Assalamu'alaikum wr.wb.,
     
Lembang Alam

26.     HARI-HARI TERAKHIR DI MAKKAH

Demikianlah waktu. Berjalan mengalir tak terbendung.
Sedetik itu cepat. Sejam itu cepat. Sehari itu cepat.
Hari kedua, ketiga, keempat dan seterusnya tetap
mengalir tak terbendung. Hari Senin tanggal 9
Februari. Hanya sekedar menunjukkan bahwa dia sehari
lebih awal dari tanggal 10. Yang sehari lebih awal
pula dari tanggal 11. Begitu seterusnya. Dan tadi
subuh, sesudah shalat subuh di mesjid, saya
hemat-hemat mengaji. Saya berhenti di tengah juz amma.
Yang akan saya tamatkan di hotel pagi ini. 

Dan di hotel, setelah akhirnya menamakan tadarus, saya
melamun. Menghitung hari ke belakang. Baru kemarin
kita  berangkat dari Jakarta. Baru kemarin kita shalat
di mesjid Nabawi. Baru kemarin kita bertolak ke
Aziziah, berangkat ke Mina, wukuf di Arafah, baru
kemarin. Baru kemarin kita thawaf ifadha, melontar
jumrah. Baru kemarin kita pindah ke hotel ini. Dan
sekarang adalah kemarinnya besok, sementara besok akan
jadi kemarinnya lusa.  Sudah sembilan belas hari kami
berada di Haramain, sejak berangkat hari Kamis tanggal
22 Januari yang lalu, yang baru kemarin saja itu.
Berkumpul dengan berjuta umat Allah yang datang
memenuhi panggilanNya kesini. Tapi disini setiap
�kami� lebih banyak bersunyi diri di tengah sangat
ramainya berjuta-juta umat itu. Bukan karena ego.
Bukan karena tidak perduli. Bukan karena tinggi hati
lalu tidak saling bertegor sapa.  Tapi setiap �kami�
sibuk dengan zikir dan doa sunyi di dalam hati dan
tidak ingin saling mengganggu ke kanan dan ke kiri.
Wajah-wajah kami, yang meskipun tidak terlihat ramah,
mungkin karena sembab oleh air mata, atau haru dalam
mengingat dosa, paling tidak tidak ada satupun yang
beringas, yang penuh dendam kesumat membara. Tafakur,
zikir, doa telah menyibukkan setiap kami dari
bercengkerama ke kanan dan ke kiri. Kadang-kadang saya
berada di sebelah orang dari Afrika. Kali lain di
sebelah jamaah dari India. Berikutnya dari Malaysia,
dari Sri Langka, Afghanistan, Turki, Tunisia. Pokoknya
darimana saja. Hampir tidak pernah kami bercakap-cakap
satu sama lain. Karena di kiri dan kanan tidak ada
pula yang berlaku demikian. 

Dan kesunyian itulah yang membekas. Kesunyian dalam
persaudaraan seiman. Kesunyian dalam penghormatan
wajar yang satu terhadap yang lain yang cukup
dicerminkan oleh wajah yang tafakur bersahabat meski
saling membisu. Dan...... masa kebersamaan itu sedang
menjelang berakhir. Kemarin sudah kami tinggalkan
mesjid Nabawi. Sudah kami tinggalkan Raudhah dan makam
Rasulullah SAW. Kemarin sudah kami tinggalkan Mina.
Dan besok, yang akan jadi kemarinnya lusa, akan kami
tinggalkan pula tanah suci ini.  

Waktu siangnya pergi shalat zuhur serasa ingin saya
menahan-nahan langkah, ingin menikmati langkah demi
langkah yang saya langkahkan ke mesjid. Serasa ingin
saya menyalami setiap jamaah di mesjid ini, semua
saudara seiman ini. Rasanya ingin saya duduk
seketat-ketatnya di lantai mesjid mulia ini. Tapi
tentulah keinginan seperti itu tidak mungkin
dilaksanakan. Yang dapat saya lakukan hanyalah
menatap. Menatap ka�bah yang berdiri kokoh, menatap
jamaah yang berthawaf, menatap jamaah di kiri dan
kanan yang lagi-lagi dalam wajah pasrah. Yang dapat
saya lakukan adalah mendengarkan setiap penggalan
panggilan azan. Memanggil jauh kedalam relung hati.
Mendengarkan komando iqamat, patah demi patah. Qadqaa
matishshalaatu qadqaa matishshalaaah. Allaahu Akbar
Allaahu Akbar. Laailaha illaLlaaaah. Mendengarkan
komando imam dalam takbir. Allaahu Akbar!

Sehabis makan siang ada pengumuman dan penjelasan dari
penyelenggara  mengenai tertib melaksanakan thawaf
wada� besok. Thawaf wada� bisa dilakukan langsung
sesudah subuh, dengan catatan sesudah itu tidak
kembali lagi ke Masjidil Haram. Jadi shalat zuhurnya
di hotel saja. Atau bagi yang tetap masih ingin shalat
zuhur di mesjid, bisa juga dilaksanakan menjelang
shalat zuhur, lalu tidak keluar dari mesjid sampai
selesai shalat. Saya setuju sekali dengan cara yang
kedua ini. Saya masih ingin shalat berjamaah di mesjid
ini sampai yang terakhir kali sebelum berangkat.
Rencananya kami akan meninggalkan hotel di Makkah  ini
sekitar jam dua siang besok. 

Saya tunaikan pula shalat ashar dengan segala
kesyahduannya. Dan sehabis maghrib saya ajak si Sulung
dan si Tengah melakukan thawaf. Kami lakukan thawaf di
lantai dua. Hanya kami bertiga. Karena istri saya
tidak kuat kakinya. Dan si Bungsu masih dalam
harap-harap cemas penantian, akankah dia bisa thawaf
wada� besok. Si Sulung yang sudah sangat normal
keadaannya malahan paling kuat tatkala kami berjalan
sangat tergesa-gesa dalam setiap putaran. Putaran yang
saya hitung mula-mula memerlukan waktu sembilan menit
menyelesaikannya. Tapi pada putaran berikut ada yang
selesai dalam tujuh menit. Yang total jendral kami
selesaikan ketujuh putaran itu dalam lima puluh enam
menit . Tentu bukan kecepatan itu yang jadi target
kami, tapi agar thawaf itu bisa selesai menjelang azan
isya berkumandang. 

Shalat isya dengan bacaan imam yang begitu menyentuh
dalam shalat yang sedang-sedang saja kecepatannya.
Yang sedang-sedang saja panjang ayatnya. Yang semua
surah bahkan yang paling pendekpun dibaca oleh imam
yang pasti hafadz al Quran itu pada saat shalat
maghrib. Pada shalat isya bahkan surah al ghaasyiyah
yang dua puluh enam ayat pendek-pendek itu dibagi dua
untuk rakaat pertama dan kedua.  Afalaa yanzhuruuna
ilal ibilikaifa khuliqat.  Wa ilassama ikaifa 
rufi�at.. Wa ilal jibaalikaifa nushibat. Wa ilal
ardhikaifa  suthihat . Fatzakkir! Innamaa anta
mutzakkir. (Apakah mereka tidak memperhatikan onta
bagaimana dia diciptakan? Dan langit bagaimana dia
ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana dia
ditegakkan? Dan bumi bagaimana dia dihamparkan?  Maka
peringatkanlah! Sesungguhnya engkau hanyalah pemberi
peringatan.)  

Dan saat berpisah itu semakin mendekat.

                        ****


=====

St. Lembang Alam



__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
http://taxes.yahoo.com/filing.html
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke