Ya, itu tergantung pemilik usaha atau sekurangnya 
atasan langsung si pegawai, bagaimana mereka menempatkan 
pegawainya. Sebagai orang suruhankah atau partner kerja 
/ mitra berusaha. Kawan seiring-sepenanggungan. 

Jangankan level staf, pekerja pabrik pun harus diberi 
kesempatan yang sama untuk ikut merasa memiliki, bangga, 
dan loyal pada perusahaan tempatnya bekerja. 

Tentu ada sederet persyaratan yang harus dipenuhi untuk 
pegawai bisa menjaga nama kelompok. Antara lain menyangkut 
jaminan dan kesejahteraan pekerja. 

Ironis kan, logo yang memberi konsumen simbol status dan 
kekayaan bagi pemiliknya ternyata ditopang pekerja murah di 
negara-negara berkembang. Termasuk republik Pulogadung, 
Cikarang, Asahan sampai Tembagapura. 

Sebelum puyeng mikirin itu, tengok saja dulu orang-orang 
yang ada di sekitar; pegawai kita, sopir kita, prt kita, satpam 
& tukang sampah kompleks dll. Bukankah mereka juga punya 
kehidupan. 


--- ayub <ayubyahya@...> wrote:

> teman sekantor mo ngelunasin hutangnya di salah satu
> bank milik pemerintah
> 
> kalo mottonya, Karyawan, pegawai, itu partner yang sesungguhnya. 
> 
> tentunya segera dilayani dgn baik.. wong namanya aja 'melunasi'
> 
> tapi ini tidak...
> pegawai-nya ogah2-an melayani.. malas buka computer sbg salah satu
> cara/prosedur utk melihat data2 si nasabah..
> 
> agar pegawai dedicated, mental pegawai harus selalu di upgrade
> jangan bosan2 ngasih briefing dan motivasi..
> 
> 
> 
> From: ajeg <ajegilelu@...>
> 
> > Karyawan, pegawai, itu partner yang sesungguhnya. 
> > 
> > Pelanggan tetep tamu yang patut dihormati dalam 
> > batasan wajar. 
> >
> > Dia minta lebih, ada harganya. 
> > 
> > Dia kurang ajar, juga ada harga yang harus dia bayar 
> > dengan mahal. 
> > 
> > Nggak selalu berupa uang. 
> > 
> > --- "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> wrote:
> > 
> > > sepanjang pengetahuan saya, pembeli itu bukan raja.
> > > sebagai penjual, kita tidak mungkin dapat melayani semua jenis 
> > > pembeli.
> > > lexus, tidak dijual untuk kelas nya uplik atau item abu.
> > > lexus memiliki struktur harga yang diluar kemampuan dompet item 
> > > abu lexus tidak dibuat untuk memenuhi harapan item abu
> > > karena bagi item abu, seekor kijang pun sudah mobil mewah.
> > > 
> > > pembeli bukan raja. 
> > > tak perlu dilayani seenak udel nya pembeli.
> > > apalagi jenis atawa tipikal pembeli seperti item abu.
> > > kalau perlu, starbuck bikin plang :"item abu dan uplik dilarang 
> > > masuk! "
> > > 
> > > pasar sekarang bergerak dari 'lumagada" (lu mau gua ada) 
> > > menjadi specialis . . dan sekarang bergerak menjadi partnership.
> > > 
> > > your business partner. . . 
> > > 
> > > pembeli adalah mitra dari si penjual. dalam konteks waralaba, 
> > > si penjual pun adalah mitra dari pemilik merk atau system,  
> > > pemilik system juga adalah mitra para pemilik sayah dan 
> > > hubungan pembeli . . . stake holder. . . karyawan . . adalah 
> > > partnership. 
> > > 
> > > pembeli punya keinginan dan kebutuhan yang harus dipenuhi, 
> > > karyawan punya keinginan dan kebutuhan yang harus dipenuhi dan  
> > > stakeholder juga punya keinginan dan kebutuhan yang harus 
> > > dipenuhi.
> > > 
> > > dalam konteks pengalaman bete di mini market starmart, sikap 
> > > pelayan toko yang tidak ramah kemungkinan besar adalah dampak 
> > > dari tidak dipenuhi nya kebutuhan dan keinginan karyawan oleh 
> > > stake holder. mungkin gaji nya terlalu kecil. . . mungkin 
> > > pelatihannya sangat minim. . . mungkin sistem nya kurang 
> > > berjalan baik. . . sehingga karyawan tidak berlaku ramah pada 
> > > pembeli. 
> > > 
> > > padahal, pembeli datang tidak hanya butuh secangkir kopi. tapi 
> > > juga butuh pelayanan yang ramah.
> > > 
> > > service. brand. itu yang dibeli 
> > > bukan sekedar produk.
> > > 
> > > --- "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> > > > 
> > > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> > > > 
> > > > > Lucu memang kalau ketemu penjual yang tidak lagi 
> > > > > menghormati pembeli sebagai raja. 
> > > > >
> > > > 
> > > > 
> > > > Penjual ini sudah menghormati pembeli sebagai raja.
> > > > Tapi, gimana kalo pembelinya 'kurang ajar' kayak doi?
> > > > 
> > > > http://youtube.com/watch?v=Q5mHPo2yDG8
> > > > 
> > > >
> > > > 
> > > 
> > 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke