whoa... bersaing bebas dalam ekonomi setelah si kapitalis menumpuk kekayaan, 
sama saja berantem dengan bambu runcing, bu.. 
Makin mengerikan saja caranya, Kapitalis memberikan sebuah delusi akan adanya 
"tanah perjanjian" yang subur, yang TIDAK akan pernah bisa digapai oleh orang 
yang tidak memiliki modal.
well, anda selalu mengagung2kan saham... Mari kita bahas tentang 
itu:Kapitalis(pemilik modal), membagi2kan saham dan si miskin membelinya, DONE! 
1 cara yang ampuh untuk mengeruk uang orang banyak dan sebagai gantinya mereka 
diberikan KERTAS, yang isinya "MUDAH2AN ANDA BISA JADI KAYA". dan semua orang 
membelinya. Apa yang terjadi kemudian? Apa iya semua orang bisa menang dalam 
permainan itu? yang diharapkan semua orang adalah, harga saham akan naik dan 
setiap orang bisa jadi kaya.. 
Harga saham dari 500 bisa naik jadi 1.000. Kalau semua orang bisa untung 500, 
pertanyaannya: Dari mana tiba2 ada aliran dana 2x lipat yang masuk? Ga bisa.. 
Mustahil... Uangnya segitu2 aja... (kecuali kalo pemerintahnya mencetak uang 
lebih banyak, yang mana buntut2nya akan sama2 aja.. Uang dicetak lebih banyak 
maka nilai uangnya juga menurun.. yaaa 1000 yang didapet akan bernilai sama aja 
kayak 500 di awal).
Jadi, pasti ada yang kalah dong... harus ada yang rugi, artinya: kalau ada yang 
menang 1000 pasti ada yang kalah 1000. Inilah yang namanya "ZERO SUM GAME" yang 
dicetuskan oleh John Nash. Yang mana telah menampar Bapak Kapitalis Adam Smith 
yang mengagung2kan teori "INVISIBLE HAND"-- Teori membebaskan pasar tanpa 
campur tangan pemerintah.
Permainan kapitalis mirip sama permainan anak-anak yang memutari bangku. dimana 
jumlah bangku selalu lebih sedikit dari jumlah anak yang memutarinya. Diiringi 
lagu, dan ketika lagu berhenti PASTI ada 1 anak yang ga kebagian bangku. Dalam 
dunia nyata, si anak yang ga kebagian bangku ini akan dinyatakan "BANKRUPT". 
Bangku melambangkan resources (uang) yang beredar. Uangnya atau resourcesnya 
segitu2 aja, Semakin kaya seseorang artinya pasti ada orang yang semakin miskin 
ga kebagian bangku. Bayangkan, kaum2 kapitalis ini hanya segelintir orang. 
Kalau perbandingannya 1:1000 artinya 1 orang menguasai 1000 bangku, dan 1000 
orang harus berdiri dan kalah.
Kapitalisme itu barbar yet kita tidak merasa sedang ditindas. Ga ada perbudakan 
yang lebih hopeless daripada perbudakan yang budaknya sendiri tidak merasa 
sedang diperbudak. Seperti orang gila yang tidak sadar bahwa dirinya sedang 
berdelusi, bagaimana bisa sembuh?
Menyangkut komunis:Rasanya anda salah kalau mengidentikan komunis artinya 
menyamaratakan semuanya. Menyeragamkan baju yang dipakai atau apalah..
Komunis atau lebih tepatnya sosialis (karena kita membahas tentang ekonomi, 
Komunis lebih identik dengan militernya), berpaham: orang mendapatkan apa yang 
seharusnya mereka dapatkan. Orang bekerja 10 maka akan mendapatkan 10. 
Sementara pada kapitalis, pemilik modal tidak bekerja, tapi mereka mendapatkan 
deviden atau uang HANYA KARENA MEREKA MEMILIKI MODAL. Dan siapakah yang bekerja 
untuknya? ya kaum buruh.. Mulai dari direktur sampai buruh paling 
bawahnya. Dalam kapitalis, orang yang kaya sampai bisa menumpuk kekayaannya 
sebegitu besar dan dahsyatnya Ga mungkin karena hasil kerjanya sendiri. Itu 
hasil kerja BUANYAK orang.. hasil kerja bawahan2nya. Sementara dia sendiri 
hanya duduk2 menunggu hasilnya. Kalau anda tidak percaya, coba anda pelajari 
lagi bagaimana struktur organisasi dari perusahaan privat.
Sosialis mencoba membunuh itu di sana. Bahwa FAKTOR PRODUKSI tidak boleh 
dikuasai privat. Yang artinya: Tidak ada lagi orang yang boleh mendapatkan 
kekayaan hanya karena mereka MEMILIKI produksi. Bagaimana cara mendapatkan 
kekayaan: BEKERJA. Kekayaan anda harus SAMA DENGAN hasil kerja anda.
Problemnya bagi kapitalis:Capek dong kalo harus bekerja begitu banyak.... 
hilanglah buruh2 bawahan.
Edukasi, dan segala macamnya TIDAK AKAN pernah bisa membuat orang naik level, 
kalau sistemnya sudah dikunci seperti itu. Justru, orang2 pintar ini dipakai 
oleh kaum kapitalis untuk bekerja bagi mereka agar mereka bisa mengeruk uang 
lebih banyak lagi.
Kesimpulan:Anda merasa sosialis tidak humanis? U really have no idea how cruel 
capitalism is....EVEN WORESE... THEY MAKE U LIKE IT
--- Pada Jum, 22/10/10, muskitawati <[email protected]> menulis:

Dari: muskitawati <[email protected]>
Judul: [proletar] Memang Miskin dan Kemiskinan itu Relatif !!!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 22 Oktober, 2010, 6:11 PM















 
 



  


    
      
      
      Memang Miskin dan Kemiskinan itu Relatif !!!

                                  

> "landak_mini88" <landak_min...@...> wrote:

> Sepertinya yang perlu dibahas di sini

> adalah kata "miskin". Kata miskin baru

> dapat muncul justru ketika ada si

> "kaya". Apakah kalau seandainya semua

> orang di amerika menjadi kaya seperti

> yang anda katakan, Masihkah kata

> "kaya" dapat muncul di amerika? Bukankah

> dengan banyaknya orang kaya yang

> bermunculan di sana membuktikan bahwa

> justru Amerika masih banyak orang

> miskinnya. 



Anda betul sekali, memang istilah "miskin" itu asalnya dari orang2 komunistis 
yang memusuhi "si kaya" yang disebutnya "kapitalist".



Sedangkan Amerika dan Inggris tempat asalnya para kapitalist itu sendiri tidak 
mengenal atau tidak ada kata2 "miskin", tapi mereka menyebutnya "poor" yang 
artinya "orang yang lemah" atau "orang yang perlu dikasihani", atau "orang yang 
perlu dibantu".



Jadi kata2 "miskin" ini adalah kata2 provocative untuk memusuhi para kapitalist 
atau kapitalisme.  Padahal dari sudut pandang manapun, kapitalisme tidak 
sejelek "komunisme".



Kapitalisme dulu memang merupakan sebuah system yang memberi kebebasan bersaing 
dimana yang kuat survive dan yang lemah mati, dan ini memang merupakan hukum 
alam.



Jadi kapitalisme itu adalah systemnya sedangkan kapitalis itu adalah 
pelaku2nya.  Namun dizaman modern ini system kapitalisme sudah hilang bahkan 
ditolak oleh para kapitalis itu sendiri.  Jadi adanya kapitalis janganlah 
disamakan atau dikaitkan dengan system kapitalisme dizaman dulu.



Para kapitalist sekarang hanyalah orang2 kaya yang memiliki modal, sedangkan 
cara mereka menggerakan modalnya bukanlah dengan system kapitalisme melainkan 
dengan system demokrasi dimana setiap orang diberi kesempatan yang sama 
meskipun karena bakatnya tidak sama maka hasilnya pun tidak bisa diharuskan 
sama.  Namun dalam hal inipun, mereka yang sangat lemah yang disebutnya "poor" 
tidak selalu miskin, kadangkala mereka punya warisan yang berupa tanah dan 
bangunan yang belum bisa dijadikan modal.  Dalam system demokrasi inilah dibuat 
UU untuk membantu mereka melalui pendidikan dan informasi untuk meningkatkan 
agar tidak lagi "poor".



Jadi istilah miskit itu sangatlah relatif karena untuk mereka yang dianggap 
"Kaya" di Indonesia, kalo diukur dengan kehidupan di Amerika bisa tergolong 
sebagai "miskin".  Semua itu tergantung standard rata2, tapi tetapi memenuhi 
kebutuhan dasar adalah merupakan standard yang tidak bisa di-tawar2 lagi 
sehingga menjadikan Amerika tidak ada yang kekurangan akan kebutuhan dasar.  
Artinya orang yang tergolong "miskin" pun di Amerika ini terpenuhi kebutuhan 
dasarnya sedangkan di Indonesia mereka yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya 
saja yang disebut "miskin", sebaliknya di Amerika mereka yang tidak punya rumah 
saja sudah termasuk "miskin".



Itulah sebabnya, saya menganjurkan untuk memilih cara memeratakan kekayaan 
katimbang cara memeratakan kemiskinan.



Cara memeratakan kekayaan itu mudah yaitu mem-bagi2 kekayaan orang kaya dengan 
cara menjual saham2nya sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk 
merasakan kekayaan si orang kaya tadi sementara si orang kaya itupun malah 
makin meningkat kekayaannya tadi.



Cara memeratakan kemiskinan tak perlu saya uraikan karena sangat amoral dan 
unethical seperti yang dilakukan di-negara2 komunis yang malah melarang 
penduduknya untuk bisa kaya.  Baju harus seragam, ideology harus sama, semua 
rumahpun harus milik pemerintah tidak boleh memiliki apapun juga.  Bahkan 
negara syariah itu lebih parah lagi, mereka harus sama2 agamanya, sama2 
shalatnya, sama2 tidak kerja, sama2 menganggur, dan dalam kemiskinannya mereka 
saling merampok dan ini lengkap anda bisa saksikan di Pakistant.  Syariah Islam 
itu sebenarnya merupakan system Komunisme, namun karena lebih biadab, biasanya 
para pemimpin syariah Islam menolak disebut komunisme karena mereka justru anti 
komunisme karena ideologi komunisme justru berfokus kepada produksi sehingga 
dilarang ber-malas2 dengan alasan shalat 5 waktu.



Ny. Muslim binti Muskitawati.





    
     

    
    


 



  












[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke