Tawang,

Jangan mengulangi kebohongan dengan ceirta kosul di Mesir. 

Wass



  ----- Original Message ----- 
  From: Tawangalun 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, December 07, 2010 9:50 PM
  Subject: [proletar] Re: Sultan Jogya Yang Pertama Mengakui Republik Indonesia 
!!!


    
  Tentunya yg amat diperlukan itu pengakuan dari negara lain ,la ternyata RI 
itu kepotangan budi dg Mesir Islam ,dialah negara pertama yg ngakoni RI,disusul 
Lebanon yo muslim lagi.Negara2 penjunjung HAM malah telat.Jadi Islam itu apik.

  Shalom,
  Tawangalun.

  --- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote:
  >
  > Sultan Jogya Yang Pertama Mengakui Republik Indonesia !!!
  > 
  > Jogya itu kerajaan tertua di Indonesia, lebih tua dari umur republik ini. 
Jadi kerajaan Jogya bukanlah dibentuk diciptakan oleh pemerintah Indonesia, 
justru sebaliknya, pemerintah Indonesia ini dibentuk dan didukung oleh sultan 
Jogya melalui berbagai perundingan2 Internasional sehingga mendapatkan 
pengakuan Internasional.
  > 
  > Bukan pemerintah Mesir yang pertama memberikan pengakuannya kepada 
kemerdekaan Indonesia, melainkan Kerajaan Jogya dibawah sri baginda rajanya.
  > 
  > Dizaman Penjajahan, negeri Belanda menjadikan Indonesia sebagai negara 
bagian dari kerajaannya, sementara Belanda memperlakukan kerajaan Jogya sebagai 
aliansi kerajaan Belanda, diwaktu itu belum ada yang namanya Republik 
Indonesia. Tanpa adanya kerajaan Jogya, tidak akan pernah lahir yang namanya 
Republik Indonesia.
  > 
  > > Holy Uncle <holyuncle@> wrote:
  > > ***Rakyat miskin ? Maksudnya rakyat
  > > tidak semiskin sekarang di era
  > > sebelum pemerintahan SBY ? 
  > 
  > Maksudnya dulu itu semua bisa korupsi bukan cuma pejabat tinggi yang duduk 
diatas saja, tapi gembel dan warteg juga bisa korupsi menyogok petugas pemda 
untuk membuka usaha yang ilegal.
  > 
  > Tapi sekarang cuma yang diatas yang boleh korupsi, yang dibawah malah 
dicekik dengan legalisasi pajak warteg sementara tetap wajib menyogok petugas 
pemda-nya.
  > 
  > > ***Yang selalu mengaku pembela
  > > demokrasi, kenapa isu Pemilihan
  > > Gubernur/ Wagub DIY dijadikan
  > > topik melecehkan SBY, presiden
  > > RI pilihan rakyat ?
  > 
  > Sebenarnya bukan SBY yang dilecehkan melainkan SBY yang melecehkan sri 
Sultan Jogya sebagai pemilik tunggal tanahnya mau dirampas hak2nya melalui 
sandiwara pemilu Gubernur/Wagub.
  > 
  > Coba anda bayangin kalo anda yang jadi pemilik tanah yang luas, kemudian 
hak kepemilikan anda dirampas melalui pemilihan gembel2 disekitarnya untuk 
menggantikan jadi pemilik tanah yang milik anda itu.
  > 
  > Sebetulnya, Jogya itu dinamakan daerah istimewa, bukan dinamakan propinsi. 
Hanya dalam perhitungan budget apbn saja Jogya disamakan dengan propinsi. Jogya 
itu adalah kesultanan yang sudah berdiri jauh sebelum lahirnya RI !!! Sebagai 
sultan, raja Jogya berhak mengangkat dan memberhentikan Gubernur, karena fungsi 
gubernur hanyalah fungsi adminstratif yang terkait dengan pemerintah pusatnya. 
Sebaliknya sebagai Sultan, maka Jogya itu adalah daerah istimewa yang berada 
dibawah kekuasaan administratif kepala daerahnya yaitu sri baginda sendiri.
  > 
  > Secara internal, Jogya adalah kesultanan bukan propinsi, tapi secara 
external dianggap propinsi yang diistimewakan otonominya sama seperti negara 
bagian seperti kekuasaan raja2 di Malaysia.
  > 
  > Raja itu adalah tuan tanah, dan hak pemilikan tanah itu dilindungi UU 
negara, jadi salah kalo menguasai tanah milik raja untuk dikuasakan kepada 
pejabat yang bukan pilihan Raja tapi dikuasakan kepada rakyat penyewanya yang 
dipilih atas biaya Jakarta.
  > 
  > Ny. Muslim binti Muskitawati.
  >



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke