> "landak_mini88" <landak_min...@...> wrote: > Sepertinya yang perlu dibahas di sini > adalah kata "miskin". Kata miskin baru > dapat muncul justru ketika ada si > "kaya". Apakah kalau seandainya semua > orang di amerika menjadi kaya seperti > yang anda katakan, Masihkah kata > "kaya" dapat muncul di amerika? Bukankah > dengan banyaknya orang kaya yang > bermunculan di sana membuktikan bahwa > justru Amerika masih banyak orang > miskinnya.
Anda betul sekali, memang istilah "miskin" itu asalnya dari orang2 komunistis yang memusuhi "si kaya" yang disebutnya "kapitalist". Sedangkan Amerika dan Inggris tempat asalnya para kapitalist itu sendiri tidak mengenal atau tidak ada kata2 "miskin", tapi mereka menyebutnya "poor" yang artinya "orang yang lemah" atau "orang yang perlu dikasihani", atau "orang yang perlu dibantu". Jadi kata2 "miskin" ini adalah kata2 provocative untuk memusuhi para kapitalist atau kapitalisme. Padahal dari sudut pandang manapun, kapitalisme tidak sejelek "komunisme". Kapitalisme dulu memang merupakan sebuah system yang memberi kebebasan bersaing dimana yang kuat survive dan yang lemah mati, dan ini memang merupakan hukum alam. Jadi kapitalisme itu adalah systemnya sedangkan kapitalis itu adalah pelaku2nya. Namun dizaman modern ini system kapitalisme sudah hilang bahkan ditolak oleh para kapitalis itu sendiri. Jadi adanya kapitalis janganlah disamakan atau dikaitkan dengan system kapitalisme dizaman dulu. Para kapitalist sekarang hanyalah orang2 kaya yang memiliki modal, sedangkan cara mereka menggerakan modalnya bukanlah dengan system kapitalisme melainkan dengan system demokrasi dimana setiap orang diberi kesempatan yang sama meskipun karena bakatnya tidak sama maka hasilnya pun tidak bisa diharuskan sama. Namun dalam hal inipun, mereka yang sangat lemah yang disebutnya "poor" tidak selalu miskin, kadangkala mereka punya warisan yang berupa tanah dan bangunan yang belum bisa dijadikan modal. Dalam system demokrasi inilah dibuat UU untuk membantu mereka melalui pendidikan dan informasi untuk meningkatkan agar tidak lagi "poor". Jadi istilah miskit itu sangatlah relatif karena untuk mereka yang dianggap "Kaya" di Indonesia, kalo diukur dengan kehidupan di Amerika bisa tergolong sebagai "miskin". Semua itu tergantung standard rata2, tapi tetapi memenuhi kebutuhan dasar adalah merupakan standard yang tidak bisa di-tawar2 lagi sehingga menjadikan Amerika tidak ada yang kekurangan akan kebutuhan dasar. Artinya orang yang tergolong "miskin" pun di Amerika ini terpenuhi kebutuhan dasarnya sedangkan di Indonesia mereka yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya saja yang disebut "miskin", sebaliknya di Amerika mereka yang tidak punya rumah saja sudah termasuk "miskin". Itulah sebabnya, saya menganjurkan untuk memilih cara memeratakan kekayaan katimbang cara memeratakan kemiskinan. Cara memeratakan kekayaan itu mudah yaitu mem-bagi2 kekayaan orang kaya dengan cara menjual saham2nya sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk merasakan kekayaan si orang kaya tadi sementara si orang kaya itupun malah makin meningkat kekayaannya tadi. Cara memeratakan kemiskinan tak perlu saya uraikan karena sangat amoral dan unethical seperti yang dilakukan di-negara2 komunis yang malah melarang penduduknya untuk bisa kaya. Baju harus seragam, ideology harus sama, semua rumahpun harus milik pemerintah tidak boleh memiliki apapun juga. Bahkan negara syariah itu lebih parah lagi, mereka harus sama2 agamanya, sama2 shalatnya, sama2 tidak kerja, sama2 menganggur, dan dalam kemiskinannya mereka saling merampok dan ini lengkap anda bisa saksikan di Pakistant. Syariah Islam itu sebenarnya merupakan system Komunisme, namun karena lebih biadab, biasanya para pemimpin syariah Islam menolak disebut komunisme karena mereka justru anti komunisme karena ideologi komunisme justru berfokus kepada produksi sehingga dilarang ber-malas2 dengan alasan shalat 5 waktu. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
