http://www.hidayatullah.com/berita/lokal/13790-mui-sosialisme-sama-bahaya-seperti-kapitalisme

MUI: Sosialisme Sama Bahaya Seperti Kapitalisme 

Thursday, 21 October 2010 13:19 Nasional 
MUI sendiri menganjurkan sistem ekonomi yang sesuai dengan syariat Islam dengan 
prinsip-prinsip Ilahiyah

Hidayatullah.com--Adanya gerakan kampaye sosialisme pada aksi demo setahun 
pemerintahan SBY-Boediono yang digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta Rabu 
(20/10), mengundang komentar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf 
Amin.

Menurut Ma'ruf, sosialisme sama bahayanya dengan kapitalisme. "Sosialisme itu 
sama saja dengan kapitalisme dan liberalisme. Paham yang tidak mendapat 
bimbingan agama," ujarnya kepada hidayatullah.com, Kamis (21/10). Jadi, tidak 
mungkin paham tersebut bisa jadi solusi.

Karena itu, tegas Ma'ruf, MUI menolak keras segela bentuk dari sosialisme, 
kapitalisme, dan liberalisme. Tidak hanya itu, Ma'ruf juga meminta agar 
mewaspadai gejala dan turunan dari ketiga paham berbahaya tersebut.

MUI sendiri menganjurkan sistem ekonomi yang sesuai dengan syariat Islam dengan 
prinsip-prinsip Ilahiyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam demo tersebut Kongres Aliansi Serikat 
Buruh Indonesia (KASBI) mengkampayekan sistem sosialisme. Sistem tersebut 
dianggap KASBI bisa menjawab semua permasalahan yang sedang menimpa bangsa. 
[ans/www.hidayatullah.com] 

++++

http://www.hidayatullah.com/berita/lokal/13789-kaum-sosialis-pun-memanfaatkan-demo-setahun-sby-boediono

Kaum Sosialis Pun Memanfaatkan Demo Setahun SBY-Boediono 

Thursday, 21 October 2010 13:11 Nasional 
Mahasiswa mesti berhati-hati terhadap gerakan kiri ketika melakukan aksi demo

Hidayatullah.com-Dari berbagai elemen yang melakukan demo besar-besaran 
memperingati setahun pemerintahan SBY-Boediono, Rabu, (20/10) di depan Istana 
Merdeka, Jakarta, seperti HMI, IMM, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), juga 
terdapat elemen Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Dari pantauan hidayatullah.com di lapangan, aksi demo yang dilakukan masa KASBI 
cukup mengundang perhatian. Massa ini membawa kepala babi buatan yang diberi 
warna kuning. Di kepala hewan tersebut ditulis "Antek Neo-lib, "Rezim bandit", 
dan kata-kata lainnya.

Beberapa orang telanjang dada dicat kuning berjalan mengelilinginya. Dan, salah 
satu dari mereka ada yang memakai kalung salib. Masa ini juga membawa spanduk 
besar bertuliskan "6 tahun rezim neo-lib SBY-Boediono gagal. Sosialisme jalan 
sejati pembebasan rakyat pekerja".

Sultoni, Koodinator Lapangan (Korlap) KASBI, ketika ditemui hidayatullah.com di 
sela-sela orasi mengatakan, rezim SBY-Boediono telah gagal memerintah Negara, 
karena itu, KASBI menawarkan sistem sosialisme. "Tawaran kita, sosialisme 
jawaban dari masalah semua ini," tegas Sultoni.

Lebih lanjut, Sultoni mengatakan, hanya dengan sistem sosialisme akan tercipta 
masyarakat yang sejahtera. Hal itu bisa dipastikan dengan beberapa upaya, 
seperti   pendistribusian kekayaan negara, rakyat bisa mengontrol semua 
kebijakan negara, dan semua hajat hidup masyarakat akan ditanggung dan 
dikontrol oleh negara. "Itulah prinsip-prinsip dari sosialisme," kata Sultoni.

Untuk mewujudkan hal itu, KASBI akan terus melakukan gerakan. Dan, aksi demo 
kali ini, ujar Sultoni, sebagai tindakan perlawanan politik.

Tidak hanya itu, KASBI juga akan melakukan pendidikan dan propaganda ke seluruh 
lapisan masyarakat, dan melakukan pengorganisasian dan penyadaran bahwa hari 
ini rakyat yang harus melakukan perubahan.

Jangan Dimanfaatkan  

Menanggapi sikap politik KASBI ini, Ketua Centre For Indonesian Communities 
Studies (CICS) Surabaya, Arukat Djaswadi, meminta agar mahasiswa berhati-hati 
terhadap gerakan kiri ketika melakukan aksi demo.

Gerakan tersebut, ujat Arukat, sangat berbahaya. "Kalau gerakan (aksi demo) 
lemah, maka mereka akan menyuruh kelompok kanan maju ke depan dan mereka mundur 
ke belakang," ujar aktivis antikomunisme ini ketika dihubungi hidayatullah.com, 
Kamis (21/10).

Tetapi, lanjut Arukat, jika gerakan tersebut menang, maka mereka akan memegang 
seluruh kendali dan tidak memberikan tempat pada kelompok kanan. "Saya khawatir 
itu akan terjadi. Karena itu, para mahasiswa harus cerdas dan lebih hati-hati. 
Jangan mudah dimanfaatkan," pesannya.

Lebih lanjut, Arukat mengatakan, gerakan seperti itu (sosialisme) akan terus 
berlanjut. Mereka akan terus berusaha melakukan gerakan apapun agar keberadaan 
mereka diakui, baik secara de facto dan de jure. [ans/www.hidayatullah.com]    
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke