Semakin paham sekarang walau sebelumnya sudah teragak-agak. Dengan prolog gulatan hari ini tampaklah pondasi dari bangun logika doktrin vs fitnah. Tentu saja bisa (dan boleh) mengukur kisah sukses dengan visi manajemen industri dan misi "bukan sekedar ngetop, tapi kaya juga".
Beatles bisa saja menikmati butiran keringatnya yang mengkristal jadi berlian. Tetapi Jacko jelas tambah kaya-raya berkat berlian sendiri + tambang berlian dari hak cipta The Beatles, bikin banyak orang celingukan, siapa dieksploitir siapa kalau begini? Jawabannya beragam. Tergantung pondasi masing-masing. Yang pasti, si sontoloyo Pa'ul toh memamerkan juga keberangannya dengan... berduet sama Jacko - yang dengan enteng berdendang "i'm a lover, not a fighter" (di belakang sana prince -dengan telanjang dada- ngelirik Jacko sambil kesian dari atas ke bawah pp). Lalu, Pa'ul pun coba menunjukkan sisa-sisa sebagai ksatria-bunga dengan menelorkan Ebony & Ivory, walau tetap melolong Tug of War. Apa kata Beatles yang lain? "Desi Ratnasari" (nokomen). Setelah diuber-uber dan dipaksa buka mulut, nyonya ono cuma bilang semacam ini, revolusi industri akhirnya berinterior finance yang sialnya cuma dinikmati para cukong. Adapun Koes Bros memang tidak seberuntung Beatles, boro-boro lagi semakmur The Cukongs. Tetapi toh mereka cukup berbahagia untuk mengakui bahwa Soekarno bukan menangkap grup ngak-ngik-ngok sebagaimana kabar yang selama ini dijejalkan de cukongz ke benak khalayak. Tentu, ini kisah sukses tersendiri dari visi manajemen budaya dengan misi memerdekakan manusia dari manusia. Pola yang sama muncul juga di rerumputan Brazil. Mereka bermain bola. Tak ada bocah Brazil (apapun kelaminnya) yang tidak main bola. Bola adalah kehidupan mereka, budaya mereka. Boleh saja tik-tak samba diindustrialisasi menjadi tiki-taka van totalfutbol. Tetapi itu hanyalah paviliun dari pondasi induk. Berapa lama tiki-taka bisa bertahan mengingat industrialisme selalu menuntut mesin terus berputar memproduk model "mutakhir". Silakan berproduksi, toh raw material terus berlahiran di Brazil. Kalapnya industrialism juga melalap budaya amatir di olimpiade. Kita sayangkan masuknya "profesionalisme" ke dalam lapangan sedangkan panpelnya justru lebih mengutamakan hankamnas. Untuk menyelamatkan eksistensinya, bahkan industri kesehatan sekarang tidak lagi menyehatkan. So, excuse me, gabriel memang tidak butuh reformasi untuk tetap eksis. Dia cukup menanggalkan baju Genesis untuk menggempur industrialisme kebablasan dari luar Inggris (Biko; Here Comes the Flood etc). Ya, kebablasan itu yang jadi perkara. Sebab, bagaimanapun, segreget apapun protesnya Martin Luther (nggak boleh disingkat "ML" kan :) mustahil bisa mereform gereja kalau catetannya cuma dipaku di jidat sendiri. Mesin cetak hasil revolusi industri sangat berperan menyebarluaskan protesnya dalam menggempur kelaliman terorganisir. Jelas, industrialisme telah melupakan industri rem.. Lalu, apa yang dilakukan kimhook, uplik & bleki di mesin bernama internet ini? Protes apa yang mereka lakukan? Butiran apa yang mereka semai? Katenda longlibet kacusbray. Nggak ada. Nehi. Mereka rajin mengikuti perkembangan & giat merenov bangunan sesuai model mutakhir, seolah merekalah desainer tak bersalah. Tapi coba dah liat caranya ngaduk semen. Dari megang cangkulnya aja orang langsung tau mereka cuma anak mami yang nggak dibeli-beliin boneka idaman - gagang pacul dijepit jempol, telunjuk, jari tengah, sementara jari manis & kelingking melentik. Mereka ahli mendoktrin dirinya adalah desainer tanpa salah sambil memfitnah gagang pacul. Jadi, bangunan mau dipupur-pupur, diputer-puter, dicat setebal apapun, tetap saja nggak berbeda wong pondasinya masih yang itu-itu juga; sibuk ngeributin sejuta masalah global dengan ukuran very personal. Ditambah bacotan aneh soal keinginan membunuh anak prol, maka jadilah mereka terangkat sebagai VVIP di kampung ini - very-very impoten person, beibeh.. http://www.youtube.com/watch?v=2Z34QTvem5E --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > tanggapan ini sengaja kusimpan untuk waktu + suasana yg tepat. > jam 7 pagi tadi sudah dimulai dgn rombongan tamu di lobbyku yg > menunggu advice untuk mendapat rekomendasiku untuk pembuatan dan > perijinan spdn (solar packet dealer nelayan), posisi dan peluang > yg syah dan bisa kumanfaatkan sbg atm duit jika niat nyeleweng. > yang terjadi malah kuminta mereka kembali lagi untuk dilengkapi > tupoksi skpd terkait kartu nelayan untuk menentukan kuota dari > pertamina, menunjukkan siup dan sipi termasuk petugas slo untuk > kapal tangkap di bawah 10 gross ton, legally fishing ground, dst. > kupikir mereka bakal berkerut kening selain pulang dgn manyun. > itupun akan kulakukan verifikasi dan tinjau lapangan kemudian. > > lalu jam 9 digilir rombongan dari kementerian lingkungan hidup > yg mampir ke pontianak hanya untuk mendapat data dan kemungkinan > penanaman mangrove (state of the coast) di kalbar, konon bakalan > dapat grant dari world bank or something. jam 11 sebelum jumaatan > ada kepala bpspl (badan pengembangan sumberdaya pesisir dan laut) > regional kalimantan yg mampir untuk ngajak mudik bareng ke jkt, > aku bilang blon sempet tapi nagih janji kapan diving di berau. > saat sepi jumat itulah sempet ngelongok ke prols dan fb sejenak. > setelahnya masih ada dua meeting terkait mitra bahari dgn empat > perguruan tinggi di ptk juga hnsi dan wwf, jam lima ngumpul di > possi kalbar buat bikin seminar dan pameran fotografi bawah air > sekitar dua minggu ke depan, dan .. sekarang baru bisa nyante. > > setuju soal "pijakan" berikut fundamentalnya, termasuk perspektif > dan varian cara pandangnya. ketika berbicara analogi bitels dan > kusplus, secara dampak memiliki gegar budaya serupa tanpa perlu > dikaitkan konten lokus (tempat) maupun pertanda atas sebuah era. > namun dalam tinjauan yg lebih sederhana, pilih saja realitanya > dalam kacamata sekarang, jelas berbeda nasib koeswoyo bersaudara > termasuk murry yg gak kunjung lepas dari keprihatinan keuangan. > sementara tiap members the beatles memperoleh penghargaan begitu > layak berupa warisan nama besar maupun fulus akibat manajemen dan > royalti yg terencana secara industri. so bitels identik industri, > beda dgn kusplus berikut turunan dan nasib indomusika hingga kini. > > ini baru satu aspek lain, tapi tetap relevan dgn analogi brazil > dgn spanyol dalam konteks sama. brazil adalah masa lalu berikut > dampaknya sbg sejarah, sementara spanyol adalah masa kini serta > mendatang dgn revolusinya. begitupun tinjauan genesis yg boleh > terbagi atas dua era, gabriel sbg pondasi klasik kemudian collins > mengambil tongkat estafet seperti pondasi tanpa tambatan kemudian > melaju dinamis. prinsipnya sama, genesis era baheula lalu melaju, > mengarungi, menundukkan jaman lewat paperlate dan i can't dance. > > sehingga syah saja seolah ada dua ngak ngik ngok, versi pribumi > lewat kusplus dan bitels yg disambut demo pembakaran plat ketika > mendarat di manila, berujung bubar yg tragis dan kematian lennon. > bedanya, kusplus tetap terpuruk secara finasial, sebaliknya bitels. > begitupun brazil yg ketar-ketir sbg tuan rumah 2014, seolah jadi > gak pede untuk menjamu dan menundukkan "sepak bola masa kini" yg > tersihir tiki taka plus false nine. jogo bonito jadi out of date. > > konteks dgn reformasi ala martin luther, disinilah passwordnya. > ngak ngik ngok adalah revolusi namun butuh reformasi untuk tetap > mempertahankan eksistensinya. jogo bonito seperti halnya total > football yg menjelma menjadi tiki taka, perlu reformasi seperti > halnya tiki taka yg selalu berkembang sejak euro 2008, piala > dunia 2010, dan pesta barusan yg menciptakan banyak sejarah. > dan siapa bilang seorang gabriel gak butuh reformasi, sejak era > "biko" menuju "sledgehammer", menukik lagi ke passion, dst. > > seorang martin luther gak akan pernah dicatat sejarah jika ia gak > pernah memaku tulisan dgn beberapa butir pasal di pintu gerejanya. > walau terdapat konsekwensi bagi aksi protesnya, jadilah protestan. > apa boleh buat, hanya reformasi yg sanggup membuat rekonsiliasi, > terlepas apakah membuahkan konsekwensi menjadi gol atau tidak. > karena sejatinya, sepak bola bukan sekadar urusan gol atau tidak > bagi pengaku gibol sejati. melainkan proses dan how to enjoy it. > > rasanya hidup bisa diharapkan lebih enteng mengalir, lentur namun > tetap berkarakter. apa sih sesungguhnya yg diharapkan oleh seorang > kimhook terhadap ara, pastinya bukan cuma kenalan apalagi rasis. > seperti halnya dahlan iskan melemparkan wacana cuti 2 tahun bagi > wanita hamil, apakah intervensi terhadap kantor dan ranah pribadi? > karena banyak fakta bahwa aku sudah kehilangan banyak talenta dan > teman2 berbakat, hanya karena mereka menikah apalagi punya anak. > jangan2 faktor begini pulalah yg bikin kampung prols selalu saja > defisit perempuan, berbeda dgn gambaran klip gemilangnya andien. > lentur dan tetap berkarakter, salah satu aset buat reformasi. > siapa bilang sebuah starting eleven jadi mandul tanpa striker. > > http://www.youtube.com/watch?v=gnSydVMJ65M > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Sebuah gedung harus dibangun di atas pondasi sebagai > > pijakan sekaligus tambatan di muka bumi. Tetapi bangun > > yang bergerak seperti kereta api, pesawat terbang, > > kapal induk, kapal selam, bahkan sekedar papan selancar, > > memanfaatkan "pijakannya" untuk melaju, tidak tertambat. > > Di sana, tidak ada pondasi kecuali prinsip-prinsip gerak. > > Atau, kalau harus memperkarakan "batu pondasinya" maka > > prinsip-prinsip gerak adalah perkara yang mendasar. > > Fundamental. > > > > Secara bangun, Beatles dan tim samba Brazil adalah sama. > > Sama-sama grup. Begitu juga peter gabriel & pele, > > sama-sama individu. Tetapi secara fundamental mereka jelas > > berbeda-beda. > > > > Ketika ada yang ngotot bilang Koes Bersaudara itu = Darwin, > > maka orang pun bertanya apanya yang sama? Ukurannya apa? > > Bangun? Pondasi? Atau dalam perkara "keturunan"? Si pengotot > > bukannya memilih ukuran yang disodorkan untuk diargumentasi, > > tapi malah morang-maring merasa difitnah... > > > > Mana ada kebenaran yang bisa dicapai dengan morang-maring. > > Apalagi itu hanya untuk menutupi kebodohannya untuk sekedar > > mendeskripsi "Koes Bersaudara" itu grup musik sedangkan > > "Darwin" bisa berkonotasi sebuah kota di Ausie dlsb. > > Jadi, ketololannya bukanlah fitnah. Dan morang-maringnya cuma > > pembenaran atas pondasi logikanya yang amburadul. Minimal > > membatu di tempat yang itu-itu juga. > > > > Adapun kecerdasan memilah persoalan ke dalam 6 asumsi adalah > > tepisan terhadap 6 tendangan penalti. Tak satu pun bola yang > > tertangkap. Semuanya ditepis. Dan, tentu saja tidak terjadi gol. > > > > Sang eksekutor rupanya hangus terbakar napsu sendiri akibat > > mendeskripsikan "tertinggal jauh di belakang" menjadi > > "keterbelakangan". Apa susahnya melawan keterbelakangan, > > pikirnya. Kobaran semangat dijulang tinggi-tinggi. Inilah saatnya > > merevanche blunder waktu menasehati untuk bertanya kepada orang > > yang (padahal) sudah matek... > > Hasilnya, enam tendangan penalti tak mampu menebus kekalahan > > akibat doktrin yang salah atas nasehat yang kocak tentang nasehat > > sembrono yang tidak dia ketahui ujung-pangkalnya, tentang > > ngakaknya Korean yang jarang ketawa & molor siang. > > > > Sangat memprihatinkan, orang yang ngaku banyak berada di > > luar penjara dengan garangnya mendoktrin dirinya untuk mengusut > > urusan pribadi orang lain. Nggak, yang beginian nggak perlu > > ditanggapi dengan kevulgaran ala Martin Luther yang menelanjangi > > dirinya untuk membuat pihak lain tampak telanjang walau > > kerudungan di dalam penjara. Biarin aja dia menelanjangi dirinya > > sendiri. Telanjang sendirian di tengah kumpulan orang beradab. > > > > --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > > > > > jika ibarat musik, bagi para kebanyakan memang agak susah > > > buat membedakan antara bitels dgn kusplus. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
