Apa Indonesia sendiri bukannya negara gagal total?
>________________________________ >From: wawan <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Wednesday, July 13, 2011 2:11 PM >Subject: [proletar] Kisah Kegagalan Negara Arab Modern > > > >KOMPAS.com — Dideklarasikannya Republik Sudan Selatan di Juba, Sabtu >(9/7/2011), menambah panjang cerita kegagalan negara Arab modern. Berkobarnya >revolusi Arab saat ini juga ditengarai akibat gagalnya negara Arab modern. > >Negara Arab modern yang dimaksud adalah negara yang terbentuk pasca-era >kolonial di Mesir, Tunisia, Suriah, Irak, Aljazair, Sudan, Maroko, Libya, dan >Lebanon. > >Dulu, bangsa Arab berkorban besar dengan darah dan air mata untuk meraih >kemerdekaan dari kolonial Barat. Aljazair, contohnya, harus merelakan sejuta >rakyat negeri itu tewas untuk meraih kemerdekaan dari Perancis. > >Mesir terseok-seok untuk mengusir kaum penjajah sepenuhnya dari negeri itu. >Klimaks dari perjuangan rakyat Mesir adalah Perang Suez tahun 1956 melawan >Inggris, Perancis, dan Israel. Perang Suez yang merenggut nyawa puluhan ribu >rakyat Mesir itu berkobar menyusul keputusan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser >menasionalisasi Terusan Suez dan mengusir Inggris dari terusan tersebut. > >Di Libya, seorang perwira muda bernama Moammar Khadafy harus melakukan kudeta >pada 1 September 1969 untuk mengakhiri sistem monarki yang memberi izin >bercokolnya pangkalan-pangkalan asing di Libya. Jauh sebelum Khadafy, pemimpin >perjuangan Libya, Omar Mukhtar, tewas di tiang gantungan lantaran melawan >penjajahan Italia di negerinya. > >Raja Maroko Muhammad V dan pemimpin kemerdekaan Tunisia, Habib Burguiba, harus >rela dibuang dan hidup di pengasingan selama bertahun-tahun sebagai harga yang >harus dibayar dalam perjuangan meraih kemerdekaan negeri mereka dari >penjajahan Perancis. > >Pascakemerdekaan, tokoh-tokoh itu, seperti Habib Burguibah, Raja Muhammad V, >Gamal Abdel Nasser, dan Moammar Khadafy, berjanji menegakkan keadilan dan >kebebasan di negerinya masing-masing sesuai dengan aspirasi rakyatnya. > >Akan tetapi, janji tinggal janji. Bukan keadilan dan kebebasan yang terwujud >di dunia Arab, melainkan kehidupan tirani dan berbagai bentuk ketimpangan yang >terjadi. > >Para pemimpin Arab itu gagal total dalam membangun kehidupan bernegara dan >berbangsa sesuai dengan aspirasi rakyatnya ketika berjuang meraih kemerdekaan >dari kolonial. Rakyat di jazirah Arab yang akhirnya harus memikul penderitaan >luar biasa akibat para pemimpin mereka mengkhianati janjinya. > >Gerakan revolusi Arab yang digalang kaum muda saat ini merupakan puncak dari >aksi pemberontakan bangsa Arab melawan tirani para pemimpin mereka. > >Kasus Sudan tak jauh berbeda dari negara Arab lain. Rakyat Sudan di bagian >selatan bangkit melawan pemerintah pusat di Khartoum sejak tahun 1955 karena >mereka merasa diperlakukan tidak adil atau dianggap sebagai warga kelas dua. > >Pasca-kemerdekaan dari Inggris tahun 1956 yang berhasil menggabungkan Sudan >Utara dan Selatan, pemerintah pusat Khartoum, seperti halnya pemerintah Arab >lain, menjelma menjadi pemerintah diktator. Mereka mengabaikan prinsip >pluralisme dan tidak mengakui prinsip kewarganegaraan yang menetapkan >kesetaraan semua warga di hadapan negara. > >Rakyat Sudan Selatan mengorbankan jiwa ratusan ribu penduduk mereka yang tewas >dan luka-luka dalam perjuangan meraih kebebasan dari pemerintah pusat Khartoum >selama lima dekade. > >Cerita negara-negara Barat pun, khususnya AS, di Sudan dan dunia Arab lain tak >jauh berbeda. Semula Barat bersekongkol dengan para pemimpin diktator Arab >tersebut. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti ingin terjaminnya >keamanan Israel dan aliran minyak Arab ke Barat. Namun, Barat kini >berbondong-bondong mendukung revolusi Arab. > >Dulu, Barat juga sempat bermain mata dengan pemerintah pusat Khartoum, tetapi >belakangan mendukung kuat pemisahan Sudan Selatan dari Utara. (Musthafa Abd >Rahman dari Kairo, Mesir) > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
