Hehehe.... krn gua ngungkapin kebiadaban thd tkw, Abbas Amin nyerang gua. Maklum, mana tahan kalo majikannya dibongkar kebejadannya.
Jadi, gua ngungkapin kebejadan orang Arab, Abbas Amin ngebela orang Arab. >________________________________ >From: Abbas <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Monday, July 4, 2011 10:24 AM >Subject: [proletar] Re: Seminar Hukum Qishas dan Nasib Tenaga Kerja Indonesia > > > >Wah hebat itemabu pejuang HAM ! Ayo kau sudah melakukan apa selain cuap2 >dimilis !? Maki sana hujat sini ! >Coba kau sendiri apa yang sudah KAU lakuakan !? >Barangkali bersama kawan akrabmu si sunny itu ! Ada gak hal positif yang sudah >dilakukan !? > >--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote: >> >> Maksudnya kalo tkw Indonesia ngebunuh, ga peduli apa alasannya, orang >> Indonesia hrs terima kalo si tkw dibunuh. Tp kalo si tkw dibunuh orang Arab, >> hehehe ... terima nasib aja. Itu kehendak auloh, spt kata dubes Saudi. Kalo >> nurut Abbas Amin, netral aja kalo tkw dibunuh orang Arab. >> >> >> Hrsnya kan MUI itu ngasih seminar ke orang Arab spy tahu apa itu hukum >> qishos, krn orang Arab itu yg lebih banyak ngebunuh tkw tanpa mereka pernah >> dihukum mati sbg ganti nyawa tkw. >> >> >> Apa ada satu ekor makhluk di Indonesia yg nuntut spy orang Saudi dihukum >> mati krn ngebunuh tkw sesuai dgn hukum qishos? Kayaknya ga ada tuh. >> >> >> >> >> >________________________________ >> >From: sunny <ambon@...> >> >To: Undisclosed-Recipient@... >> >Sent: Sunday, July 3, 2011 7:34 PM >> >Subject: [proletar] Seminar Hukum Qishas dan Nasib Tenaga Kerja Indonesia >> > >> > >> >Â >> >http://www.hidayatullah.com/read/17812/03/07/2011/seminar-hukum-qishas-dan-nasib-tenaga-kerja-indonesia.html >> > >> >Qishos dan TKI >> > >> >Seminar Hukum Qishas dan Nasib Tenaga Kerja Indonesia >> > >> >Ahad, 03 Juli 2011 >> > >> >Hidayatullah.com--Hukum qishas, adalah hukum Allah yang adil. Sebagai hukum >> >dari Sang Pencipta, tentu tidak perlu dan tidak pantas untk didiskusikan >> >keabsahannya. Akan Tetapi karena hukum yang mulia ini telah jadi asing >> >ditengah-tengah ummat Islam, maka perlu aktualisasi dan sosialisi >> >tentangnya dan tentang maslahatnya bagi kemanusiaan. >> > >> >Atas dasar itulah Komisi Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat >> >bersama tiga Komisi lainnya yakni Pengkajian/penelitian, Hukum dan >> >Perundang-undangan serta Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI menggelar >> >seminar dengan tema "Hukum Qishas dan Nasib Tenaga Kerja Indonesia di Luar >> >Negeri", di Hotel Sahid Jakarta,1 Juli 2011 kemarin. >> > >> >Seminar ini menghadirkan Keynote Speaker Menteri Hukum dan HAM RI Patrialis >> >Akbar. Dengan empat Panelis. Dr. KH.Ahmad Munif Suratmaputra, Komisi Fatwa >> >MUI dengan materi "Mengenal Qishas dalam Hukum Islam", Prof.Dr.Hikmahanto >> >Juana tentang "Hukum International", Dra.Sofiati Mukadi, Tim Ahli Bidang >> >Ketenagakerjaan Kowani dengan materi "Permasalahan TKI di Luar Negeri", >> >Ir.abdul Azis Soeseno, Ketua Pokja Nakertrans Komisi IX DPR RI. Ketua Umum >> >DPP Wahdah Islamiyah yang juga merupakan Wakil Sekjen Komisi Luar Negeri >> >dan Kerjasama Internasional menjadi moderator dalam seminar ini. >> > >> >Dalam sambutannya, Ketua MUI yang membinani masalah Luar Negeri KH. >> >Muhyiddin Junaidi, MA mengatakan bahwa MUI sebagai lembaga ummat ikut >> >merasa prihatin dan peduli terhadap WNI di luar negeri serta ingin >> >memberikan pencerahan kepada umat Islam Indonesia bahwa hukum qishas bukan >> >sesuatu yang baru dalam Islam dan memberi jawaban adanya definisi yang >> >seakan-akan hukum ini sadis tidak cocok di abad sekarang ini. >> > >> >Menteri Hukum dan HAM dalam sambutannya mengatakan bahwa tentang hukum >> >Qishas di Arab Saudi dan Hukuman Mati di Indonesia dan di negara lainnya >> >memiliki karakteristik dari masing-masing negara yang tidak bisa >> >diintervensi oleh Negara lain. Di Indonesia ada 11 peraturan >> >perundang-undangan yang mengatur tentang hukuman mati. >> > >> >Untuk mencegah terulangnya kembali hukuman mati TKI di Arab Saudi, Menurut >> >Menteri, Pemerintah sudah melakukan kunjungan langsung ke Pemerintah Arab >> >Saudi , dari kunjungan ini akan dibentuk Lembaga Pemaafan di setiap >> >Provinsi di Saudi, yang bertugas untuk mengupayakan dan menjembatani secara >> >maksimal keluarga korban agar kiranya dapat memaafkan, agar hukuman mati >> >tidak jadi dilaksanakan. >> > >> >Pemerintah juga sudah membuat tim 20 untuk segera dikirim ke Arab Saudi >> >untuk mempelajari Sistem Hukum, sistem Budaya, sistem ekonomi dan peradaban >> >selama beberapa bulan yang nantinya akan digunakan bahan pembekalan TKI. >> >Selain itu pemerintah membentuk Satgas Khusus TKI, yang juga diusulkan >> >salahsatu anggotanya dari MUI. >> > >> >Seminar ini menghasilkan 10 kesimpulan dan rekomendasi, yakni: >> > >> >1. Hukum qishos adalah hukum yang sangat manusiawi dan adil dari yang Maha >> >Adil Allah subhanahu wata'ala, yang diturunkan kemuka bumi untuk >> >kemaslahatan haqiqi ummat manusia. >> > >> >2.Sangat penting bagi setiap muslim untuk mengetahui dan memahami sekalipun >> >hanya secara gamblang hukum tersebut, sebagai bagian dari ilmu syari' yang >> >kita diperintahkan untuk mempelajarinya >> > >> >3. Dalam hukum qishos, ada celah untuk dapat meringankan terdakwa bahkan >> >membebaskannya yaitu permaafan dari pihak yang menjadi korban atau >> >keluarganya. Karena itu diharapkan agar pihak pemerintah dan siapapun yang >> >dapat membantu, lebih proaktif dalam melakukan pembelaan yang >> >sungguh-sungguh terutama bagi mereka yang terjatuh dalam hokum tersebut >> >karena terpaksa atau teraniaya. >> > >> >4. Khusus bagi calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di >> >negara-negara yang menerapkan hukum tersebut hendaknya memiliki ilmu >> >tentang hukum qishos yang berlaku di negara tujuan sehingga lebih >> >berhati-hati dan tidak mudah terjatuh dalam sebab-sebab datangnya hukum >> >qishos. >> > >> >5.Berkenaan dengan itu hendaknya pemerintah mewajibkan pihak-pihak terkait >> >dalam pemberangkatan TKI ke negara-negara pada poin 3 di atas, mengadakan >> >pembekalan tentang masalah hukum qishos dan hukum Islam lainnya, dengan >> >bekerja sama dengan MUI atau ormas Islam dan lembaga da'wah lainnya >> > >> >6.Pemerintah termasuk DPR harus Melakukan perbaikan mendasar dalam sistem >> >perekrutan, penempatan dan perlindungan tenaga kerja sejak awal hingga >> >mereka pulang ke tanah air. Dalam hal ini perlu pengawasan ketat dan >> >penertiban pada PJTKI dan calo-calo TKI. >> > >> >7.Perlu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengatasi masalah TKW di >> >luar negeri , mulai dari merubah pandangan dan budaya yang "merelakan" TKW >> >ke Luar Negeri. Kepedulian yang tinggi dan usaha-usaha konkrit menciptakan >> >lapangan kerja melalui kerjasama antar organisasi. >> > >> >8.Perlu pos-pos pemantuan dan bantuan TKI yang tempatnya dekat dengan >> >komunitas TKI di wilayah manapun di luar negeri. >> > >> >9. Menghentikan pengiriman TKW (informal/pembantu)ke luar negeri kecuali >> >bila berangkat bersama suami atau salah satu mahramnya sesuai fatwa MUI >> >tahun 2000. >> >10.Terus menjaga dan meningkatkan hubungan persaudaraan dengan pemerintah >> >dan rakyat Saudi, atas dasar saling menghormati dan demi kemaslahatan >> >bangsa dan ummat di kedua Negara. Hal yang sama juga perlu dilakukan dengan >> >Negara-negara Sahabat lainnya.*/m asyraf >> > >> >[Non-text portions of this message have been removed] >> > >> > >> > >> > >> > >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
