--- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Semakin paham sekarang walau sebelumnya sudah teragak-agak. 
> Dengan prolog gulatan hari ini tampaklah pondasi dari bangun 
> logika doktrin vs fitnah. Tentu saja bisa (dan boleh) mengukur 
> kisah sukses dengan visi manajemen industri dan misi "bukan 
> sekedar ngetop, tapi kaya juga".

proloog yg sebetulnya gk jadi pondasi dari logika ini, melainkan
intro untuk menanggapi lebih leluasa saja. dan gak juga harus
dibaca ala visi manajemen, terhadap analogi bitels, gabriel,
brazil versus kusplus, collins dan spanyol, tetapi pilihan atas
tinjauan yg disebut "doktrin kemapanan" vs "fitnah kontekstual".
baiklah kita tinjau sembari dihentak hustle-nya van mc coy ;o) 


> Beatles bisa saja menikmati butiran keringatnya yang mengkristal 
> jadi berlian. Tetapi Jacko jelas tambah kaya-raya berkat berlian sendiri + 
> tambang berlian dari hak cipta The Beatles, bikin 
> banyak orang celingukan, siapa dieksploitir siapa kalau begini?

konteks bitels adalah kemapanan, sejak mereka berponi she loves
you yeah yeah sampai pagelaran segala rambut digerai psychedelic.
bitels bukan lagi revolusi musik modern, melainkan gegar budaya
yg sanggup mendoktrin segala atribut pop dunia. gak terlalu beda
saat pele cs menyihir cara bermain bola modern, seperti halnya
gabriel mewartakan bagaimana pondasi prog genesis sesungguhnya.


> Jawabannya beragam. Tergantung pondasi masing-masing. Yang pasti, 
> si sontoloyo Pa'ul toh memamerkan juga keberangannya dengan... 
> berduet sama Jacko - yang dengan enteng berdendang "i'm a lover, 
> not a fighter" (di belakang sana prince -dengan telanjang dada- ngelirik 
> Jacko sambil kesian dari atas ke bawah pp). Lalu, Pa'ul 
> pun coba menunjukkan sisa-sisa sebagai ksatria-bunga dengan 
> menelorkan Ebony & Ivory, walau tetap melolong Tug of War. 

kisahnya belum sampai kesini sih, lebih alias asik klo dibikin
jadi topik tersendiri. misalnya paul pernah bersabda, "don't go
jumping waterfall, risky to the neck". ketika doi memutuskan buat
menggaet stevie hingga jacko (bye freddie, akhirnya beralih ke
david bowie), bisa jadi bermaksud tarik tambang dgn mr kacamata
yg lebih memilih si duo kacamata pula, si jepun dgn elton john.

namun bagaimanapun tinjauannya, cukup memperjelas doktrin bahwa
segalanya seolah "bitels rule" dan terus menjajah hingga kini.
gak masalah sih, tapi sebel aja saban muncul pemusik baru kudu
bitels, genesis cuma gabriel, dan sepak bola pasti jogo bonito.
apa tenis cuma bjorn borg, tinju hanya ali, luna pasti maya? 

 
> Apa kata Beatles yang lain? "Desi Ratnasari" (nokomen). Setelah diuber-uber 
> dan dipaksa buka mulut, nyonya ono cuma bilang semacam ini, revolusi industri 
> akhirnya berinterior finance yang sialnya 
> cuma dinikmati para cukong.

ada satu konsep yg masih blum sreg buatku : indikator kinerja
berbasis anggaran. ketika status staf, gak jadi persoalan dan
gak ngaruh lantaran cuma menjadi bagian dari elemen indikatornya.
tapi saat memegang anggaran, segala program dan kegiatan termasuk
evaluasi lampau berikut rencana tahunan depan kudu terukur lewat
penyerapan dan pertanggungjawabannya. mungkin begitu ketika jeng
"desi" mesti menyusun kinerja terukur untuk menghidupi sean (juga
junior lainnya?) lewat indikator finance utk jaminan kemapanan?

 
> Adapun Koes Bros memang tidak seberuntung Beatles, boro-boro lagi 
> semakmur The Cukongs. Tetapi toh mereka cukup berbahagia untuk 
> mengakui bahwa Soekarno bukan menangkap grup ngak-ngik-ngok 
> sebagaimana kabar yang selama ini dijejalkan de cukongz ke benak 
> khalayak. Tentu, ini kisah sukses tersendiri dari visi manajemen 
> budaya dengan misi memerdekakan manusia dari manusia. 

indikator bahagia kadang gak sejalan dgn indikator kinerja, selain
beda format dan "ekstension". maka sulit untuk menilai kebahagiaan
para koeswoyo termasuk murry sbg para seniman, jika mesti berjualan
mobil bekas hingga burung perkutut. dalam konteks besar, beginilah
iklim berkesenian di indonesia. mereka bisa berteriak senang saat
di studio hingga konser, tapi manyun memikirkan honor dan hidup.
apakah artis jk cukup senang dgn mejeng di dua album lantas laris
jadi rebutan lelaki berduit sehingga tujuannya gk beda calo jodoh?
gak pula bermaksud memfitnah, tapi kemapanan yg perlu didobrak. 

 
> Pola yang sama muncul juga di rerumputan Brazil. Mereka 
> bermain bola. Tak ada bocah Brazil (apapun kelaminnya) yang 
> tidak main bola. Bola adalah kehidupan mereka, budaya mereka. 
> Boleh saja tik-tak samba diindustrialisasi menjadi tiki-taka van totalfutbol. 
> Tetapi itu hanyalah paviliun dari pondasi induk.
> Berapa lama tiki-taka bisa bertahan mengingat industrialisme 
> selalu menuntut mesin terus berputar memproduk model "mutakhir". Silakan 
> berproduksi, toh raw material terus berlahiran di Brazil.

sepakat soal ini, sebelum terbaca jadi doktrin tersendiri pula.
kemapanan la masia di dunia lainnya adalah mapannya perubahan ;o)

 
> Kalapnya industrialism juga melalap budaya amatir di olimpiade. 
> Kita sayangkan masuknya "profesionalisme" ke dalam lapangan 
> sedangkan panpelnya justru lebih mengutamakan hankamnas. Untuk 
> menyelamatkan eksistensinya, bahkan industri kesehatan sekarang 
> tidak lagi menyehatkan. 

teori maltus? misalnya perut manusia sekarangpun sudah saatnya
beradaptasi untuk sanggup melahap plastik dan lilin gorengan ala
jakarta? olimpiade 1984 bisa jadi pertanda banyak hal, maka bukan
kebetulan sungguh banyak novel, buku dan setidaknya rick wakeman
dan van halen memiliki judul album dgn tahun yg sama tersebut.


> So, excuse me, gabriel memang tidak butuh reformasi untuk tetap 
> eksis. Dia cukup menanggalkan baju Genesis untuk menggempur 
> industrialisme kebablasan dari luar Inggris (Biko; Here Comes
> the Flood etc). Ya, kebablasan itu yang jadi perkara. Sebab,
> bagaimanapun, segreget apapun protesnya Martin Luther (nggak
> boleh disingkat "ML" kan :) mustahil bisa mereform gereja kalau
> catetannya cuma dipaku di jidat sendiri. Mesin cetak hasil
> revolusi industri sangat berperan menyebarluaskan protesnya
> dalam menggempur kelaliman terorganisir. Jelas, industrialisme
> telah melupakan industri rem.. 

i love gabriel, from biko to shakin' the tree .. meski pernah
tanpa real explenation telah menelantarkan produk kandungnya, and
the lam lies down setelah ia sendiri memilih collins saat audisi.
tapi kembali lagi, bukan itu esensinya, dan bukan soal industri
semata. collins hanya menjaga estafet termasuk mengembangkan
indikator kinerja genesis hingga mampu melewati, kalau bukannya
malah memperkaya, era riuh 70an memasuki gelombang mapan 80an.

kontroversi gabriel ke collins, bitels dan kusplus, brazil hingga
spanyol, muncullah perekat bernama reformasi akibat protest. sang
tokoh protest berikut khalayaknya akan membuat doktrin baru namun
sanggup merubah kemapanan pintu gereja yg ditinggalkannya, gak
mesti ada yg tersakiti, mungkin saja memang begitu pikiran yoko.
ketimbang sepak bola selalu saja diributkan antara maradona dgn
pele, padahal paruh dekade dan bisa saja ke depannya milik xavi.


> Lalu, apa yang dilakukan kimhook, uplik & bleki di mesin bernama
> internet ini? Protes apa yang mereka lakukan? Butiran apa yang
> mereka semai? Katenda longlibet kacusbray. Nggak ada. Nehi.

kalau menurutku sih, mereka itulah sebetulnya gabriel dan brazil.
apa yg mo dibicarakan soal genesis klo gabriel gak pernah hengkang
atau saban ajang sepak bola selalu berkutat ke brazil dan jerman?


> Mereka rajin mengikuti perkembangan & giat merenov bangunan sesuai 
> model mutakhir, seolah merekalah desainer tak bersalah. Tapi coba 
> dah liat caranya ngaduk semen. Dari megang cangkulnya aja orang langsung tau 
> mereka cuma anak mami yang nggak dibeli-beliin boneka 
> idaman - gagang pacul dijepit jempol, telunjuk, jari tengah, sementara jari 
> manis & kelingking melentik. Mereka ahli mendoktrin 
> dirinya adalah desainer tanpa salah sambil memfitnah gagang pacul. 

ironisnya, mereka punya banyak fans dan selalu ditunggu hehee


> Jadi, bangunan mau dipupur-pupur, diputer-puter, dicat setebal 
> apapun, tetap saja nggak berbeda wong pondasinya masih yang itu-itu 
> juga; sibuk ngeributin sejuta masalah global dengan ukuran very personal. 
> Ditambah bacotan aneh soal keinginan membunuh anak prol, 
> maka jadilah mereka terangkat sebagai VVIP di kampung ini - 
> very-very impoten person, beibeh.. 
> 
> http://www.youtube.com/watch?v=2Z34QTvem5E

nah tu die .. apa gak nyesek, masuk prol cuma spam vs spam? 
gak mesti ketika berbicara sepak bola, berarti hanya melulu soal
bola dan gemuruhnya pan? hal remeh tapi salah aja analisanya ;o)

http://www.youtube.com/watch?v=PBAl9cchQac



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke