--- "arra_s" <arra_s@...> wrote:
>
> saya memang salah satu dari para kebanyakan dalam hal musik,
> namun saya tidak begitu perduli apakah bitels berbeda dgn
> kusplus.. saya lebih kepada penikmat perbedaan..

nice .. yg jelas antara bitels dgn kusplus banyak perbedaan
dan dapat mengobral kenikmatan khusus bagi penikmat perbedaan,
hanya sekadar pandangan dan saran remeh.

 
> >.. para kepala batu itupun tetap mengabaikannya
> > sembari mati2an mempertahankan paham mereka secara kolektif yg
> > disebut doktrin.
> 
> perlu dijelaskan siapa para kepala batu disini ?

secara objektif tapi umumnya, mewakili para "comfort-zoner".


> dan paham mana yg secara kolektif di pertahankan mati matian..

salah satu pendukung bagi para "comfort-zoner", adalah dukungan
kolektif seperti belt security para bebek berikut kawanannya.


> apakah "agama" yg dimaksud? menurut saya sebuah agama menjadi
> sebuah doktrin atau sebuah panduan, tergantung bagaimana si 
> pemeluk nya menterjemahkan isi dari ajarannya.. saya sendiri
> memisahkan antara kitab suci dan sang pencipta dalam hal
> kesempurnaan..  sang pencipta jelas sempurna.. dia yg menciptakan
> jagat dan isinya, entah dgn cara evolusi atau lain sebagainya..
> sedang kan kitab suci, saya hanya mengambil yg saya mengerti saja
> (yg masuk kapasitas logika saya ).. saya tdk menganggap isi kitab
> suci sempurna, di karenakan sudah ada sentuhan karya manusia..
> karena itu saya menikmati diskusi agama, pinpin, reza, habe dll
> disini, karena disajikan dgn cerdas dan membuka cakrawala baru..
> sukur sukur ada yg bisa masuk logika saya..

no comment, meski bisa relevan. frankly, saya anti bicara "agama"
kecuali dalam ritual rock'n'roll atau "agama" liverpudlian cs.

 
> > ..salah satu ciri2 para kebanyakan ini adalah
> > lebih mudah mencari alasan sbg pembenaran, jika perlu dgn cara
> > mengalihkan topik atau yg sering disebut jusfiq, "memfitnah" 
> > ketimbang mencari tahu sbg kebenaran bahkan nyali bertanya.
> > ibarat para divers saban turun 1 m, mereka kudu equalizing.
> 
> perlu di perjelas juga siapa para kebanyakan disini..

masih sama, para "comfort-zoner", jika belum keberatan.


> kalau anda menujukan kepada saya seorang, dgn senang hati akan
> saya jawab, namun saya enggan mewakili "para kebanyakan" karena
> para kebanyakan ini punya suara sendiri..

memang sulit ketika satu bebek dari kawanannya diminta bersuara ;o)

 
> > inisiatif pemilahan berdasarkan 6 asumsi, adalah reaksi cerdas.
> 
> he3x trims di bilang cerdas..

my compliment ..


> kalau pakai "term" nya si Uplik, tentunya dia sudah cuap cuap
> ada 6 fitnahan.. 
> namun saya lebih memilih asumsi, 
> buat "akang ade" niru sebutan kamu Duke.. kalau saya pakai kata
> "fitnah" disini akan terdengar terlalu keras dan berlebihan..
> karena saya tidak melihat si akang menggunakan kata ini..

sebelum terjadi salah paham atau prejudice, asumsi yg gak relevan
sebaiknya dihindari untuk melebar, kecuali dpt menjaga konteksnya.
sekali lagi, hanya sekadar pandangan dan saran remeh.
 
> > namun reaksi saja gak cukup kalau eksekusi akhirnya gak terjadi
> > gol
> 
> eksekusi seperti apa yg anda harapkan..
> apakah berharap saya mengiyakan atau membantah 6 asumsi tsb? 
> dengan kata lain saya membeberkan informasi ttg saya?
> c'mon, saya tdk sedungu itu..

burden of proof berada di pihak anda yg membuatnya.
oya, satu lagi sebelum berlarut dan jadi kebiasaan buruk.
setelah di atas saya mengatakan anda cerdas dan bisa diterima,
jangan lantas berharap saya ganti menuduh dungu. itulah fitnah.

 
> atau anda berharap saya ber argue tentang Islam?
> ( bukan juga, anda tulis ke AA, bahwa anda tak selera dgn yg ini..)

nice ..

 
> atau anda berharap yg lain?
> coba dijelaskan.. untuk anda saya selalu punya mood buat menjawab..

jika trigger ini masih perlu penjelasan, lebih baik disudahi.
karena rencana besok saya mo diving dan hunting foto bawah air. 


> > "kim" <kimhook@> mungkin vulgar dalam menyikapi
> 
> rada males ngomentarin yg ini, karena timbangan kliatan berat
> sebelah..

not my problem, let's skip

 
> > tapi pula dgn lantas menanggapi jadi "pingin kenalan ya", adalah
> > keluar dari esensi. 
> 
> si akang lah yg memulai keluar dari esensi, dgn menulis 6 asumsi..
> tanpa asumsi, saya welcome saja diskusi ttg agama dari perspektif perempuan.. 
> ( walaupun saya sdh tulis untuk yg beginian saya tertinggal di belakang)..
> dari 6 asumsi inilah saya menanggapi bahwa si akang pingin
> kenalan, pingin tahu info ttg saya..

itu menurut anda, tapi kok enggak begitu asumsinya menurut saya?
gak ada yg keliru dgn 6 asumsi, sekaligus konsisten ketika saya
sudah berikan komplimen yakni cerdas. kok jadi ke perkenalan?

> arra apakah kamu bekerja di korea ?
coba jawab: ya, tki or magang, or .. / skarang gak, dulu pernah.

> apakah kamu perawan tua?
coba jawab: masih singel, makanya bisa nyampe korea / oh tidak,
suami saya pengertian kok / no comment, makanya saya kabur jauh.

dst, atau jadikan retorika sbg resume buat bantu diri sendiri.

 
> > ..apalagi diikuti "ngga demen tuh sama orang
> > yg rasis", semakin kabur dan fenomena begini yg disebut fitnah.
> 
> si akang memang rasis agama..

oya? tapi doi emang rasis sih, soal freddie dan segala arab ;o)


> fitnahkah saya disini?? intuisi saya mengatakan, anda lah yg
> sedang melakukan nya..

hmmm .. saya melihat satu telunjuk menuding tapi tiga jari
lainnya menuding sebaliknya ke arah si penunjuk hehee

 
> > ..justru akang ade malah sedang menasehati ttg bahaya paham rasis.
> 
> seorang rasis mau memberi nasehat ttg bahaya rasis?

saya hanya coba membantu bahwa ada yg hendak mengingatkan eranya
brazil sudah liwat, dan spanyol raja sepak bola saat ini. no probs.


> > ..antara lain kaum perempuan hanyalah property jika sudah diikat
> > oleh pria bernama suami,
> 
> ini kan tergantung kepada manusia nya, saya lihat banyak juga
> suami yg takut isteri.. kehidupan suami istri di indonesia, tidak
> bisa di generalisasi..

maka saya bilang di atas, memilah dgn 6 asumsi adalah ide cerdas.


> sebagai contoh anda sendiri ( maaf, kalau status anda married)
> apakah anda anggap isteri sebagai property??

semoga dianggap serius. secara sertifikat, iya alias legal.
itupun demi bersifat tunduk administratif dan status formalnya.
namun tidak secara personal dan kesepakatan hak sbg individu,
sebagaimana dia lebih milih segala ttg korea and i feel fine.

http://www.youtube.com/watch?v=RyZOokPnpJU

 
> --- "liver_duke" <endyonisius@> wrote:
> >
> > jika ibarat musik, 
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke