Tunggu... Saya merasa ada perbedaan sudut pandang di sini. Ketika kita membahas tentang kapitalisme atau sosialisme, tentu fokus kita haruslah pada kesejahteraan orang banyak. Dimana yang menang adalah yang bisa mensejahterakan warga negaranya paling banyak.
Untuk dipertimbangkan: 1. Uang yang beredar prinsipnya segitu-segitu saja, Resources yang ada cuma segitu-segitu aja, Kalau ada perusahaan ataulah saham yang kalah bersaing, perlu anda pertanyakan: KE MANA ALIRAN UANGNYA???? Uangnya ga mungkin ludes hilang ke udara begitu saja kan??? Lalu munculah fenomena baru, suatu PERUSAHAAN(simbol dari kapitalis) Menggelembung besar dan sampai bisa dilabeli raksasa. Ternyata, setelah permainan selesai, uang yang si kalah sudah ditumpuk semua dalam perusahaa raksasa yang notabene menang dalam persaingan dan menyedot masuk uang yang beredar. Yang patut direnungkan dari hal diatas, Berapa Jumlah orang yang menang dan berapa jumlah orang yang kalah? apakah anda pikir 1:1 atau 1:100 atau 1:1000???? Tidak bu, kekayaan bill gates itu masih lebih besar dari kekayaan 220juta orang Indonesia.. Jadi bisa kita simpulkan, This is such a foolish game.. Capitalism tidak pernah menciptakan banyak pemenang, Sebaliknya justru sistem ini membutuhkan BANYAK si kalah yang dapat mereka sedoti resourcesnya untuk bekerja bagi dirinya. Semakin banyak yang kalah akan semakin menguntungkan karena semakin banyak pula SDM yang dapat dieksploitasi tenaganya untuk memperkaya si empunya modal 2. Apa jeleknya Kapitalis? -SCARCITY! Kapitalisme selalu menciptakan scarcity atau KELANGKAAN. Karena hanya dengan adanya kelangkaan, maka baru suatu barang dapat diperjual belikan dan diberi harga yang akan dijadikan strategi bagi kaum pemilik kapital untuk memperbudak kaum buruh. Sistem ini tidak akan pernah memecahkan masalah. Mereka(pemilik modal) membutuhkan agar resources selalu TIDAK CUKUP untuk semua orang karena disitulah mereka baru dapat memancing setiap orang untuk berlomba-lomba supaya tidak berada di pihak yang tidak kebagian, Berlari-lari karena yang paling belakang akan dieliminasi, Si kapitalis berada di posisi yang aman, karena merekalah yang empunya komoditi sebab merekalah yang memiliki faktor produksi. Sementara tenaga kaum buruh pada saat perlombaan konyol itu terjadi, sangat diperlukan untuk mengoperasikan faktor produksi dan membuat komoditi yang akan mereka beli sendiri dengan harga yang lebih mahal tentunya, dan uang lebih atau untungnya disimpan dalam lumbung perusahaan. -DELUSI Kapitalis membutuhkan delusi untuk menenangkan kaum sudra agar tidak memberontak, bergerak melawan balik atau membuat revolusi. Sebenarnya ini merupakan cara klasik yang sudah diterapkan dari zaman mesir kuno dulu, bahwa setiap budak diberikan delusi atau bius berupa ganja atau apapun yang menenangkan dan dinikmati kaum buruh dalam masa penjajahannya Apakah delusi atau bius modern dalam sistem kapitalis?: *AGAMA tentu saja paling mutakhir, setiap orang dibuat menjadi percaya. Dan pengaturan perundang-undangan dibuat berlandaskan agama. Padahal agama bukanlah sains yang dapat diuji secara logika, namun tak lebih dari dongeng kreatif zaman bahela tapi mampu mengatur hidup orang banyak agar dapat dengan sukarela mengerjakan sesuatu dalam perasaan tenang ataupun pasrah suci. Merasa pasrah walaupun sedang disiksa. *Fashion, Lifestyle of "AMERICAN DREAMS" nya anda.. Sekian banyaknya resources yang ada kenapa kita mencurahkan begitu banyak tenaga dan pikiran unuk industri rokok, lifestyle, gadget ecek2 tercanggih? Di saat masih banyak diluar sana orang yang miskin dan membutuhkan tekhnologi pangan yang baik, kita malah dibius dengan lifestyle. Seluruh hasil kerja anda digunakan untuk merasakan bagaimana hidup seperti kaum kapitalis itu. such a wannabe. Bayangkan kalau itu terarah dan dikomando, tentu akan lebih logis pendayagunaan resourcesnya karena pendayagunaannya akan diarahkan dan difokuskan ke hal2 yang membuat manusia bisa lebih manusia seperti contohnya TEKHNOLOGI. SCIENCE. Anda tidak percaya, silahkan anda bandingkan sendiri antara banyaknya labour yang bekerja di industri fashion, dan gadget ecek2 dengan labour yang bekerja dalam industri pengobatan STEM CELL atau sel tunas (yang lucunya, dihentikan oleh kaum konservatif amerika seperti BUSH). Bisa anda bayangkan, bertapa sayangnya Human resources yang ada. akan jadi apa dunia ini nanti ke depan? Bahkan saya ragu Amerika akan masih ada, mungkin yang menggantikan keberadaan negara adalah Perusahaan raksasa seperti Wallmart, Apple yang akan menguasai dunia. akhirnya: Menurut saya, yang jauh lebih mengerikan adalah penjajahan secara ideologis karena sifatnya paling absolut dan sulit untuk diberantas. Perbedaan perbudakan kapitalis zaman sekarang dan zaman dulu adalah: Zaman dulu sang majikan memperbudak budaknya dengan mengeksploitasi tenaganbudaknya, namun sang majikan wajib memenuhi kebutuhan primer seperti makanan, sandang, dan papan bagi setiap budak. Zaman sekarang sang majikan memperbudak budaknya dengan mengeksploitasi tenaga budaknya, dan para budak harus mencari kebutuhan pokok mereka sendiri. --- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote: > > > > > Jessica Subandowo <landak_mini88@> wrote: > > Kapitalis memberikan sebuah delusi > > akan adanya "tanah perjanjian" yang > > subur, yang TIDAK akan pernah bisa > > digapai oleh orang yang tidak > > memiliki modal. > > Anda cuma ngomongin praktek dilapangan yang diselewengkan, jadi soal itu > bukan disini topiknya. Masalah pelaksanaan yang diselewengkan bukanlah > masalah systemnya yang salah. > > Bukan cuma dalam system Demokrasi yang memeratakan kekayaan, juga dalam > system komunisme yang memeratakan kemiskinan justru lebih banyak > penyelewengan2nya. > > > membagi2kan saham dan si miskin > > membelinya, DONE! 1 cara yang > > ampuh untuk mengeruk uang orang > > banyak dan sebagai gantinya > > mereka diberikan KERTAS, yang > > isinya "MUDAH2AN ANDA BISA JADI > > KAYA". dan semua orang membelinya. > > Apa yang terjadi kemudian? Apa > > iya semua orang bisa menang dalam > > permainan itu? yang diharapkan > > semua orang adalah, harga saham > > akan naik dan setiap orang bisa > > jadi kaya.. > > Tidak semua pengusaha yang usahanya berhasil membuat mereka jadi kaya, jadi > kalopun usahanya tidak membuat jadi kaya malah merugi maka jangan disalahkan > cuma pengusahanya karena banyak faktor2 yang mempengaruhinya. Jadi memang > tidak gampang jadi pengusaha dan menjadi kaya akibat usahanya yang sukses. > Tapi kenapa begitu gampang mengkambing hitamkan para kapitalist yang sukses > usahanya untuk kemudian dijadikan korban penjarahan oleh si miskin yang > menghalalkan mereka sebagai kapitalist yang boleh dijarah ??? > > Pengusaha/kapitalist, sama2 dengan pemegang sahamnya yaitu sama2 menanggung > resikonya. Jadi untuk itu sudah ada aturan2nya yang harus dibuat oleh > pemerintah masing2. > > Oleh karena itu, pemerintah wajib melindungi kapitalist agar jangan merugi, > jangan bangkrut, jangan dijarah oleh si miskin hingga jadi bangkrut agar > sama2 miskin memeratakan kemiskinan. Kalo pemerintah berhasil melindungi > kapitalist, maka para kapitalist juga berhasil menjual sahamnya untuk berbagi > keuntungan kepada rakyat miskin yang membelinya sehingga tak perlu miskin > lagi nantinya. > > Kapitalist yang kaya, akan membutuhkan kerja sama yang miskin untuk meningkat > kekayaannya sehingga si miskin juga naik kekayaannya diatas garis kemiskinan > yang diderita tadinya. > > Memang membuat kaya tidak gampang, artinya menjadi kapitalist juga tidak > gampang, oleh karena itulah dibutuhkan kerja sama bukan menjarah yang kaya > agar jadi sama2 miskin. Lebih baik kita berbagi saham agar memeratakan > kekayaan dibandingkan menjarah orang kaya untuk memeratakan kemiskinan. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
