saya berkali-kali menemukan anda itu enggak bisa baca...
apa memang malas atau memang karena tolol?

coba baca tanggapan saya dengan rezameutia yang sudah saya jelaskan dan
kemudian ditanggapi lagi sama rezameutia...

dalam waktu dekat saya akan meladeni anda sebagai orang tolol kalau dalam
dua tiga hari ini kemampuan anda tidak meningkat sama sekali...


2011/10/11 johny_indon <[email protected]>

> **
>
>
>
>
> nah, karena kefefet, si dapid mulai mengeluarkan jurus andalannya: ngibul
> se ngibul2nya.
>
> ngga ada itu yg namanya para pemilik npwp wajib bayar zakat.
> yg ada itu, waktu ngisi spt tahunan ada komponen zakat yg bisa
> jadi pengurang pembayaran pajak.
> jadi asalkan seseorang bisa membuktikan dia sudah
> membayar zakat melalui badan yg resmi maka dia bisa mencantumkan
> angkanya sebagai komponen pengurang pajak yg harus dia bayar.
> tapi faktanya sih hampir ngga ada muslim yg mau ngisi kolom
> zakat itu sebagai pengurang pembayaran pajak walaupun dia udah
> bayar zakat, kecuali muslim super pelit.
>
> satu lagi cara elu berdebat kusir.
> awalnya lu bilang konyol karena masalah sorga neraka.
> sekarang lu belokin soal konyol ini ke masalah kewajiban
> bayar zakat dalam pajak, yg ternyata cuman fitnahan elu belaka.
>
> lain kali kalo ngibul liat2 dulu pid.
> jadi malu terus2an kan elu?
>
>
> --- In [email protected], David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:
> >
> > ajeg sudah menyatakan sebagian yg mau saya sampaikan yaitu zakat itu
> sering
> > bermasalah, entah masalah pengelola, masalah penyaluran, masalah siapa
> > penerima, masalah apakah tepat disalurkan ke penerima itu, dsb.
> >
> > belum lagi belakangan ini zakat sudah merupakan kewajiban bagi para
> pemilik
> > npwp di beberapa daerah tertentu, padahal didaerah tsb tidak semuanya
> > beragama muslim. ini artinya ada tambahan masalah yaitu mewajibkan orang
> yg
> > tidak menerima konsep zakat. keharusan (kewajiban) zakat di dalam
> pembayaran
> > pajak menjadi sebuah kekonyolan.
> >
> > percaya atau tidak, saya beberapa kali mendapatkan telepon dari beberapa
> > kenalan di wilayah lain yang bertanya apakah mereka harus membayar zakat
> yg
> > diwajibkan dalam pajak. mereka bingung krn mereka bukan muslim, tapi mau
> > menolak juga itu sebuah kekonyolan lain karena hukumnya wajib.
> >
> > saya jawab saja: bayar saja apa yang diminta dari kamu.
> >
> > mereka mengerti apa filosofi yg saya sampaikan. tapi pada konsepnya
> mereka
> > tidak menerima konsep zakat. tidak menerima kewajiban yg merupakan
> hal-hal
> > keimanan/tafsiran.
> >
> > nah, coba lihat dari sisi yg saya sampaikan. sisi yg menunjukkan bahwa
> tidak
> > semua orang mau menjalankan ajaran agama meskipun itu ajaran agamanya
> > sendiri atau ajaran agama orang lain.
> >
> > urusan agama adalah urusan pribadi, tapi begitu dipaksakan menjadi wajib
> dan
> > tidak wajib, maka itu menjadi bukan pribadi tapi menjadi urusan
> organisasi.
> > agama itu menjadi konyol jika segala sesuatu diatur oleh organisasi. dan
> > kemudian organisasi itulah yang menjadi tuhan.
> >
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke