Gambaran Anda tentang sistem / aturan yang sempurna, sungguh ideal. 
Kalau saja gambaran itu berhasil menyelimuti bumi, pastilah dunia ini 
jadi begitu sempurna. Setiap orang paham hak & kewajibannya. Tidak 
ada keserakahan, tidak ada kelaparan, bahkan menginjak semut tanpa 
sengaja di gelapnya malam pun mustahil terjadi saking tingginya adab 
manusia dalam sistem yang ideal itu. 

Ya, tentu, Anda berdaulat untuk mengidamkan tata kehidupan yang 
sempurna menurut idea Anda. Tanpa kedaulatan tentu saja gambaran 
ideal Anda akan terpenjara dalam pikiran. Hanya sebatas angan-angan.

Mengacu pada kehidupan lampau pun memerlukan kedaulatan. Begitu juga 
membaca kehidupan di mana kita berada dan menjalaninya, saat ini. 
Bagaimanapun naik mobil yang mesinnya bagus atau (terpaksa) yang 
mesin ngadat, lebih benar yang bisa bergerak maju. Melaju ke depan 
sambil terus menghadap belakang jelas melanggar aturan lalulintas. 

Sekedar bacaan: 

Di rumah, Anda tentu punya kedaulatan untuk membuat sistem / aturan 
bagi keluarga sendiri. Tidak mungkin Anda membiarkan atau malah 
mempersilakan saudara kandung/ipar, orangtua/mertua, tetangga dll, 
untuk mengatur kehidupan rumahtangga Anda. Rumahtangga Anda haruslah 
berdaulat, kendati ia merupakan bagian dari keluarga besar, dari 
bangsa, dari umat. Tinggal, bagaimana kedaulatan rumahtangga Anda 
memberi arti kebaikan bagi kumpulan-kumpulan yang lebih besar tsb. 
Tanpa kedaulatan, boleh jadi rumahtangga Anda menjadi beban bagi sekitar. 

Kalau pun Anda anti terhadap kedaulatan, mengharamkan kedaulatan, 
maka tetap saja Anda berdaulat untuk itu. 

Untuk sementara itu dulu tentang kedaulatan. Saya masih berharap 
ada yang sudi memberi pencerahan tentang ada-tidaknya kata 'negara' 
dalam perbendaharaan Islam / bahasa Arab. 

Terimakasih. 

Selamat berbuka. 

--- Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...> wrote: 

> Justru pangkal kesalahan demokrasi adalah kedaulatan itu sendiri.
> 
> Kalau dikatakan manusia berdaulat, artinya dia diberi wewenang 
> membuat hukum.
>
> Maka kita akan temukan negara yg hukumnya dibuat oleh manusia itu 
> sendiri akan menghasilkan variasi yg sangat beragam. Maka seperti 
> yg dikatakan bung mochtar, ada negara demokrasi gagal dan ada yg 
> sukses. Dikatakan sukses hanya dilihat dr indikator yg sempit dr 
> kacamata demokrasi itu sendiri dan bukan dr kacamata kemanusiaan 
> bahkan bukan pandangan agama.
> Jadi kegagalan dan kesuksesan menjalankan sebuah sistem adalah 
> faktor manusia. Namun baik atau tidaknya sistem lebih menentukan 
> ketimbang keberadaan manusia pelaksananya. Maka perlu disadari 
> bahwa yg jadi masalah disini sebenarnya ada di sistem itu sendiri. 
> Bukan manusianya.
>
> Sistem demokrasi murni dibangun oleh manusia biasanya berdasarkan 
> kepentingan manusia di parlemen. Apakah ada negara demokrasi yg 
> menjadikan kepentingan Tuhan Semesta Alam sbg dasar hukumnya? Kalau 
> ada tolong sebutkan.
>
> Sedangkan sistem Islam bersumber dari wahyu. Dan nabi adalah 
> manusia, sahabat manusia, tabi'in dan ulama sepeninggalnya juga 
> manusia bahkan khalifah jg manusia namun mereka selama beriman pada 
> Allah, yakin pd kebenaran Al Quran yakin pada Rasulullah saw 
> walaupun tdk pernah berjumpa, dan mereka selalu mengikatkan diri 
> mereka dengan keyakinan itu, maka ketika mereka bertahkim, menyusun 
> peraturan negara maka aturan itu tidak akan lepas dari tujuan Sang 
> Pencipta menciptakan manusia. Bahwa aturan Sang Pencipta adalah 
> aturan yg sempurna. Sistem yg digariskannya adalah sempurna.
>
> Walaupun pada aspek derivatifnya terjadi noise yakni pada aspek 
> cabang, akan tetapi hukum Islam yg dilahirkan dr pemikiran para 
> ulama mujtahid, tetap selalu lebih dekat dengan kebenaran daripada 
> hukum yg dihasilkan parlemen demokrasi.
>
> Sistem yg baik dijalankan manusia mulia akan menjadi kebaikan untuk 
> semua. Walaupun dilaksanakan org fasik, sistem ini tetap memberikan 
> kebaikan. Misalnya pada beberapa khalifah pada kekhilafahan bani 
> umayyah dan abbasiyah yg menghasilkan banyak ilmu pengetahuan. Pada 
> masa Saljuk yg berhasil membebaskan kaum muslim dr pasukan Tartar, 
> Masa Utsmaniah yang berhasil menaklukkan konstantinopel membebaskan 
> berbagai negeri hingga Islam bs dipeluk oleh ratusan juta umat 
> manusia hingga saat ini. Penaklukan yang tidak bisa dipandang 
> sebagai perang haus darah sebagaimana dulu dilakukan Romawi, Julius 
> Kaisar dll.
> 
> Berbeda dengan sistem demokrasi yg dari awal sudah rusak. Ia 
> walaupun dipimpin oleh seorang yg soleh tetap tidak bisa memberikan 
> kebaikan. Banyak kan contohnya!
>
> Ibarat naik mobil yg mesinnya bagus dan mobil yang mesinnya ngadat. 
> Lebih enak manasih ngejalaninya?
> 
> Salam,
> Dimas
> 
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> From: ajeg <ajegilelu@...> 
>
> > Substansi demokrasi nggak lain nggak bukan adalah kedaulatan 
> > rakyat. Agak aneh rasanya kalau mengharamkan kedaulatan secara 
> > menyeluruh hanya gara-gara istilah 'demos kratos' lahir di 
> > Yunani. Biar sajalah. Toh berdaulatnya orang banyak bukan cuma 
> > ada di Yunani.
> >
> 
> 





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke