Di periode rebellionnya, bocah-bocah di rumah juga suka bertingkah untuk menarik perhatian. Gua nggak larang selama nggak menjurus kurangajar atau nyentuh narkoba.
Si uplik itu udah bangkotan, tapi nggak berani kasih contoh bagaimana itu menista tuhan. Bisanya cuma bengak-bengok kayak bebek diperkosa bonobo. Yang sial kena hasut ya alex aan. Masuk bui dia. Di masa rebellionnya, bocah-bocah banyak menuntut perubahan. Tepatnya menuntut segalanya agar sesuai dengan mereka. Toh lambat laun pengetahuan & pengalaman menggembleng mereka, memperkaya hidup mereka dengan kesadaran bahwa yang harus berubah adalah mereka, bukan yang di luar mereka. So, ngotot merubah isi buku qur'an adalah sindroma kanak-kanak juga. Lha barang mati kok disuruh berubah. Kalau merasa punya otak ya silakan pakai itu otak untuk merubah diri, memperkaya hidup sendiri sukur-sukur bisa berbagi dengan sekitar. Itu jauh lebih masuk akal untuk dilakukan ketimbang menghasut pihak di luar dirinya untuk berubah. Misalnya merubah orang lain dari pegawai negeri jadi narapidana.. Kalau memang merasa cukup ahli untuk merubah qur'an, ya rubahlah qur'an yang sesungguhnya: alam semesta. Alias situasi & kondisi yang ditulis dengan "kalam Illahi". Bacalah itu untuk membuat hidup jadi bermakna. Nggak suka dengan "tulisan" itu? Gampang. Hapus saja. Setip. Rubah matahari menjadi bulan dan sebaliknya agar siang berubah jadi malam dan sebaliknya dll dst. Mau berpikir terbalik-balik seperti si uplik, ya nggak ada yang larang. Tapi jelas ada konsekuensinya. Jadi gila seperti dia, misalnya. --- "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote: > uplik mah apanan emang begitu . . . > tapi, justru uplik lah salah satu manusia yang bikin kampung petar > itu beda :) > > masing masing orang emang punya peran masing masing. > > peran uplik di kampung petar jelas jauh lebih punya arti dibanding > si dimas dongo yang tanpa tengok kiri tengok kanan langsung > nyemplung di kampung petar. > > si dimas itu kurang lebihnya satu apwcies aama si jack fontana yang > swkarang nddak tahu nyungsep di.mana. yang bedain cuman satu : si > jack itu kriaten koplok. kalau dimas itu ya islam koplok. > > dua dua nya sama aja : koplok. > > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Yeah, sassis bilang "diskusi". > > Sama persis dengan yang dibilang Frank William, > > "they are open to discussion and debate,". > > > > Tapi elu plik, maunya menista. Cuma menista: > > http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/365499 > > > > --- "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > > > Sassis yang cerdas bilang kira-kira gini (dan saya sering > > > mengutip omongannnya - diluar kepala: orang Nasrani udah biasa > > > diskusi, yang adalah dialog, sedangkan orang islam biasa > > > khotbah yang adalah monolog... > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
