Sebuah gedung harus dibangun di atas pondasi sebagai pijakan sekaligus tambatan di muka bumi. Tetapi bangun yang bergerak seperti kereta api, pesawat terbang, kapal induk, kapal selam, bahkan sekedar papan selancar, memanfaatkan "pijakannya" untuk melaju, tidak tertambat. Di sana, tidak ada pondasi kecuali prinsip-prinsip gerak. Atau, kalau harus memperkarakan "batu pondasinya" maka prinsip-prinsip gerak adalah perkara yang mendasar. Fundamental.
Secara bangun, Beatles dan tim samba Brazil adalah sama. Sama-sama grup. Begitu juga peter gabriel & pele, sama-sama individu. Tetapi secara fundamental mereka jelas berbeda-beda. Ketika ada yang ngotot bilang Koes Bersaudara itu = Darwin, maka orang pun bertanya apanya yang sama? Ukurannya apa? Bangun? Pondasi? Atau dalam perkara "keturunan"? Si pengotot bukannya memilih ukuran yang disodorkan untuk diargumentasi, tapi malah morang-maring merasa difitnah... Mana ada kebenaran yang bisa dicapai dengan morang-maring. Apalagi itu hanya untuk menutupi kebodohannya untuk sekedar mendeskripsi "Koes Bersaudara" itu grup musik sedangkan "Darwin" bisa berkonotasi sebuah kota di Ausie dlsb. Jadi, ketololannya bukanlah fitnah. Dan morang-maringnya cuma pembenaran atas pondasi logikanya yang amburadul. Minimal membatu di tempat yang itu-itu juga. Adapun kecerdasan memilah persoalan ke dalam 6 asumsi adalah tepisan terhadap 6 tendangan penalti. Tak satu pun bola yang tertangkap. Semuanya ditepis. Dan, tentu saja tidak terjadi gol. Sang eksekutor rupanya hangus terbakar napsu sendiri akibat mendeskripsikan "tertinggal jauh di belakang" menjadi "keterbelakangan". Apa susahnya melawan keterbelakangan, pikirnya. Kobaran semangat dijulang tinggi-tinggi. Inilah saatnya merevanche blunder waktu menasehati untuk bertanya kepada orang yang (padahal) sudah matek... Hasilnya, enam tendangan penalti tak mampu menebus kekalahan akibat doktrin yang salah atas nasehat yang kocak tentang nasehat sembrono yang tidak dia ketahui ujung-pangkalnya, tentang ngakaknya Korean yang jarang ketawa & molor siang. Sangat memprihatinkan, orang yang ngaku banyak berada di luar penjara dengan garangnya mendoktrin dirinya untuk mengusut urusan pribadi orang lain. Nggak, yang beginian nggak perlu ditanggapi dengan kevulgaran ala Martin Luther yang menelanjangi dirinya untuk membuat pihak lain tampak telanjang walau kerudungan di dalam penjara. Biarin aja dia menelanjangi dirinya sendiri. Telanjang sendirian di tengah kumpulan orang beradab. --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > jika ibarat musik, bagi para kebanyakan memang agak susah > buat membedakan antara bitels dgn kusplus. hanya dgn jawaban > mereka "beda bahasa" atau laen negara, itu bukan fundamental. > sehingga memang gak bisa diharapkan dari para orang kebanyakan > begini, buat diajak ngobrol hal genesis apalagi bisa memahami > esensi dan signifikansi antara peter gabriel dgn phil collins. > > serta orang kebanyakan beginipun relatif sulit untuk menerima > info dan fakta bahwa "pele is dead" dan brazil gak lagi identik > dgn sepak bola berikut reputasinya. spanyol adalah penguasa baru > untuk dekade ini, para kepala batu itupun tetap mengabaikannya > sembari mati2an mempertahankan paham mereka secara kolektif yg > disebut doktrin. salah satu ciri2 para kebanyakan ini adalah > lebih mudah mencari alasan sbg pembenaran, jika perlu dgn cara > mengalihkan topik atau yg sering disebut jusfiq, "memfitnah", > ketimbang mencari tahu sbg kebenaran bahkan nyali bertanya. > ibarat para divers saban turun 1 m, mereka kudu equalizing. > > inisiatif pemilahan berdasarkan 6 asumsi, adalah reaksi cerdas. > namun reaksi saja gak cukup kalau eksekusi akhirnya gak terjadi > gol, di sinilah perbedaan kualitas antara balotelli dgn torres. > "kim" <kimhook@> mungkin vulgar dalam menyikapi, gak jauh beda > dgn vulgarnya pilihan sebutan gabriel dgn collins, atau brazil > dgn spanyol atau balotelli dgn torres. tapi semua ada arguenya. > tapi pula dgn lantas menanggapi jadi "pingin kenalan ya", adalah > keluar dari esensi. apalagi diikuti "ngga demen tuh sama orang > yg rasis", semakin kabur dan fenomena begini yg disebut fitnah. > > karena jika ada niat perenungan mendalam sekaligus introspeksi, > justru akang ade malah sedang menasehati ttg bahaya paham rasis. > antara lain kaum perempuan hanyalah property jika sudah diikat > oleh pria bernama suami, dan paham tsb bisa tumbuh subur sambil > terus merasuk krn adanya doktrin secara sistemik dan sistematis, > merupakan alat utama dan ampuh bagi tiap kepercayaan apapun. > > apa harus lebih vulgar lewat kisah reformasinya martin luther? > > > --- "arra_s" <arra_s@...> wrote: > > > postingan ini isinya cuma pingin tahu tentang diri saya.. > > ada 6 asumsi.. yg kalo di bikin jadi pertanyaan kira kira gini : > > > > arra apakah kamu bekerja di korea ? > > apakah kamu perawan tua? > > apakah kamu pergi-pergi tanpa kawalan lelaki? > > apakah kamu muslim KTP? > > apakah kamu pemadat? > > apakah kamu pergi ke pabrik di ulsan pakai burka? > > > > pingin kenalan ya?? > > > > tapi saya ngga demen tuh sama orang yg rasis.. > > jadi maaf maaf aja ya.. > > > > > > --- "kim" <kimhook@...> wrote: > > > > > > --- "arra_s" <arra_s@...> wrote: > > > > > > ... > > > > saya sih penonton saja, karena ngaku untuk yg beginian, > > > > tertinggal jauh di belakang.. > > > ... > > > > > > Oh ! > > > Jangan salah, justru keterbekangan kamu dalam soal Islam, > > > malahan itu yang membuat kamu bisa bekerja du Korea Selatan. > > > Sebagai perawan tua, tapi toh kamu merdeka untuk pergi ke- > > > tempat yang kamu inginkan dengan tanpa kawalan lelaki. > > > > > > Kalo boleh kasih saran, justru dalam kategori muslim, yang > > > dinamakan muslim KTP itu lah yang masih mendingan sebagai > > > manusia. > > > > > > Ibarat madat, sekali kamu masuk perangkap kedalam lingku- > > > ngan yang lebih jero, akan merepotkan kamu sendiri. Kalo > > > sudah jadi pemadat dan kamu pergi ke pabrik di Ulsan dengan > > > memakai burka, bisa celaka utuk bertahan dipekerjaan kamu. > > > > > > okeh ? > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
