From: <[email protected]>

Ya gimana dunk, esensi kita beragama adalah untu menjawab apa Ɣªήƍ terjadi 
setelah kematian. Dalam Agama kristen terdapat kepastian masuk sorga sedang 
Ɣªήƍ lain kurang jelas. Gimana ♏äů omong sorga nyawa pimpinannya sendiri 
setelah mati masih minta ∂ï doakan?
++++
Sebelum bicara Nabi lain, mengapa tidak bertanya di benak sendiri, apakah 
dengan percaya Yesus sudah bisa dipastikan masuk surga, dan bagi yg tidak 
mengenal Yesus tidak akan masuk surga ?
Dan apakah benar ada ajaran agama utk menjawab ?, bila anda mampu menjawab 
utk apa anda ke gereja mendengarkan kotbah lagi ?, anda bukan pemanggul 
salib maka jadilah domba yg baik, bila anda mau memanggul salib maka belajar 
agama lah sampai tuntas.

Menurut anda berapa banyak umat Kristen yg sudah membaca Alkitab yg 
sedemikian tebal sampai tamat ?, sebagai informasi semakin anda sering 
membaca Alkitab sampai tamat, maka semakin anda tidak punya niat ber 
argumentasi agama dengan penganut agama/ajaran lain.



Andaikan masuk sorga berdasarkan timbangAn pahala, pahala saya «Ĵчğå» banyak 
tentu masuk sorga.  Andaikan yesus benar adalah tuhan saya «Ĵчğå» masuk 
sorga karna pengakuan saya kepada yesus.
+++++
Apakah dengan pengakuan kepada Yesus sudah pasti masuk surga ?.

Dan mengapa membawa dewa Cina ?, dan mengapa pula mempertanyakan Nabi lain 
setelah Yesus ?

Bila anda mau belajar agama, maka agama apa yg ingin anda perdalam ?, bila 
sudah pasti usahakan jangan usil dengan kepercayaan orang lain, karena 
disaat anda sudah memahami apa yg anda imani maka anda sudah tidak butuh 
lagi belajar mengenai yg lain, apalagi dewa Cina, yg jumlahnya banyak 
banget.

Bukan berarti dewa Cina jelek dan masuk neraka, yg namanya Kelenteng tidak 
bisa dibangun biarpun anda memiliki tanah, ijin dan uang, silahkan tanya ke 
teman dari golongan Matakin, dan jangan debat, cukup tanya dan renungkan 
jawabannya, bila tidak jelas tanya lagi ke teman yg lain, bila perlu tanya 
ke Bunsu nya.

Demikian juga dengan Islam, jangan tanya ke Habib Rizieq, tanya ke Kyiai yg 
tinggalnya di kampung, jangan salah pilih yg di kota besar, karena sudut 
pandangnya sudah berbeda, sedang umat Islam terbanyak ada di Kampung 
Kampung, di kota besar bisa bisa sudah terkooptasi dengan keduniawian.



Jadi so what gitu lo,
+++
Pada intinya jangan nimbrung diskusi dengan topik yg tidak anda kuasai, 
karena dengan nimbrung di diskusi yg kalimatnya penuh dengan caci maki yg 
akan anda dapat hanya sampah dan anda akan menjadi semakin bodoh plus 
radikal fundamentalis tidak terarah.
Makanya silahkan buka file lama, silahkan baca apa yg di tulis si Kristen 
belegug Richan, minimal dia mengalami perubahan pola pikir.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "suryana" <[email protected]>

Orang Cina di Indonesia sejak banyak yg masuk ke Kristen jadi banyak yg
ngaco, baru bisa baca ayat seuir sudah merasa ( bukan mikir ) paling tahu
dan paling jago, gak ngeh pendeta sekolahnya sebentar, sedang pastur yg
sekolahnya bertahun tahun juga tidak sedikit yg amburadul, lha bagaimana
tidak amburadul hidupnya penuh dengan nafsu keduniawian, hal ini yg sering
aku protes, pastor pilihannya 2, selibat dan vegetarian, sedang 1 lagi boleh
nikah, tanpa itu yg namanya pastur lebih gampang jadi manusia bejad, lha
bagaimana tidak bejad nonton tv banyak pornonya, makan daging dan minum
anggur, jelas nafsu keduniawiannya jadi menguat, bandingkan dengan kehidupan
para biksu, biksu tidak boleh makan daging, dan tidak ada TV, sehari hari
meditasi dan baca buku, nafsu keduniawiannya hilang/berkurang jauh.

Yg paling sialan selama aku ngobrol dengan teman Kristen, mereka menganggap
dirinya sudah pasti masuk sorga dan pengikut Yesus full body, koar kesana
sini merasa/bukan mikir paling pinter, di sini mirip Jack Fontana dan Richan
( yg ini ngabur kemana yah ), nimbrung ngehujat agama lain, padahal agama
sendiri belum paham, beneran nyebelin dan kagak tahu diri.

Uplik sih bisa dimaklum emang dari sononya sudah gelo. ngeliat NKRI pakai
lobang pantat, jelas oretannya gak waras dan gak berbobot.

Kita bisa lihat perkembangan warga petar sejak awal sd sekarang, yg tidak
berubah dan bertambah parah hanya si uplik, sedang yg lain suer sudah jauh
lebih maju di kehidupan dunia nyatanya, dan mereka mengakui kampung Petar
banyak memberi ilmu yg sulit didapat didunia nyata.

Ibuku awalnya selalu manyun bila sudah orat oret di komputer, juga ada sales
bahan baku karesten baru melek ngomel in aku gak boleh main internet,
terakhir si sales karesten dongo malah keluar dari gereja, padahal di awal
tanya ke aku apakah kisah Nyai Dasima eksis, aku bilang anggap saja eksis
memang kenapa, dia bilang mau ngusir roh nyai Dasima didaerah Parung agar
Parung jadi tidak kena kutut Nyai Dasima, aku hanya bisa ngakak didalam hati
doangan, koq bisa ada umat goblok banget, terakhir keluar karena melihat
dengan kepala sendiri di atasan yg direbutin uang doangan...yeah namanya
juga cina umumnya yg dilihat ada duit nya gak.

Cina bokek mah di gereja mewah gak ada yg nganggap, dianggap sampah mah
iyah.

Sekarang cina jadi identik dengan Kristen, sudah dulu di identik an PKI, gak
tahu diri juga sih.




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke