Latar belakang dulu ya. Di bawah itu awalnya obrolan soal kelompok yang gemboran mau gelar sistem khilafah di Indonesia. Mereka terang-terangan anti-demokrasi, anti-pemilu, anti- pemerintah, kecuali kalo mereka yang di sana, hehe..
Umar Abduh ini tadinya nggak ikutan ngobrol. Baru nimbrung setelah nggak ada maju-maju ngejawab pertanyaan gua tentang ada-enggaknya istilah 'negara' dalam Islam / bahasa Arab. Ternyata memang nggak ada. Lantas, ngapain mereka mau mendirikan khilafah Islamiyah, yang jelas maksudnya adalah negara Islam? Ya udah, obrolan soal kesalahkaprahan istilah demokrasi jadi berkembang ke pemaksaan khilafah dengan contoh yang ngalor-ngidul. Syukurlah setelah kebingungan sendiri akhirnya mereka lempar anduk walau tetep pengen khilafahan.. hehe.. Kalau soal penyelesaian masalah di Indonesia sebenarnya cukup ribet sekarang ini. Apalagi dengan munculnya kelompok-kelompok yang merasa punya ideologi paling benar, malah ada yang katanya bikinan tuhan segala. Menurut gua sih, akar keruwetan ini adalah utang luarnegeri. Kalau ini bisa dikurangi, lebih-lebih diatasi, barulah kita bisa bicara soal kemajuan. Ada pandangan lain? --- "arra_s" <arra_s@...> wrote: > apakah ngga ada ideologi produk baru yg punya percepatan.. > yg simpel.. yg di rumuskan dari output.. misalnya : > pengangguran mendekati nol, yg punya toefl diatas 550 dapat > kesempatan beasiswa belajar ke luar negeri, dll.. > > ngga demokratis juga ngga apa apalah.. > > bosen sih sama demokrasi ala indonesia.. > kemajuan jadi jalan di tempat atau malahan mundur?? > > atau ada ngga alat untuk membuat semua politikus saat ini mundur.. > dan di gantikan dgn yg baru.. > > he3x ini curhat doang.. > abis sebel banget.. negara dimana segala ada kok disia siakan > pengelolaan nya.. > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Nggak ada masalah dengan keinginan seperti itu (membangun > > & menjalankan masyarakat yang berdaulat / demokratis). > > > > Yang jadi masalah adalah, cara hidup & situasi saat ini sudah > > sangat berbeda dengan cara & situasi di masa nabi. Kita hidup > > jauh setelah masa itu. Dan kehidupan terus bergerak ke depan. > > > > Adalah kedaulatan bagi siapa pun untuk mengenang masa lalu. > > Tetapi terus menatap ke belakang selagi bergerak ke depan... > > saya yakin Muhammad pun nggak bakal melakukan hal selucu ini. > > Kabarnya, dia justru melakukan revolusi untuk meninggalkan > > peradaban pada masa itu, dan tidak mengulang bulat-bulat sistem > > yang diterapkan nabi-nabi pendahulunya. > > > > Tanpa menatap ke depan, mustahil bagi siapa pun untuk beranjak > > ke mana pun. Mandek. > > > > --- Umar Abduh <umarabduh@...> wrote: > > > > > Sudah baca Piagam Nabi atau Piagam Madinah, Konstitusi pertama > > > di dunia ? di sana disebutkan bahwa apa yg hendak dan > > > diselenggarakan Nabi saw adalah membangun dan menjalankan > > > sistem kebangsaan + kedaulatan yang tidak ada duanya dan > > > berbeda dengan yang dikehendaki kebanyakan manusia > > > > > > ajeg <ajegilelu@...> menulis: > > > > > > > Dalam beberapa aksi anti-demokrasi (anti Amerika maksudnya) > > > > sering digembor "tegakkan Daru'l Islam" sambil membanding- > > > > bandingkannya dengan Pancasila & UUD'45. Begitu bersemangat, > > > > sampai wajah & sepakterjang korlap + anak buah semakin > > > > beringas. > > > > > > > > Menjadi urgent untuk mencegah kesalahpahaman. Sebab wajah & > > > > sepakterjang seperti itu rasanya lebih pas dengan gemboran > > > > "Daru'l Harb! Daru'l Harb!!" > > > > > > > > Barangkali.. > > > > > > > > --- Umar Abduh <umarabduh@...> wrote: > > > > > > > > > bagaimana pun sistem yg berhasil dipancangkan Nabi Muhammad > > > > > saw adalah jauh lebih baik dari penyelenggaraan negara > > > > > manapun yg ada saat ini, dimana urgensi penyimpulan dalam > > > > > Islam tak ada kamus dan atau rumus negara ? > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
