ini anda bisa analisis karena punya kesadaran yang baik, nggak semua orang bisa sampai pada kesimpulan ini, apalagi memahami delusi kapitalis yang sengaja diproduksi...
--- In [email protected], "landak_mini88" <landak_min...@...> wrote: > > Tunggu... Saya merasa ada perbedaan sudut pandang di sini. Ketika kita > membahas tentang kapitalisme atau sosialisme, tentu fokus kita haruslah pada > kesejahteraan orang banyak. Dimana yang menang adalah yang bisa > mensejahterakan warga negaranya paling banyak. > > Untuk dipertimbangkan: > > 1. Uang yang beredar prinsipnya segitu-segitu saja, Resources yang ada cuma > segitu-segitu aja, Kalau ada perusahaan ataulah saham yang kalah bersaing, > perlu anda pertanyakan: KE MANA ALIRAN UANGNYA???? Uangnya ga mungkin ludes > hilang ke udara begitu saja kan??? > Lalu munculah fenomena baru, suatu PERUSAHAAN(simbol dari kapitalis) > Menggelembung besar dan sampai bisa dilabeli raksasa. Ternyata, setelah > permainan selesai, uang yang si kalah sudah ditumpuk semua dalam perusahaa > raksasa yang notabene menang dalam persaingan dan menyedot masuk uang yang > beredar. > > Yang patut direnungkan dari hal diatas, Berapa Jumlah orang yang menang dan > berapa jumlah orang yang kalah? apakah anda pikir 1:1 atau 1:100 atau > 1:1000???? Tidak bu, kekayaan bill gates itu masih lebih besar dari kekayaan > 220juta orang Indonesia.. Jadi bisa kita simpulkan, This is such a foolish > game.. Capitalism tidak pernah menciptakan banyak pemenang, Sebaliknya justru > sistem ini membutuhkan BANYAK si kalah yang dapat mereka sedoti resourcesnya > untuk bekerja bagi dirinya. Semakin banyak yang kalah akan semakin > menguntungkan karena semakin banyak pula SDM yang dapat dieksploitasi > tenaganya untuk memperkaya si empunya modal > > 2. Apa jeleknya Kapitalis? > > -SCARCITY! > > Kapitalisme selalu menciptakan scarcity atau KELANGKAAN. Karena hanya dengan > adanya kelangkaan, maka baru suatu barang dapat diperjual belikan dan diberi > harga yang akan dijadikan strategi bagi kaum pemilik kapital untuk > memperbudak kaum buruh. > Sistem ini tidak akan pernah memecahkan masalah. Mereka(pemilik modal) > membutuhkan agar resources selalu TIDAK CUKUP untuk semua orang karena > disitulah mereka baru dapat memancing setiap orang untuk berlomba-lomba > supaya tidak berada di pihak yang tidak kebagian, Berlari-lari karena yang > paling belakang akan dieliminasi, Si kapitalis berada di posisi yang aman, > karena merekalah yang empunya komoditi sebab merekalah yang memiliki faktor > produksi. Sementara tenaga kaum buruh pada saat perlombaan konyol itu > terjadi, sangat diperlukan untuk mengoperasikan faktor produksi dan membuat > komoditi yang akan mereka beli sendiri dengan harga yang lebih mahal > tentunya, dan uang lebih atau untungnya disimpan dalam lumbung perusahaan. > > -DELUSI > > Kapitalis membutuhkan delusi untuk menenangkan kaum sudra agar tidak > memberontak, bergerak melawan balik atau membuat revolusi. > > Sebenarnya ini merupakan cara klasik yang sudah diterapkan dari zaman mesir > kuno dulu, bahwa setiap budak diberikan delusi atau bius berupa ganja atau > apapun yang menenangkan dan dinikmati kaum buruh dalam masa penjajahannya > > Apakah delusi atau bius modern dalam sistem kapitalis?: > > *AGAMA > tentu saja paling mutakhir, setiap orang dibuat menjadi percaya. Dan > pengaturan perundang-undangan dibuat berlandaskan agama. Padahal agama > bukanlah sains yang dapat diuji secara logika, namun tak lebih dari dongeng > kreatif zaman bahela tapi mampu mengatur hidup orang banyak agar dapat dengan > sukarela mengerjakan sesuatu dalam perasaan tenang ataupun pasrah suci. > Merasa pasrah walaupun sedang disiksa. > > > *Fashion, Lifestyle of "AMERICAN DREAMS" nya anda.. > Sekian banyaknya resources yang ada kenapa kita mencurahkan begitu banyak > tenaga dan pikiran unuk industri rokok, lifestyle, gadget ecek2 tercanggih? > Di saat masih banyak diluar sana orang yang miskin dan membutuhkan tekhnologi > pangan yang baik, kita malah dibius dengan lifestyle. Seluruh hasil kerja > anda digunakan untuk merasakan bagaimana hidup seperti kaum kapitalis itu. > such a wannabe. Bayangkan kalau itu terarah dan dikomando, tentu akan lebih > logis pendayagunaan resourcesnya karena pendayagunaannya akan diarahkan dan > difokuskan ke hal2 yang membuat manusia bisa lebih manusia seperti contohnya > TEKHNOLOGI. SCIENCE. > > Anda tidak percaya, silahkan anda bandingkan sendiri antara banyaknya labour > yang bekerja di industri fashion, dan gadget ecek2 dengan labour yang bekerja > dalam industri pengobatan STEM CELL atau sel tunas (yang lucunya, dihentikan > oleh kaum konservatif amerika seperti BUSH). Bisa anda bayangkan, bertapa > sayangnya Human resources yang ada. akan jadi apa dunia ini nanti ke depan? > > Bahkan saya ragu Amerika akan masih ada, mungkin yang menggantikan keberadaan > negara adalah Perusahaan raksasa seperti Wallmart, Apple yang akan menguasai > dunia. > > akhirnya: > > Menurut saya, yang jauh lebih mengerikan adalah penjajahan secara ideologis > karena sifatnya paling absolut dan sulit untuk diberantas. > > > Perbedaan perbudakan kapitalis zaman sekarang dan zaman dulu adalah: > > Zaman dulu sang majikan memperbudak budaknya dengan mengeksploitasi > tenaganbudaknya, namun sang majikan wajib memenuhi kebutuhan primer seperti > makanan, sandang, dan papan bagi setiap budak. > > Zaman sekarang sang majikan memperbudak budaknya dengan mengeksploitasi > tenaga budaknya, dan para budak harus mencari kebutuhan pokok mereka sendiri. > > > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > > > > > > Jessica Subandowo <landak_mini88@> wrote: > > > Kapitalis memberikan sebuah delusi > > > akan adanya "tanah perjanjian" yang > > > subur, yang TIDAK akan pernah bisa > > > digapai oleh orang yang tidak > > > memiliki modal. > > > > Anda cuma ngomongin praktek dilapangan yang diselewengkan, jadi soal itu > > bukan disini topiknya. Masalah pelaksanaan yang diselewengkan bukanlah > > masalah systemnya yang salah. > > > > Bukan cuma dalam system Demokrasi yang memeratakan kekayaan, juga dalam > > system komunisme yang memeratakan kemiskinan justru lebih banyak > > penyelewengan2nya. > > > > > membagi2kan saham dan si miskin > > > membelinya, DONE! 1 cara yang > > > ampuh untuk mengeruk uang orang > > > banyak dan sebagai gantinya > > > mereka diberikan KERTAS, yang > > > isinya "MUDAH2AN ANDA BISA JADI > > > KAYA". dan semua orang membelinya. > > > Apa yang terjadi kemudian? Apa > > > iya semua orang bisa menang dalam > > > permainan itu? yang diharapkan > > > semua orang adalah, harga saham > > > akan naik dan setiap orang bisa > > > jadi kaya.. > > > > Tidak semua pengusaha yang usahanya berhasil membuat mereka jadi kaya, jadi > > kalopun usahanya tidak membuat jadi kaya malah merugi maka jangan > > disalahkan cuma pengusahanya karena banyak faktor2 yang mempengaruhinya. > > Jadi memang tidak gampang jadi pengusaha dan menjadi kaya akibat usahanya > > yang sukses. Tapi kenapa begitu gampang mengkambing hitamkan para > > kapitalist yang sukses usahanya untuk kemudian dijadikan korban penjarahan > > oleh si miskin yang menghalalkan mereka sebagai kapitalist yang boleh > > dijarah ??? > > > > Pengusaha/kapitalist, sama2 dengan pemegang sahamnya yaitu sama2 menanggung > > resikonya. Jadi untuk itu sudah ada aturan2nya yang harus dibuat oleh > > pemerintah masing2. > > > > Oleh karena itu, pemerintah wajib melindungi kapitalist agar jangan merugi, > > jangan bangkrut, jangan dijarah oleh si miskin hingga jadi bangkrut agar > > sama2 miskin memeratakan kemiskinan. Kalo pemerintah berhasil melindungi > > kapitalist, maka para kapitalist juga berhasil menjual sahamnya untuk > > berbagi keuntungan kepada rakyat miskin yang membelinya sehingga tak perlu > > miskin lagi nantinya. > > > > Kapitalist yang kaya, akan membutuhkan kerja sama yang miskin untuk > > meningkat kekayaannya sehingga si miskin juga naik kekayaannya diatas garis > > kemiskinan yang diderita tadinya. > > > > Memang membuat kaya tidak gampang, artinya menjadi kapitalist juga tidak > > gampang, oleh karena itulah dibutuhkan kerja sama bukan menjarah yang kaya > > agar jadi sama2 miskin. Lebih baik kita berbagi saham agar memeratakan > > kekayaan dibandingkan menjarah orang kaya untuk memeratakan kemiskinan. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
