Assalamu'alaikum wr.wb.,
Lembang Alam
30. KEMBALI PULANG
Dengan menggunakan dua buah bus kami menuju ke Bandara
King Abdul Aziz dalam perjalanan menuju pulang ke
Jakarta. Hari baru jam setengah tiga siang. Fihak
penyelenggara ingin agar kami menyelesaikan proses
check in dan penimbangan barang bawaan yang dimasukkan
di bagasi secepatnya. Barangkali saja harus membayar
karena kelebihan berat dan agar bisa diproses
secepatnya. Itu alasannya antara lain kenapa kami
dibawa buru-buru berangkat meninggalkan hotel.
Padahal, di tiket pesawat tercantum jadwal
keberangkatan itu adalah jam sepuluh malam.
Di airport barang-barang yang mau dibagasikan diangkat
dengan gerobak besar. Saya ingin memasukkan jeriken
air zam-zam saya yang sepuluh liter ke bagasi. Oleh
petugas disuruh bungkus dulu dengan special plastic
wrap yang ada di airport itu. Saya segera
melakukannya, dan bayar delapan rial, lima rial harga
plastiknya dan tiga rial untuk ongkos mengelem. Air
zam-zam yang disediakan oleh penyelenggara, 5 liter
untuk setiap jamaah sudah di bungkus plastik sejak
terlihat oleh saya di Jeddah. Ternyata kemudian,
kelebihan berat barang yang jumlahnya seratus kilo
lebih untuk enam puluh orang jamaah dibebaskan oleh
Penerbangan Saudia.
Lama kami menunggu sebelum disuruh masuk ke dalam
ruangan tunggu sebelum pemeriksaan imigrasi. Sementara
duduk-duduk itu si Bungsu memotokan setiap anggota
rombongan dengan kameranya. Kami bersantai-santai
sambil ngobrol-ngobrol menunggu waktu. Airport ini
ramai dengan jamaah antara bangsa yang hilir mudik.
Jam empat kami masuk ke ruang tunggu. Setelah kami
itu, masuk pula jamaah dari kafilah lain yang
kelihatannya akan satu pesawat dengan kami. Sebelum
jam lima kami disuruh membuat barisan antri. Sampai
disini, terus terang tidak tahu siapa yang telah
menyuruh masuk ruangan, menyuruh antri ini. Antrian
itu tidak �ngapa-ngapain� meminjam istilah anak saya,
sampai azan maghrib berkumandang. Di depan sana kami
lihat ada petugas imigrasi Arab Saudi, tapi sekali
lagi tidak �ngapa-ngapain�. Begitu azan selesai saya
jadi kagok, mau shalat kami sedang dalam antrian,
disamping tempat ini tidak cukup bersih kelihatannya
untuk tempat shalat. Dan akhirnya memang saya tidak
segera shalat. Biarlah dijamak ta�khir saja. Dan loket
imigrasi itu baru dibuka sesudah para petugas itu
selesai shalat maghrib. Barulah jamaah ibu-ibu mulai
melalui counter imgrasi satu persatu. Perlu waktu satu
jam lebih sampai saya dapat giliran. Dan saya shalat
di seberang imigrasi itu, sendirian. Tadinya berharap
ada yang akan makmum kepada saya, ternyata tidak ada.
Beberapa calon penumpang pesawat ini shalat
sendiri-sendiri pula. Saya agak kecewa sesudah itu
karena di bagian dalam ruang tunggu, ada yang shalat
berjamaah karena tempatnya lebih longgar.
Kami menunggu lagi. Hampir jam sembilan malam baru
kami melalui gerbang terakhir sebelum naik bus yang
akan mengantar ke pesawat. Disini kepada kami
dibagikan oleh-oleh berupa mushaf al Quran dan paket
buku dari kementerian waqaf Saudi Arabia. Sesudah itu
kami naik ke pesawat. Jam sepuluh kurang pesawat itu
bergerak siap untuk tinggal landas. Jadi dari fihak
penerbangan tidak ada perubahan jadwal. Bahkan di
fihak imigrasi tadipun kelihatannya tidak ada
perubahan jadwal, memang jadwal membuka loket untuk
kami adalah sesudah waktu maghrib sekitar jam setengah
tujuh malam. Jadi mungkin fihak penyelenggara saja
yang khawatir berlebihan sehingga maunya datang
terlalu awal. Ya, mungkin ujian terakhir kesabaran
sebelum pulang.
Di pesawat sesudah makan malam saya berusaha untuk
tidur. Mungkin sudah sekitar jam setengah dua belas
malam waktu Makkah. Tidak nyenyak, hanya sebentar saya
sudah terbangun lagi. Saya menghitung-hitung kapan
waktu shalat subuh. Saya berkesimpulan, subuh sekitar
jam tujuh waktu Jakarta atau jam tiga waktu Makkah
yang kira-kira jam lima di posisi pesawat ketika itu.
Jam tiga waktu Makkah itu kami sudah separo jalan
penerbangan ke Jakarta. Dan sekaranglah waktunya.
Saya bangunkan anak-anak serta istri saya. Kami
bertayamum. Lalu shalat di �mushala� pesawat di
bagian belakang. Arah kiblat selalu di tampilkan di
layar monitor, yaitu persis arah ke belakang pesawat.
Ada satu bapak-bapak anggota jamaah ikut shalat
bersama kami. Tidak lama sesudah kami shalat sudah
muncul cahaya siang.
Jam sebelas siang kami mendarat dengan selamat di
Bandara Sukarno-Hatta. Alhamdulillah. Hari ini hari
Kamis. Tepat dua puluh dua hari sejak kami berangkat.
Kami lalui pemeriksaan imigrasi dengan mudah dan
setelah itu langsung menuju tempat mengambil bagasi.
Tidak terlalu lama menunggu. Alhamdulillah, semua
barang-barang kami sudah kami dapatkan. Kecuali
jeriken zam-zam. Kok belum muncul-muncul juga
sedangkan ban berjalan sudah berputar berkali-kali. Si
Bungsu penasaran, dan mulai celingak-celinguk.
Ternyata jeriken zam-zam bertuliskan nama kakeknya
sudah berada di troli barang jamaah lain. Si Bungsu
langsung menyapa bapak-bapak yang punya barang itu
seramah mungkin. �Maaf pak, ini air zam-zam saya,�
katanya. Kata bapak-bapak itu, �Oh tidak ini punya
saya.� Kata si Bungsu lagi, �tapi maaf pak, ini ada
nama saya di jerikennya.� Si bapak itu melihat dan
baru sadar. �Oh iya, ya. Maaf deh kalau gitu.� Si
Bungsu senang lalu mengambil jeriken zam-zam itu.
Kami melangkah keluar sesudah berpamitan dengan
jamaah-jamaah yang lain. Saya menyewa dua buah taksi
pesanan di counter taksi. Saya berdua dengan si Bungsu
di satu taksi, istri saya dengan dua kakaknya di taksi
yang satunya lagi. Sopir taksi kami ternyata tukang
cerita. Ceritanya ke barat ke timur. Rupanya banyak
juga pengalamannya. Saya mendengar ceritanya sambil
terkantuk-kantuk. Entah bagaimana dia sampai
memperlihatkan isi dompetnya yang ada beberapa lembar
uang asing seperti yen Jepang, dolar Singapura dan
uang kertas lainnya. Untuk menambah koleksinya saya
berikan dua lembar uang satu rial, kembalian ongkos
me-lem plastik jeriken kemarin. Dia senang sekali dan
tertawa terbahak-bahak.
Jam satu kami sampai di rumah dengan selamat.
Alhamdulillahirabbil�alamiin. Setelah menaruh
barang-barang, saya ajak anak-anak untuk pergi sujud
syukur sekaligus shalat zuhur ke mesjid. Istri saya
tidak ikut karena untuk shalat dia harus berganti baju
dulu. Tuntaslah perjalanan kami setuntas-tuntasnya.
****
=====
St. Lembang Alam
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
http://taxes.yahoo.com/filing.html
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________