih berdiri di kaki orang lain 
(dititah-titah macam balita belajar jalan). 


> 
> Don't ever let the music stop.  Keep doing the reformasi dance... 

Yeah, sip. 
jangan biarin kuping dengerin kibulan 
pemerintah melulu, 

http://www.youtube.com/watch?v=pPLDL5-UEMU

they don't give you a right, 
they just giving you a fight 





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke