> Jessica Subandowo <landak_min...@...> wrote:
> Kapitalis memberikan sebuah delusi
> akan adanya "tanah perjanjian" yang
> subur, yang TIDAK akan pernah bisa
> digapai oleh orang yang tidak
> memiliki modal.

Anda cuma ngomongin praktek dilapangan yang diselewengkan, jadi soal itu bukan 
disini topiknya.  Masalah pelaksanaan yang diselewengkan bukanlah masalah 
systemnya yang salah.

Bukan cuma dalam system Demokrasi yang memeratakan kekayaan, juga dalam system 
komunisme yang memeratakan kemiskinan justru lebih banyak penyelewengan2nya.

> membagi2kan saham dan si miskin
> membelinya, DONE! 1 cara yang
> ampuh untuk mengeruk uang orang
> banyak dan sebagai gantinya
> mereka diberikan KERTAS, yang
> isinya "MUDAH2AN ANDA BISA JADI
> KAYA". dan semua orang membelinya.
> Apa yang terjadi kemudian? Apa
> iya semua orang bisa menang dalam
> permainan itu? yang diharapkan
> semua orang adalah, harga saham
> akan naik dan setiap orang bisa
> jadi kaya..

Tidak semua pengusaha yang usahanya berhasil membuat mereka jadi kaya, jadi 
kalopun usahanya tidak membuat jadi kaya malah merugi maka jangan disalahkan 
cuma pengusahanya karena banyak faktor2 yang mempengaruhinya.  Jadi memang 
tidak gampang jadi pengusaha dan menjadi kaya akibat usahanya yang sukses.  
Tapi kenapa begitu gampang mengkambing hitamkan para kapitalist yang sukses 
usahanya untuk kemudian dijadikan korban penjarahan oleh si miskin yang 
menghalalkan mereka sebagai kapitalist yang boleh dijarah ???

Pengusaha/kapitalist, sama2 dengan pemegang sahamnya yaitu sama2 menanggung 
resikonya.  Jadi untuk itu sudah ada aturan2nya yang harus dibuat oleh 
pemerintah masing2.

Oleh karena itu, pemerintah wajib melindungi kapitalist agar jangan merugi, 
jangan bangkrut, jangan dijarah oleh si miskin hingga jadi bangkrut agar sama2 
miskin memeratakan kemiskinan.  Kalo pemerintah berhasil melindungi kapitalist, 
maka para kapitalist juga berhasil menjual sahamnya untuk berbagi keuntungan 
kepada rakyat miskin yang membelinya sehingga tak perlu miskin lagi nantinya.

Kapitalist yang kaya, akan membutuhkan kerja sama yang miskin untuk meningkat 
kekayaannya sehingga si miskin juga naik kekayaannya diatas garis kemiskinan 
yang diderita tadinya.

Memang membuat kaya tidak gampang, artinya menjadi kapitalist juga tidak 
gampang, oleh karena itulah dibutuhkan kerja sama bukan menjarah yang kaya agar 
jadi sama2 miskin.  Lebih baik kita berbagi saham agar memeratakan kekayaan 
dibandingkan menjarah orang kaya untuk memeratakan kemiskinan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke