trims Duke.. isi tulisan ini padat dan punya momentum ke banyak arah.. saya memang salah satu dari para kebanyakan dalam hal musik, namun saya tidak begitu perduli apakah bitels berbeda dgn kusplus.. saya lebih kepada penikmat perbedaan..
>.. para kepala batu itupun tetap mengabaikannya > sembari mati2an mempertahankan paham mereka secara kolektif yg > disebut doktrin. perlu dijelaskan siapa para kepala batu disini ? dan paham mana yg secara kolektif di pertahankan mati matian.. apakah "agama" yg dimaksud? menurut saya sebuah agama menjadi sebuah doktrin atau sebuah panduan, tergantung bagaimana si pemeluk nya menterjemahkan isi dari ajarannya.. saya sendiri memisahkan antara kitab suci dan sang pencipta dalam hal kesempurnaan.. sang pencipta jelas sempurna.. dia yg menciptakan jagat dan isinya, entah dgn cara evolusi atau lain sebagainya.. sedang kan kitab suci, saya hanya mengambil yg saya mengerti saja (yg masuk kapasitas logika saya ).. saya tdk menganggap isi kitab suci sempurna, di karenakan sudah ada sentuhan karya manusia.. karena itu saya menikmati diskusi agama, pinpin, reza, habe dll disini, karena disajikan dgn cerdas dan membuka cakrawala baru.. sukur sukur ada yg bisa masuk logika saya.. > ..salah satu ciri2 para kebanyakan ini adalah > lebih mudah mencari alasan sbg pembenaran, jika perlu dgn cara > mengalihkan topik atau yg sering disebut jusfiq, "memfitnah" > ketimbang mencari tahu sbg kebenaran bahkan nyali bertanya. > ibarat para divers saban turun 1 m, mereka kudu equalizing. perlu di perjelas juga siapa para kebanyakan disini.. kalau anda menujukan kepada saya seorang, dgn senang hati akan saya jawab, namun saya enggan mewakili "para kebanyakan" karena para kebanyakan ini punya suara sendiri.. > inisiatif pemilahan berdasarkan 6 asumsi, adalah reaksi cerdas. he3x trims di bilang cerdas.. kalau pakai "term" nya si Uplik, tentunya dia sudah cuap cuap ada 6 fitnahan.. namun saya lebih memilih asumsi, buat "akang ade" niru sebutan kamu Duke.. kalau saya pakai kata "fitnah" disini akan terdengar terlalu keras dan berlebihan.. karena saya tidak melihat si akang menggunakan kata ini.. > namun reaksi saja gak cukup kalau eksekusi akhirnya gak terjadi > gol eksekusi seperti apa yg anda harapkan.. apakah berharap saya mengiyakan atau membantah 6 asumsi tsb? dengan kata lain saya membeberkan informasi ttg saya? c'mon, saya tdk sedungu itu.. atau anda berharap saya ber argue tentang Islam? ( bukan juga, anda tulis ke AA, bahwa anda tak selera dgn yg ini..) atau anda berharap yg lain? coba dijelaskan.. untuk anda saya selalu punya mood buat menjawab.. > "kim" <kimhook@> mungkin vulgar dalam menyikapi rada males ngomentarin yg ini, karena timbangan kliatan berat sebelah.. > tapi pula dgn lantas menanggapi jadi "pingin kenalan ya", adalah > keluar dari esensi. si akang lah yg memulai keluar dari esensi, dgn menulis 6 asumsi.. tanpa asumsi, saya welcome saja diskusi ttg agama dari perspektif perempuan.. ( walaupun saya sdh tulis untuk yg beginian saya tertinggal di belakang).. dari 6 asumsi inilah saya menanggapi bahwa si akang pingin kenalan, pingin tahu info ttg saya.. > ..apalagi diikuti "ngga demen tuh sama orang > yg rasis", semakin kabur dan fenomena begini yg disebut fitnah. si akang memang rasis agama.. fitnahkah saya disini?? intuisi saya mengatakan, anda lah yg sedang melakukan nya.. > ..justru akang ade malah sedang menasehati ttg bahaya paham rasis. seorang rasis mau memberi nasehat ttg bahaya rasis? > ..antara lain kaum perempuan hanyalah property jika sudah diikat > oleh pria bernama suami, ini kan tergantung kepada manusia nya, saya lihat banyak juga suami yg takut isteri.. kehidupan suami istri di indonesia, tidak bisa di generalisasi.. sebagai contoh anda sendiri ( maaf, kalau status anda married) apakah anda anggap isteri sebagai property?? --- In [email protected], "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > > jika ibarat musik, bagi para kebanyakan memang agak susah > buat membedakan antara bitels dgn kusplus. hanya dgn jawaban > mereka "beda bahasa" atau laen negara, itu bukan fundamental. > sehingga memang gak bisa diharapkan dari para orang kebanyakan > begini, buat diajak ngobrol hal genesis apalagi bisa memahami > esensi dan signifikansi antara peter gabriel dgn phil collins. > > serta orang kebanyakan beginipun relatif sulit untuk menerima > info dan fakta bahwa "pele is dead" dan brazil gak lagi identik > dgn sepak bola berikut reputasinya. spanyol adalah penguasa baru > untuk dekade ini, para kepala batu itupun tetap mengabaikannya > sembari mati2an mempertahankan paham mereka secara kolektif yg > disebut doktrin. salah satu ciri2 para kebanyakan ini adalah > lebih mudah mencari alasan sbg pembenaran, jika perlu dgn cara > mengalihkan topik atau yg sering disebut jusfiq, "memfitnah", > ketimbang mencari tahu sbg kebenaran bahkan nyali bertanya. > ibarat para divers saban turun 1 m, mereka kudu equalizing. > > inisiatif pemilahan berdasarkan 6 asumsi, adalah reaksi cerdas. > namun reaksi saja gak cukup kalau eksekusi akhirnya gak terjadi > gol, di sinilah perbedaan kualitas antara balotelli dgn torres. > "kim" <kimhook@> mungkin vulgar dalam menyikapi, gak jauh beda > dgn vulgarnya pilihan sebutan gabriel dgn collins, atau brazil > dgn spanyol atau balotelli dgn torres. tapi semua ada arguenya. > tapi pula dgn lantas menanggapi jadi "pingin kenalan ya", adalah > keluar dari esensi. apalagi diikuti "ngga demen tuh sama orang > yg rasis", semakin kabur dan fenomena begini yg disebut fitnah. > > karena jika ada niat perenungan mendalam sekaligus introspeksi, > justru akang ade malah sedang menasehati ttg bahaya paham rasis. > antara lain kaum perempuan hanyalah property jika sudah diikat > oleh pria bernama suami, dan paham tsb bisa tumbuh subur sambil > terus merasuk krn adanya doktrin secara sistemik dan sistematis, > merupakan alat utama dan ampuh bagi tiap kepercayaan apapun. > > apa harus lebih vulgar lewat kisah reformasinya martin luther? > > > --- "arra_s" <arra_s@> wrote: > > > > > > postingan ini isinya cuma pingin tahu tentang diri saya.. > > ada 6 asumsi.. yg kalo di bikin jadi pertanyaan kira kira gini : > > > > arra apakah kamu bekerja di korea ? > > apakah kamu perawan tua? > > apakah kamu pergi-pergi tanpa kawalan lelaki? > > apakah kamu muslim KTP? > > apakah kamu pemadat? > > apakah kamu pergi ke pabrik di ulsan pakai burka? > > > > pingin kenalan ya?? > > > > tapi saya ngga demen tuh sama orang yg rasis.. > > jadi maaf maaf aja ya.. > > > > > > --- In [email protected], "kim" <kimhook@> wrote: > > > > > > --- In [email protected], "arra_s" <arra_s@> wrote: > > > > > > ... > > > >saya sih penonton saja, karena ngaku untuk yg beginian, > > > >tertinggal jauh di belakang.. > > > ... > > > > > > Oh ! > > > Jangan salah, justru keterbekangan kamu dalam soal Islam, > > > malahan itu yang membuat kamu bisa bekerja du Korea Selatan. > > > Sebagai perawan tua, tapi toh kamu merdeka untuk pergi ke- > > > tempat yang kamu inginkan dengan tanpa kawalan lelaki. > > > > > > Kalo boleh kasih saran, justru dalam kategori muslim, yang > > > dinamakan muslim KTP itu lah yang masih mendingan sebagai > > > manusia. > > > > > > Ibarat madat, sekali kamu masuk perangkap kedalam lingku- > > > ngan yang lebih jero, akan merepotkan kamu sendiri. Kalo > > > sudah jadi pemadat dan kamu pergi ke pabrik di Ulsan dengan > > > memakai burka, bisa celaka utuk bertahan dipekerjaan kamu. > > > > > > okeh ? > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
