tanggapan ini sengaja kusimpan untuk waktu + suasana yg tepat.
jam 7 pagi tadi sudah dimulai dgn rombongan tamu di lobbyku yg
menunggu advice untuk mendapat rekomendasiku untuk pembuatan dan
perijinan spdn (solar packet dealer nelayan), posisi dan peluang
yg syah dan bisa kumanfaatkan sbg atm duit jika niat nyeleweng.
yang terjadi malah kuminta mereka kembali lagi untuk dilengkapi
tupoksi skpd terkait kartu nelayan untuk menentukan kuota dari
pertamina, menunjukkan siup dan sipi termasuk petugas slo untuk
kapal tangkap di bawah 10 gross ton, legally fishing ground, dst.
kupikir mereka bakal berkerut kening selain pulang dgn manyun.
itupun akan kulakukan verifikasi dan tinjau lapangan kemudian.

lalu jam 9 digilir rombongan dari kementerian lingkungan hidup
yg mampir ke pontianak hanya untuk mendapat data dan kemungkinan
penanaman mangrove (state of the coast) di kalbar, konon bakalan
dapat grant dari world bank or something. jam 11 sebelum jumaatan
ada kepala bpspl (badan pengembangan sumberdaya pesisir dan laut)
regional kalimantan yg mampir untuk ngajak mudik bareng ke jkt,
aku bilang blon sempet tapi nagih janji kapan diving di berau.
saat sepi jumat itulah sempet ngelongok ke prols dan fb sejenak.
setelahnya masih ada dua meeting terkait mitra bahari dgn empat
perguruan tinggi di ptk juga hnsi dan wwf, jam lima ngumpul di
possi kalbar buat bikin seminar dan pameran fotografi bawah air
sekitar dua minggu ke depan, dan .. sekarang baru bisa nyante.

setuju soal "pijakan" berikut fundamentalnya, termasuk perspektif
dan varian cara pandangnya. ketika berbicara analogi bitels dan
kusplus, secara dampak memiliki gegar budaya serupa tanpa perlu
dikaitkan konten lokus (tempat) maupun pertanda atas sebuah era.
namun dalam tinjauan yg lebih sederhana, pilih saja realitanya
dalam kacamata sekarang, jelas berbeda nasib koeswoyo bersaudara
termasuk murry yg gak kunjung lepas dari keprihatinan keuangan.
sementara tiap members the beatles memperoleh penghargaan begitu
layak berupa warisan nama besar maupun fulus akibat manajemen dan
royalti yg terencana secara industri. so bitels identik industri,
beda dgn kusplus berikut turunan dan nasib indomusika hingga kini.

ini baru satu aspek lain, tapi tetap relevan dgn analogi brazil
dgn spanyol dalam konteks sama. brazil adalah masa lalu berikut
dampaknya sbg sejarah, sementara spanyol adalah masa kini serta
mendatang dgn revolusinya. begitupun tinjauan genesis yg boleh
terbagi atas dua era, gabriel sbg pondasi klasik kemudian collins
mengambil tongkat estafet seperti pondasi tanpa tambatan kemudian
melaju dinamis. prinsipnya sama, genesis era baheula lalu melaju,
mengarungi, menundukkan jaman lewat paperlate dan i can't dance.

sehingga syah saja seolah ada dua ngak ngik ngok, versi pribumi
lewat kusplus dan bitels yg disambut demo pembakaran plat ketika
mendarat di manila, berujung bubar yg tragis dan kematian lennon.
bedanya, kusplus tetap terpuruk secara finasial, sebaliknya bitels.
begitupun brazil yg ketar-ketir sbg tuan rumah 2014, seolah jadi
gak pede untuk menjamu dan menundukkan "sepak bola masa kini" yg
tersihir tiki taka plus false nine. jogo bonito jadi out of date.

konteks dgn reformasi ala martin luther, disinilah passwordnya.
ngak ngik ngok adalah revolusi namun butuh reformasi untuk tetap
mempertahankan eksistensinya. jogo bonito seperti halnya total
football yg menjelma menjadi tiki taka, perlu reformasi seperti
halnya tiki taka yg selalu berkembang sejak euro 2008, piala
dunia 2010, dan pesta barusan yg menciptakan banyak sejarah.
dan siapa bilang seorang gabriel gak butuh reformasi, sejak era
"biko" menuju "sledgehammer", menukik lagi ke passion, dst.

seorang martin luther gak akan pernah dicatat sejarah jika ia gak
pernah memaku tulisan dgn beberapa butir pasal di pintu gerejanya.
walau terdapat konsekwensi bagi aksi protesnya, jadilah protestan.
apa boleh buat, hanya reformasi yg sanggup membuat rekonsiliasi,
terlepas apakah membuahkan konsekwensi menjadi gol atau tidak.
karena sejatinya, sepak bola bukan sekadar urusan gol atau tidak
bagi pengaku gibol sejati. melainkan proses dan how to enjoy it.

rasanya hidup bisa diharapkan lebih enteng mengalir, lentur namun
tetap berkarakter. apa sih sesungguhnya yg diharapkan oleh seorang
kimhook terhadap ara, pastinya bukan cuma kenalan apalagi rasis.
seperti halnya dahlan iskan melemparkan wacana cuti 2 tahun bagi
wanita hamil, apakah intervensi terhadap kantor dan ranah pribadi?
karena banyak fakta bahwa aku sudah kehilangan banyak talenta dan
teman2 berbakat, hanya karena mereka menikah apalagi punya anak.
jangan2 faktor begini pulalah yg bikin kampung prols selalu saja
defisit perempuan, berbeda dgn gambaran klip gemilangnya andien.
lentur dan tetap berkarakter, salah satu aset buat reformasi.
siapa bilang sebuah starting eleven jadi mandul tanpa striker.

http://www.youtube.com/watch?v=gnSydVMJ65M 


--- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Sebuah gedung harus dibangun di atas pondasi sebagai 
> pijakan sekaligus tambatan di muka bumi. Tetapi bangun 
> yang bergerak seperti kereta api, pesawat terbang, 
> kapal induk, kapal selam, bahkan sekedar papan selancar, 
> memanfaatkan "pijakannya" untuk melaju, tidak tertambat. 
> Di sana, tidak ada pondasi kecuali prinsip-prinsip gerak.
> Atau, kalau harus memperkarakan "batu pondasinya" maka 
> prinsip-prinsip gerak adalah perkara yang mendasar. 
> Fundamental.
> 
> Secara bangun, Beatles dan tim samba Brazil adalah sama. 
> Sama-sama grup. Begitu juga peter gabriel & pele, 
> sama-sama individu. Tetapi secara fundamental mereka jelas
> berbeda-beda. 
> 
> Ketika ada yang ngotot bilang Koes Bersaudara itu = Darwin, 
> maka orang pun bertanya apanya yang sama? Ukurannya apa? 
> Bangun? Pondasi? Atau dalam perkara "keturunan"? Si pengotot 
> bukannya memilih ukuran yang disodorkan untuk diargumentasi, 
> tapi malah morang-maring merasa difitnah... 
> 
> Mana ada kebenaran yang bisa dicapai dengan morang-maring. 
> Apalagi itu hanya untuk menutupi kebodohannya untuk sekedar 
> mendeskripsi "Koes Bersaudara" itu grup musik sedangkan 
> "Darwin" bisa berkonotasi sebuah kota di Ausie dlsb. 
> Jadi, ketololannya bukanlah fitnah. Dan morang-maringnya cuma 
> pembenaran atas pondasi logikanya yang amburadul. Minimal 
> membatu di tempat yang itu-itu juga. 
> 
> Adapun kecerdasan memilah persoalan ke dalam 6 asumsi adalah 
> tepisan terhadap 6 tendangan penalti. Tak satu pun bola yang 
> tertangkap. Semuanya ditepis. Dan, tentu saja tidak terjadi gol. 
> 
> Sang eksekutor rupanya hangus terbakar napsu sendiri akibat 
> mendeskripsikan "tertinggal jauh di belakang" menjadi 
> "keterbelakangan". Apa susahnya melawan keterbelakangan, pikirnya. Kobaran 
> semangat dijulang tinggi-tinggi. Inilah saatnya merevanche 
> blunder waktu menasehati untuk bertanya kepada orang yang 
> (padahal) sudah matek... 
> Hasilnya, enam tendangan penalti tak mampu menebus kekalahan 
> akibat doktrin yang salah atas nasehat yang kocak tentang nasehat 
> sembrono yang tidak dia ketahui ujung-pangkalnya, tentang 
> ngakaknya Korean yang jarang ketawa & molor siang. 
> 
> Sangat memprihatinkan, orang yang ngaku banyak berada di 
> luar penjara dengan garangnya mendoktrin dirinya untuk mengusut 
> urusan pribadi orang lain. Nggak, yang beginian nggak perlu ditanggapi dengan 
> kevulgaran ala Martin Luther yang menelanjangi dirinya untuk membuat pihak 
> lain tampak telanjang walau kerudungan 
> di dalam penjara. Biarin aja dia menelanjangi dirinya sendiri. 
> Telanjang sendirian di tengah kumpulan orang beradab. 
> 
> --- "liver_duke" <endyonisius@> wrote:
> 
> > jika ibarat musik, bagi para kebanyakan memang agak susah
> > buat membedakan antara bitels dgn kusplus.
> >
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke