Orang Cina di Indonesia sejak banyak yg masuk ke Kristen jadi banyak yg 
ngaco, baru bisa baca ayat seuir sudah merasa ( bukan mikir ) paling tahu 
dan paling jago, gak ngeh pendeta sekolahnya sebentar, sedang pastur yg 
sekolahnya bertahun tahun juga tidak sedikit yg amburadul, lha bagaimana 
tidak amburadul hidupnya penuh dengan nafsu keduniawian, hal ini yg sering 
aku protes, pastor pilihannya 2, selibat dan vegetarian, sedang 1 lagi boleh 
nikah, tanpa itu yg namanya pastur lebih gampang jadi manusia bejad, lha 
bagaimana tidak bejad nonton tv banyak pornonya, makan daging dan minum 
anggur, jelas nafsu keduniawiannya jadi menguat, bandingkan dengan kehidupan 
para biksu, biksu tidak boleh makan daging, dan tidak ada TV, sehari hari 
meditasi dan baca buku, nafsu keduniawiannya hilang/berkurang jauh.

Yg paling sialan selama aku ngobrol dengan teman Kristen, mereka menganggap 
dirinya sudah pasti masuk sorga dan pengikut Yesus full body, koar kesana 
sini merasa/bukan mikir paling pinter, di sini mirip Jack Fontana dan Richan 
( yg ini ngabur kemana yah ), nimbrung ngehujat agama lain, padahal agama 
sendiri belum paham, beneran nyebelin dan kagak tahu diri.

Uplik sih bisa dimaklum emang dari sononya sudah gelo. ngeliat NKRI pakai 
lobang pantat, jelas oretannya gak waras dan gak berbobot.

Kita bisa lihat perkembangan warga petar sejak awal sd sekarang, yg tidak 
berubah dan bertambah parah hanya si uplik, sedang yg lain suer sudah jauh 
lebih maju di kehidupan dunia nyatanya, dan mereka mengakui kampung Petar 
banyak memberi ilmu yg sulit didapat didunia nyata.

Ibuku awalnya selalu manyun bila sudah orat oret di komputer, juga ada sales 
bahan baku karesten baru melek ngomel in aku gak boleh main internet, 
terakhir si sales karesten dongo malah keluar dari gereja, padahal di awal 
tanya ke aku apakah kisah Nyai Dasima eksis, aku bilang anggap saja eksis 
memang kenapa, dia bilang mau ngusir roh nyai Dasima didaerah Parung agar 
Parung jadi tidak kena kutut Nyai Dasima, aku hanya bisa ngakak didalam hati 
doangan, koq bisa ada umat goblok banget, terakhir keluar karena melihat 
dengan kepala sendiri di atasan yg direbutin uang doangan...yeah namanya 
juga cina umumnya yg dilihat ada duit nya gak.

Cina bokek mah di gereja mewah gak ada yg nganggap, dianggap sampah mah 
iyah.

Sekarang cina jadi identik dengan Kristen, sudah dulu di identik an PKI, gak 
tahu diri juga sih.

----- Original Message ----- 
From: "pinpinyuliansyah" <[email protected]>


> sayah dulu punya pacar, marganya tan. malam hari sehabis makan malam aku 
> persembahkan beberapa biji bunga sedap malam buat ditaro di kamar, dia 
> tersenyum manis dan berucap : "terima kasih pin san . . ."
>
> besok pagi nya, saat tea break, dia menghampiri sengan muka muram seraya 
> berkata :"maafkan aku pin san . . . buka yang kamu kasih habis dipakai oma 
> sembahyang . .
> " . . .
>
> aku tersenyum, seraya berkata : "its ok, nanti malam aku nelikan sekuntum 
> mawar merah untuk kamu bawa pulang ya sayang ya . . ." dia berlalu dengan 
> pipi kemerahan. . .
>
> papa ateis, mama islam, nenek kong hu cu. dia sendiri memilih jadi seorang 
> altivis gereja peotestan. hisup dalam satu rumah. biasa saja . . . nddak 
> ada debat2 panjang kayak di kampung petar . . .
>
> sempet saya nanya sama si mamah, kok bisa mamah milih islam ? si papah kan 
> ateis ? si mamah senyum seraya berbisik :"di hadapan mamah, si papah jauh 
> lebih islami dibanding pak haji yang doyan kawin dengan wanita muda, sibuk 
> bicara tuhan seraya makan hak orang yatim . . ."
>
> awal tahun 2000 an papah meninggal . . .
> banyak jemaah mesjid, gereja, vihara bahkan temen2 kong hu cu yang datang 
> melayat ke rumah duka.
>
> love you papa . . .
> selamat beristirahat dwngan tenang.
>
>
> --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote:
>>
>> Aku punya teman, dulu dia kuliahnya di Belgia, dan sekali waktu di
>> restaurant mendengar suara keras gak karuan, setelah di tengok dan 
>> ditanya
>> dijawab bahwa yg ngomongnya teriak teriak jusfiq, jadi sejak meninggalkan
>> Indonesia penyakit si uplik dasarnya sudah ada, demen nyari musuh.
>> Dan temanku ini masih eksis sampai sekarang, malah menjadi dosen pula, 
>> bila
>> tidak ada aral melintang temanku akan melanjutkan S3 nya melalui jalur 
>> dunia
>> maya, palingan disaat mempertahankan tesis nya saja baru berangkat.
>>
>> Kadang kasihan juga mendengar kisah kehidupan si uplik yg ternyata tidak
>> punya teman abadi, yg ada malah musuh abadi.
>> Hanya mau diapakan lagi bila memang jiwanya sudah sakit lama, dan 
>> bertambah
>> parah sejak adiknya modar tidak ada yg melayat ditambah ketakutan disaat
>> nanti tidak ada yg melayat selain si gendut marlene yg kesenangan si 
>> uplik
>> modar.
>>
>> Cuhhhhhh
>> 


------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke