Pak @RichanS, terlampir "kulakan" dari tetangga, kopas.
"Agak" panjang-lebar memang. Namun yang jelas, perintah Allah kepada
Abram/Abraham mengenai sunat sampai zamannya Yesus a.s keknya belum di
dibatalkan (oleh Allah sat)
Selamat membaca.


oleh : Archa

Soal ritual sunat dalam setiap diskusi Islam – Kristen sering
dimunculkan orang, umumnya kaum Muslim mempertanyakan mengapa ajaran
Kristen tidak lagi mementingkan sunat sebagaimana yang diajarkan dalam
Perjanjian Lama, sebagai suatu tanda perjanjian antara Tuhan dengan nabi
Ibrahim dan keturunannya sampai kepada Yesus Kristus, dan sebagai
pengikut Yesus, umat Kristen seharusnya juga menjalankannya. Sebaliknya
sanggahan yang umum juga dijawab oleh Kristen adalah sunat tersebut
hanya diwajibkan bagi Ibrahim dan keturunannya (yang kemudian
dipersempit lagi menjadi kaum Yahudi sesuai alkitab Perjanjian Lama),
sedangkan mereka sebagai orang non-Yahudi tidak terkena kewajiban
tersebut, ini juga berdasarkan alkitab Perjanjian Baru, sesuai dengan
ajaran yang disampaikan Paulus.

Kisah tentang asal-muasal kewajiban sunat bersumber dari Kitab Kejadian
pada Alkitab Perjanjian Lama (PL) yaitu ketika menceritakan kisah
keluarga nabi Ibrahim. Dalam kronologis ceritanya, dimulai kitab
Kejadian 12 ketika Tuhan berfirman menyuruh Ibrahim (ketika itu masih
bernama Abram) untuk pergi dari negerinya kesuatu tempat yang akan
ditunjuk Tuhan, disitu Tuhan sudah mulai memberikan janji kepada Ibrahim
:

12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati
engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman:
"Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu."

Berdasarkan dari apa yang dijanjikan Tuhan tersebut, kita bisa melihat
kata `bangsa' dan `negeri', ini bisa diartikan
`kekuasaan untuk memerintah' atau bisa juga diartikan
`dominasi untuk mendiami suatu wilayah', jadi Tuhan telah
menjanjikan Ibrahim bahwa kelak dia dan anak keturunannya akan berdiam
dalam suatu wilayah, berkuasa, mempunyai kesempatan mencari nafkah
dengan mengelola wilayah tersebut. Namun terlihat ini masih merupakan
janji `sepihak' dan belum berbentuk perjanjian.

Dalam Kej 13 sekali lagi Tuhan menyatakan janji kepada Ibrahim :

13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada
Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau
berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan
kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya,
sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah,
keturunanmupun akan dapat dihitung juga.
13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya,
sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

Disini janji Tuhan mulai lebih terperinci :

1. Wilayah tersebut terbentang `sejauh mata memandang' dari
posisi Ibrahim pada waktu itu (tanah Kanaan –Kej 13:12)
2. Jumlah keturunan Ibrahim `seperti debu tanah banyaknya'.
3. Wilayah tersebut merupakan wilayah yang dijalani (disinggahi) oleh
Ibrahim.

Namun sampai disini kita masih bisa menyebutnya sebagai `janji
sepihak' dan belum berupa perjanjian.

Perjanjian antara Tuhan dengan Ibrahim baru disebut secara jelas pada
Kej 15, setelah Tuhan memerintahkan Ibrahim untuk menyampaikan beberapa
korban dan menjelaskan nasib yang akan diterima anak keturunan Ibrahim
kelak, lalu dibuatlah perjanjian :

15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta
berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari
sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu."

Jadi perjanjian antara Ibrahim dengan Tuhannya adalah dengan tanda
perjanjian berupa pengorbanan binatang lembu, kambing, domba dan burung
(Kej 15:9)

Sampai disini kronologis ceritanya sangat runtut dan logis.
`Kekacauan' alur cerita terjadi pada kisah selanjutnya. Setelah
diselingi kisah keluarga Ibrahim, yaitu antara istrinya Sarai dan budak
perempuannya Hagar pada Kej 16, cerita soal perjanjian antara Tuhan
dengan Ibrahim muncul lagi pada Kej 17 :

17:2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan
membuat engkau sangat banyak."

Rupanya Tuhan merasa perlu untuk mengulang perjanjian yang sudah
diadakan sebelumnya, dalam perjanjian `jilid 2' ini tercantum
`hak dan kewajiban' kedua-belah pihak :

17:4 "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan
menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan
Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta
keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku
menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang
kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan
menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah
mereka."

Hak dan kewajiban Tuhan kelihatannya banyak mengulang kembali dari apa
yang terdapat pada perjanjian `jilid 1', cuma disini terlihat
ada yang `menyempal' yaitu ayat 17:8, yang menyebut khusus tanah
Kanaan, berbeda dengan perjanjian sebelumnya yang menyebut wilayah yang
lebih luas. Mengapa terjadi perubahan..??, kita bisa melihat cerita ini
:

17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael
diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah
yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia
Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi
perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan
Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan
dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan
dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini
juga."

Ooo..ini rupanya menyangkut Ismail dan Ishak, terlihat jelas adanya
`penggiringan' cerita untuk mengeluarkan Ismail dari perjanjian
`jilid 1' dengan membuat perjanjian `jilid 2', dan ini
terkait dengan penguasaan tanah Kanaan tempat dimana mayoritas bangsa
Yahudi berdiam. Ini diperkuat lagi dengan adanya ayat lain pada
Keluaran:

2:24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada
perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

Setelah menggiring hak perjanjian tersebut kepada Ishak dan
menyingkirkan Ismail, maka `giringan' selanjutnya adalah kepada
Yakub anak Ishak dan menyingkirkan saudara kembar tuanya Esau. Pihak
Kristen disini memperikan alasan bahwa pembatalan perjanjian tersebut
karena Esau dikatakan `tidak menghargai' perjanjian tersebut.
Dalam Kej 25 dan 27 digambarkan hak tersebut dicabut dari Esau justru
karena dia ditipu 2 kali oleh Yakub. Dengan giringan tersebut maka
lengkaplah dasar `konstitusional' dari anak keturunan Yakub
untuk memonopoli tanah Kanaan dan kebenaran ajaran Ibrahim.

Berbeda dengan perjanjian sebelumnya, perjanjian `jilid 2' ini
dikukuhkan dengan tanda yang lain, yaitu `sunat' :

17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus
memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara
Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu
harus disunat;
17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda
perjanjian antara Aku dan kamu.

Sunat dengan prosedur yang jelas, menyebutkan mana bagian yang harus
dipotong, siapa saja yang harus disunat, umur berapa harus disunat dan
apa konsekuensinya kalau tidak disunat :

17:12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap
laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu,
maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak
termasuk keturunanmu.
17:13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang
harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi
perjanjian yang kekal.
17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat
kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara
orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Isi perjanjian `jilid 2' ini ternyata banyak menimbulkan
pertanyaan :

1. Kewajiban sunat yang ditujukan pada `kamu dan keturunanmu, berada
diantara kamu' menjadi kontradiksi dengan pengecualian kepada
Ismail, apakah Ismail termasuk atau tidak..?? disini kelihatan tuhan
tidak cermat dalam membuat perjanjian, dan ternyata Ismail
`katut' disunat juga (Kej 17:23, dan Kej 17:25), para netters
Kristen berdalih bahwa ketika sunat tersebut dilakukan kebetulan Ismail
berada dalam rumah, maka sesuai perjanjian harus ikut disunat sekalipun
tidak termasuk dalam perjanjian, artinya disini memakai satu ayat dan
membuang/mengabaikan ayat yang lain, padahal dua-duanya berasal dari
Tuhan.

2. Memasukkan `dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi
tidak termasuk keturunanmu, orang yang engkau beli dengan uang'
kedalam perjanjian. Apakah artinya mereka dan keturunan mereka juga
termasuk keluarga Ibrahim dan diberi hak atas tanah Kanaan..?? Menurut
penafsiran salah seorang netters Kristen, para orang yang dibeli
tersebut tidak punya hak, mereka disunat karena kebetulan berada dalam
rumah Ibrahim dan menjadi `property'nya. Penafsiran ini juga
terlihat berbenturan dengan janji Tuhan yang ada pada Kej 17:7 yang sama
sekali tidak menyentuh adanya orang diluar Ibrahim dan keturunannya.
(harap diingat dalam perjanjian jilid 2 tersebut sudah jelas disebut
adanya hak dan kewajiban kedua-belah pihak).

3. Penyebutan ketentuan waktu disunat umur 8 hari juga menimbulkan
masalah, apakah sunat bagi si bocah merupakan tanda perjanjian antara
dia sendiri dengan Tuhan, atau antara orang-tuanya dengan Tuhan,
mengingat si bocah masih belum mengerti mengapa `burungnya'
dipotong. Bagaimana kalau ternyata si bocah setelah besar dan mengerti
tidak mau ikut perjanjian..?? (seperti kasus Esau). Ada pendapat menarik
dari netters Kristen disini yang menyatakan itu adalah tanda perjanjian
antara orang-tuanya dengan Tuhan. Disini juga muncul pertanyaan :
bagaimana halnya dengan orang-tua yang tidak punya anak laki-laki..??
apakah perjanjian tersebut bisa dilakukan tanpa tanda yang sudah
disyaratkan..?? ada yang menjawab bahwa bagi keluarga yang tidak punya
anak laki-laki yaa tidak perlu adanya tanda sunat, maka syarat
perjanjian tersebut lagi-lagi tidak terpenuhi (ingat dengan adanya hak
dan kewajiban kedua-belah pihak yang tertulis secara jelas).

`Komplikasi' tersebut menunjukkan adanya keanehan tentang
perjanjian tersebut yang dinyatakan sebagai Firman Tuhan, tidak mungkin
Tuhan akan mengeluarkan hal yang membingungkan dan saling'
tembak-menembak' diantara kata-kata-Nya sendiri.

Cerita tentang perjanjian ini ternyata juga tidak `nyambung'
dengan cerita selanjutnya :

18:10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan
mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai
seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang
di belakang-Nya.
18:11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara
telah mati haid.
18:12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah
aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"

Ternyata Sarai tidak tahu tentang firman Tuhan sebelumnya yang
menginformasikan dia akan mempunyai anak yang dinamai Ishak (Kej 17:19),
apakah Firman Tuhan tersebut ditujukan hanya kepada Ibrahim dan beliau
tidak memberitahukannya kepada istrinya..??

18:17 Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada
Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?
18:18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta
berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?
18:19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada
anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan
yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan
supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya
kepadanya."

Melalui kalimat yang `lucu' karena digambarkan Tuhan terlihat
bimbang dan berpikir, kita diinformasikan bahwa ternyata Ibrahim-pun
juga merasa heran ketika diberitahu bahwa istrinya Sarai akan melahirkan
anak dihari tuanya. Kesan yang muncul sekitar perjanjian jilid 2 ini
adalah cerita tersebut dikarang belakangan dan disisipkan. Seandainya
Kej 17 kita hapus semuanya, maka cerita antara Kej 15, 16 dan 18
terlihat `masih agak nyambung'.

Maka marilah kita mencoba meneliti sumber informasinya. Kitab Kejadian
terdapat dalam Perjanjian Lama khususnya dalam 5 Kitab Musa (pentateuch)
atau yang biasa disebut Taurat yang pada mulanya dipercayai ditulis nabi
Musa AS. Namun perkembangan selanjutnya, bahkan pihak ahli Alkitabpun
tidak lagi mempercayai ini, sekalipun dalam 5 kitab tersebut dinyatakan
memang ada yang berasal dari ajaran nabi Musa. Saya tidak perlu
menceritakan hal ini panjang lebar karena ini sudah banyak disampaikan
orang, saya hanya mengambil intinya saja bahwa : Kitab Kejadian
merupakan tulisan dari kaum Yahudi jauh setelah jaman Musa dan sekalipun
banyak juga bersumber dari ajaran nabi tersebut, namun banyak juga
berasal dari karangan para Rabi yang tentu saja dipangaruhi situasi
sosial politik yang ada ketika karangan tersebut dibuat, termasuk
kelakuan-kelakuan para pemuka agamanya. Mengenai karakter umat Yahudi
yang akan ada sesudah kematiannya, nabi Musa sudah meramalkan :

31:26 "Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut
perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau.
31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan
sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah
menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku
mati.
31:29 Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat
busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu.
Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu
berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan
perbuatan tanganmu."

Ramalan nabi Musa terhadap umatnya tersebut jelas terkait dengan
kekhawatiran beliau terhadap Taurat. Disini kita bisa bertanya :
Siapakah yang sebenarnya akan mengambil keuntungan besar dengan adanya
perjanjian `jilid 2' ini..?? jawaban yang lugas tentulah
YAHUDI..!!. Cerita soal perjanjian jilid 2 tersebut kelihatannya sengaja
dikarang untuk `melegalisir' monopoli Yahudi terhadap kebenaran
ajaran Ibrahim melalui perjanjiannya dengan Tuhan, namun disajikan
dengan kurang cermat sehingga menimbulkan kesan tambal-sulam. Dan ini
pada awalnya justru menyulitkan para pengikut Yesus Non-Yahudi. Dalam
Kisah Para Rasul kita bisa melihat serangan `Yahudi-sunat' ini
kepada pengikut Yesus tentang monopoli kebenaran berdasarkan Taurat
(Yesus menyatakan bahwa keberadaan beliau bukan untuk melenyapkan
ataupun merubah hukum Taurat, dan memastikan tidak satu iota-pun dari
Taurat yang akan hilang) :

15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan
kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut
adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat
diselamatkan."

Ini menunjukan Yahudi `memperalat' sunat untuk menunjukkan
monopolinya terhadap ajaran Taurat dan secara gamblang menyatakan bahwa
tidak ada keselamatan diluar Yahudi yang sudah menggenggam hak monopoli
perjanjian Tuhan dengan Ibrahim. Paulus sebagai orang yang sedang
giat-giatnya mempromosikan ajaran Kristen terhadap Non-Yahudi tentu saja
merasa terhambat dan terhalangi dengan adanya pernyataan ini.
`Target market' Paulus adalah orang Yunani dan Romawi yang dari
sononya memang `takut' disunat, dan pernyataan Yahudi ini akan
bisa membuat ajaran yang disodorkannya tidak laku dan tidak dibeli
orang, Paulus bakalan bangkrut.., maka kemudian dia mengeluarkan
penafsirannya tentang sunat, diantaranya ada pada Roma 5. Intinya dia
menyatakan bahwa keselamatan bukan ditentukan oleh sunat atau tidak
sunat (ini sebenarnya banyak kemiripan dengan ajaran Islam) namun
penafsiran selanjutnya terlihat mengarah menjadikan Yesus sebagai
penyelamat, dengan dasar argumentasi yang rumit mengaitkan antara
`iman kepada Yesus dengan nilai suatu perbuatan' (anda bisa
menyimak postingan sdr. Amor yang dengan sangat baik menyampaikan
`pelintiran' Paulus soal iman dan perbuatan terkait dengan sunat
Ibrahim ini http://forum.swaramuslim.net/threads.php?id=3734_45_25_0

`Titik ekstrim' Yahudi yang menyatakan keselamatan terkait
dengan pelaksanaan hukum Taurat dibalas dengan `titik ekstrim'
lainnya dari Paulus yang menyatakan keselamatan tergantung iman kepada
Yesus. Saking berapi-apinya Paulus menyampaikan ancaman ini :

5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu
menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan
dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh
hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Ini terlihat sebagai suatu ajaran yang kebablasan dan menyulitkan
penganut Kristen dijaman modern ini, dimana perkembangan ilmu
pengetahuan ternyata memberikan bukti sunat sangat baik bagi kesehatan,
maka ini menjadi buah simalakama bagi umat Kristen yang ingin bersunat
dengan alasan kesehatan karena takut `kualat' seperti yang
diancam oleh Paulus.

Pada waktu itu bantahan-bantahan Paulus memang banyak ditujukan kepada
ajaran Yahudi karena memang Islam belum muncul. Ketika ajaran Islam
mulai diajarkan oleh nabi Muhammad SAW dan isinya banyak mengkoreksi,
baik ajaran Yahudi maupun Kristen, maka `moncong senjata'
dialihkan. Yahudi dan Kristen yang tadinya `gontok-gontokan'
seakan-akan mempunyai musuh bersama yang membuat mereka terlihat kompak
kembali. Dan yang lebih hebatnya urusan sunat yang tadinya menjadi
`senjata andalan' Yahudi dalam menghadapi Kristen justru banyak
dijadikan umat Kristen untuk menyerang Islam. Perjanjian `jilid
2' yang menyingkirkan Ismail yang dalam ajaran Islam merupakan nenek
moyang kaum Quraisy, sukunya nabi Muhammad SAW, dipakai untuk menyatakan
bahwa ajaran Islam `tidak punya tempat' dalam sejarah
perkembangan ajaran Tuhan. Kristen disatu sisi menentang sunatnya dilain
pihak mengakui perjanjiannya, dan agar mereka bisa dalam posisi aman
dalam kasus ini, maka ajaran Paulus soal sunat dipakai dengan penafsiran
penuh `akrobat'.



--- In [email protected], "ndeboost" <rambitesemak@...> wrote:
>
> Pak @R-Situmorang yang biasanya pakai referensi kini kok "absen"?
Gimana
> nih Pak? Yuk kita sama-sama "menggali".
>
> 1. '...Manusia pertama yang disunat adalah ishak, dilanjut ke Yakub
dan
> keturunannya bani israel..."
> CMIIW: waktu "perintah" sunat di sampaikan, keknya Ishak belum lahir,
> apalagi bani Israel yang keturunannya.
> 2. "...Diluar jahudi tidak dikenal sunat-menyunat, sebab sunat adalah
> tanda yang diberikan Tuhan kepada Ibrahim untuk turunan ishak...."
> Coba Pak Bibel ttg ini dibaca lagi. Keknya Yahudi saat "perintah"
sunat
> dikumandangkan, Yahudi belum ada. Re-1 diatas
> 3. "...Juruselamat akan lahir dari turunan mereka ini..itulah sebabnya
> sejahat-jahatnya Israel..Janji Tuhan kepada Ibrahim tidak bisa
dicabut,
> bahwa hak istimewa dimiliki oleh turunan ishak. ......"
> Memangnya antara sunat yang KATEBE adalah Perjanjian Tuhan dan
> Abram/Abraham tersangkut dengan juru selamat? Linknya pls?
> 4."...bahwa hak istimewa dimiliki oleh turunan ishak...". Ismail ga
Pak?
> 5. ".....tidak ada informasi bahwa Ismail disunat, dan tidak ada
catatan
> sejarah ...". Pak @RS yakin? Kalau catatan sejarah kalik nT benar.
Kalau
> info dari Bibel bisa dipakai ga?
>
> Cukup 5 dulu ya Pak, agar bisa fokus. Namun seandainya dari 5 ini (dan
> lainnya yg belum di kasih "point") bisa dibuatkan masing2nya 1 topik
> (terpisah) keknya kok baik. Gimana Pak?
>
> --- In [email protected], Richan S richansitumorang@ wrote:
> >
> > pak great, walau enggak tersurat tapi tersirat.
> >
> > Manusia pertama yang disunat adalah ishak, dilanjut ke Yakub dan
> > keturunannya bani israel.
> > Diluar jahudi tidak dikenal sunat-menyunat, sebab sunat adalah tanda
> > yang diberikan Tuhan kepada Ibrahim untuk turunan ishak bahwa
> > Juruselamat akan lahir dari turunan mereka ini..itulah sebabnya
> > sejahat-jahatnya Israel..Janji Tuhan kepada Ibrahim tidak bisa
> dicabut,
> > bahwa hak istimewa dimiliki oleh turunan ishak.
> >
> > tidak ada informasi bahwa Ismail disunat, dan tidak ada catatan
> sejarah
> > bahwa turunan Ismail pernah menjabat sebagai bangsa pilihan..
> > Yang jelas tertulis dalam quran, bahwa hak kenabian hanya pada
turunan
> > Ishak, yakub secara daging. sudah pernah dibahas beberapa tahun
lalu.
> >
> > ===
> > Tidak ada kewajiban bagi bangsa diluar jahudi untuk bersunat ria.
> > silahkan anda teliti sejarah, apakah benar yang saya tuliskan ini.
> >
> > ===
> > walaupun anda meniru cara berpakaian jahudi, meniru budaya dan
> kebiasaan
> > yahudi..tidak akan merubah kita jadi umat pilihan Tuhan.
> > tetap saja si Richan orang batak dengan pola pikir batak nya.
kendati
> > saya beberapa bulan ini pelihara jenggot dan saya pake kippah di
> gereja,
> > tetap saja saya dipanggil lae situmorang hehe
> >
> > ===
> > sunat itu hak paten nya jahudi, harusnya diboikot haha
> >
> > rs
> >
> > On 1/28/2011 11:01 AM, great.pretender2000 wrote:
> > > Mana ayatnya?
> > >
> > > GP
> > >
> > > 2011/1/28 ndeboostrambitesemak@
> > >
> > >>
> > >> "...Dan Muhammad tidak di sunat (mana ayat-nya)?"
> > >>
> > >> Al Quran secara umum menyuruh Muhammad dan umatnya mengikuti
> > >> syariah Ibrahim a.s., termasuk sunat, tentunya, yang sudah
> dilakukan
> > >> oleh para pendahulu Muhammad saw. Lainnya misalnya adalah
> > >> menyembah Allah yang Esa. Namun hadis Rasulullah a.s mengenai
sunat
> ke
> > >> umatnya ada.
> > >>
> > >> Yesus a.s disunat (saat bayi) karena para pendahulunya juga
> demikian,
> > >> mengikuti Abram/Abraham yang secara khusus diperintahkan
demikian.
> > >> Bagaimana sabda Yesus a.s mengenai sunat kepada umatnya?
> > >>
> > >>
> > >> --- In [email protected]<proletar%40yahoogroups.com>,
> > >> "great.pretender2000"
> > >> great.pretender2000@  wrote:
> > >>> Kisal Quran kebanyakan ada di Alkitab,... dan Muhammad tidak ada
> di
> > >> Alkitab,
> > >>> tapi Yesus ada di Quran..
> > >>> Dan Muhammad tidak di sunat (mana ayat-nya)?
> > >>>
> > >>> bobosssss
> > >>>
> > >>> gp
> > >>>
> > >>> 2011/1/28 ndeboost rambitesemak@
> > >>>>
> > >>>> "...Yang benar ada, Yakni Alkitab, QUran aja ngakui..."
> > >>>>
> > >>>> Ini jawaban yang mana? nDeboost mempostingkan beberapa Q kan?
> > >>>>
> > >>>> Btw, mana kata "Alkitab" dalam "Alkitab" yang nT daku? Dikulit
> > >>>> "Alkitab"?
> > >>>>
> > >>>> "....Klo Quran mah copy paste injil.."
> > >>>> Al Qur'an kopasan injil? Dari Injil yg mana? Setahu saya
neneknya
> > >> Yesus
> > >>>> a.s, KATEBE, suaminya dua dua alias poliandri. Dimana
kopasannya
> di
> > >> Al
> > >>>> Qur'an?
> > >>>>
> > >>>> --- In
> [email protected]<proletar%40yahoogroups.com><proletar%
> > >> 40yahoogroups.com>,
> > >>
> > >>>> "great.pretender2000"
> > >>>>
> > >>>> great.pretender2000@ wrote:
> > >>>>> Yang benar ada, Yakni Alkitab, QUran aja ngakui...
> > >>>>>
> > >>>>> Klo Quran mah copy paste injil
> > >>>>>
> > >>>>> gp
> > >>>>>
> > >>>>> 2011/1/28 ndeboost rambitesemak@
> > >>>>>>
> > >>>>>>
> > >>>>>> @G-Pret nulis:
> > >>>>>>
> > >>>>>> "1. Ga ada yang terbaik, tapi yang benar ada... Alkitab."
> > >>>>>>
> > >>>>>> Yang terbaik Al Kitab? Alhamdulillah. nT dapat kata ini cuma
di
> > >> Al
> > >>>>>> Qur'an kan? nT cari di Bibel ga nemu kan? Bibelpun ntah siapa
> > >> yang
> > >>>> kasih
> > >>>>>> nama demikian.
> > >>>>>> Btw, (apa dan) bagaimana "Injil Yesus" (Kis 8:35, 2Tes 1:8)?
nT
> > >>>> percaya
> > >>>>>> sama "Injil Yesus" atau sama yang Matius, Lukas dst?
> > >>>>>>
> > >>>>>> "Injil Yesus":
> > >>>>>>
> > >>>>>> Kis 8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari
nas
> > >> itu
> > >>>> ia
> > >>>>>> memberitakan Injil Yesus kepadanya.
> > >>>>>>
> > >>>>>> 2Tes 1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak
> > >> mau
> > >>>>>> mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
> > >>>>>>
> > >>>>>> [Non-text portions of this message have been removed]
> > >>>>>>
> > >>>>>>
> > >>>>>>
> > >>>>>
> > >>>>> [Non-text portions of this message have been removed]
> > >>>>>
> > >>>>
> > >>>>
> > >>>
> > >>> [Non-text portions of this message have been removed]
> > >>>
> > >>
> > >>
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > > ------------------------------------
> > >
> > > Post message: [email protected]
> > > Subscribe   :  [email protected]
> > > Unsubscribe :  [email protected]
> > > List owner  :  [email protected]
> > > Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke