--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Lucu memang kalau ketemu penjual yang tidak lagi 
> menghormati pembeli sebagai raja. 
> 


Penjual ini sudah menghormati pembeli sebagai raja.
Tapi, gimana kalo pembelinya 'kurang ajar' kayak doi?

http://youtube.com/watch?v=Q5mHPo2yDG8




> Lebih lucu lagi, dunia perniagaan sekarang selain 
> menjual barang (dan jasa) juga berjual-beli uang. 
> Tambah lucu, setelah uang jadi mata dagangan, 
> selanjutnya giliran pelayanan ikut dijadikan jualan. 
> 
> Ya, jualan. Karena layanan diperlakukan bukan sebagai 
> pelaksanaan kredo "pembeli adalah raja" tapi 
> sebagai strategi mendongkrak penjualan. Biaya untuk 
> melatih sales tampil menarik, merendahkan suara dan 
> tetap senyum kendati ada pelanggan protes, dibebankan 
> ke harga barang. 
> 
> Setelah hasil penjualan dengan layanan profesional ini 
> mencapai titik jenuh, giliran merk diutak-atik 
> menjadi strategi baru. Dan, hampir 30 tahun ini merk 
> jauh lebih penting dari barang yang dijual. 
> 
> Kenapa begitu? Karena pada tahap ini merk bukan lagi 
> sekedar penanda barang dan kualitas layanan, tapi memberi 
> pengaruh pada gaya hidup, penampilan, budaya, bahkan 
> status sosial konsumen. 
> 
> Pemakai merk produk olahraga misalnya, akan terlihat 
> sebagai orang yang bergaya hidup sehat. Bahwa dia cuma 
> kuat jogging satu putaran lapangan bola, itu soal lain. 
> 
> Begitu juga merk desainer kondang, bisa menunjukkan si 
> pemakai adalah orang yang memperhatikan penampilan.
> Lalu, merk tempat nongkrong, bisa mengesankan dia berbudaya 
> dugem, penikmat kopi sejati, maupun pelahap racikan resep 
> kelas dunia. 
> 
> Selain itu, kombinasi merk sepatu, kendaraan, sampai 
> perumahan, bisa menjadi penanda status sosialnya. 
> Singkat kata, merk sudah menjelma menjadi simbol status 
> pemakainya. Dan, tentu saja ada harga yang harus dibayar 
> untuk semua itu. 
> 
> Nggak masalah samasekali selama kita butuh barangnya, 
> bukan kepingin merknya. 
> 
> Yang perlu diwaspadai dari jualan simbol status ini ya 
> jangan sampai membeli sesuatu yang kita tidak butuh. 
> Sebab, itu sama saja kita kasih uang dengan percuma ke 
> para pemilik merk yang kaya-raya itu. Menggarami laut. 
> 
> http://www.youtube.com/watch_popup?v=um0IViziU9w&vq=large
> 
> 
> --- "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> wrote:
> 
> > service not product.
> > itu satu prinsip yang saya pahami dalam marketing.
> > 
> > berikutnya adalah :"brand, not product"
> > 
> > setelah dibuat bete oleh pelayanan mini market starmart di reat 
> > area, detik ini, saat saya nge prol, saya lagi bawa anak anak makan 
> > di papa rons pizza.
> > 
> > brand, not product. orang beli marlboro, bukan beli rokok. beli 
> > levis, bukan beli celana jeans, beli pepsodent, bukan beli pasta 
> > gigi, beli papa rons, bukan beli pizza, johny beli toyota baru, 
> > bukan beli mobil.
> > 
> > proletar tidak hanya bisa memberi dampak seseorang seperti johny 
> > jadi tertarik membeli apartemen, namun juga bisa jadi sosial media 
> > yang ampuh untuk meningkatkan pelayanan yang baik bagi para pelaku 
> > bisnis.
> > 
> > pengalaman yang buruk saat saya berkunjung ke mini market starmart, 
> > cerita tentang pisang molen kartika sari yang menarik hati, atau 
> > betapa menggoda nya sambel jawa bagi habe, itu bisa memberi dampak 
> > ataa tingkah laku manusia si dunia nyata. sama seperti bagaimana 
> > uplik bisa memenjarakan alex aan padahal uplik ada di belanda dan 
> > alex aan ada di padang.
> > 
> > ini tahun 2013.
> > ini jaman tekhnologi informasi.
> > 
> > dan pengalaman buruk seseorang di berbagai perusahaan jasa akan 
> > dengan sangat mudah di upload di social media dan dibaca oleh 
> > sekian banyak pembaca.
> > 
> > kalau harga merk coca-cola bisa bernilai juta juta dollar . . . 
> > 
> > kira - kira . . . berapa nilai waralaba sebuah minimarket yang 
> > tidak mempedulikan senyum, salam, dan sapa ? 
> > 
> > tak ada nilai.
> > 
> > bukan pilihan.investaai yang bagus.
> > 
> > kecuali mereka cepat memperbaiki diri dengan diantaranya membuat 
> > sistem.pelatihan yang baik bagi para karyawannya agar memahami 
> > bahwa yang dibeli konsumen itu bukan semata mata produk. namun 
> > service. merk.
> >
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke