Aku punya teman, dulu dia kuliahnya di Belgia, dan sekali waktu di 
restaurant mendengar suara keras gak karuan, setelah di tengok dan ditanya 
dijawab bahwa yg ngomongnya teriak teriak jusfiq, jadi sejak meninggalkan 
Indonesia penyakit si uplik dasarnya sudah ada, demen nyari musuh.
Dan temanku ini masih eksis sampai sekarang, malah menjadi dosen pula, bila 
tidak ada aral melintang temanku akan melanjutkan S3 nya melalui jalur dunia 
maya, palingan disaat mempertahankan tesis nya saja baru berangkat.

Kadang kasihan juga mendengar kisah kehidupan si uplik yg ternyata tidak 
punya teman abadi, yg ada malah musuh abadi.
Hanya mau diapakan lagi bila memang jiwanya sudah sakit lama, dan bertambah 
parah sejak adiknya modar tidak ada yg melayat ditambah ketakutan disaat 
nanti tidak ada yg melayat selain si gendut marlene yg kesenangan si uplik 
modar.

Cuhhhhhh

----- Original Message ----- 
From: "pinpinyuliansyah" <[email protected]>


> lha, manusia normal mana yang nddak ngerasa kalau kampung petar ini emang 
> nddak makin kacau?
>
> elo seneng duduk2 di starbuck nddak plik ?  asyik kumpul2 ngopi ngerokok 
> sambil ngobrol2 gitu .  . . nah. . . elo itu tipikal manusia pengacau dan 
> ngerusak suasana. kalau manusia2 kayak elo doan rombongan ketoprak sering 
> ngopi di starbuck, pesen minuman paling murah, duduk lama lamaaaaaa 
> seharian, ngobrol kenceng, ribut, itu starbuck bakal bangkrut!  pengunjung 
> lain jadi moh buat dateng.
>
> suasana nongkrong di prol yang mostinya asyik jadi nddak nyaman gara2 elo 
> dan rombongan  ketoprak elo tereak2 mlulu . . . kayak kaset butut diputer 
> sama tape butut pakai speaker masjid yang audionya nddak tahu bass ama 
> tribel nya di mana.
>
> disebut orang sastra, tak ada secuilpun tulisan elo yang nyastra. tulisan 
> elo kering dari rasa, sayang, apalagi cinta.
>
> disebut misionaris yang jualan agama, elo sama si bleki jauh dari mengerti 
> tentang ilmi marketing. jangankan jualan yesus, jualan sandal jepit aja 
> elo2 pade nddak akan laku. lha. . .jualannya gitu sih . . .mana ada yang 
> mau ? jualan apapun kagak akan laku dunk :(
>
> bagi elo, proletar adalah seluruh dunia elo. artinya di dunia nyata elo 
> bener bener bukan siapa siapa . . . bukan apa apa . . . tak bermanfaat 
> sedikitpun bagi sesama. . . bener2 sampah.
>
> kerak kenistaan.
>
>
> --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>>
>>
>> Khas omongan fasis orba yang gampang tersengat omongan orang lalu
>> jejeritan menuduh orang itu pengacau. Tentu sambil tak lupa menunjukkan
>> apa-apa yang dianggapnya sebagai "barang bukti".
>>
>> Begitulah fasis. Sangat miskin argumentasi. Kalaupun punya, maka 
>> argumennya
>> tak pernah cukup meyakinkan, bahkan untuk meyakinkan dirinya sendiri.
>> Miskin keyakinan. Bayangkan fasis miskin yang masih disangga tunjangan 
>> sosial.
>> Kemiskinan apa lagi yang dia nggak punya?
>>
>> Itu sebabnya para dungu bermental fasis selalu membutuhkan penyangga
>> berupa "barang bukti". Yah, sekurangnya untuk memperkencang jerit 
>> sirinenya.
>>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke