Assalamu'alaikum wr.wb.,

Lembang Alam

19. MINA        

Mina adalah tempat dimana jamaah haji wajib mabit atau
menginap minimum dua malam. Pada siang harinya, paling
kurang tiga hari berturut-turut jamaah melontar
jumrah, kegiatan lain dalam rangkaian ibadah haji.
Tempat itu terletak di lembah antara dua bukit batu
yang memanjang. Lembah yang relatif sempit itu saja,
tentu tidak cukup untuk menampung dua setengah juta
jamaah haji. Ada hadits Rasulullah SAW  yang
mengatakan bahwa Mina itu seperti perut ibu, yang
artinya bisa menggelembung atau bertambah besar.  Para
ulama menafsirkan bahwa Mina yang sempit itu �bisa�
diperluas ke belakang bukit. Dan disanalah sebagian
besar jamaah haji mabit pada hari-hari tasyrik. 

Bukit-bukit batu yang mengapit Mina dalam ilmu geologi
disebut  �batholith�, tubuh intrusi batuan beku yang
menjulang tinggi ke udara. Batuan masif dari jenis
diorit, bertekstur kasar sehingga butir-butiran
mineralnya dapat terlihat  jelas bila batu itu
disayat. Mineral-mineralnya berwarna pucat kemerahan
sampai berwarna agak gelap. Batuan yang lebih asam
dari diorit (berwarna lebih terang, banyak mengandung
silika atau kwarsa), tapi bertekstur sama kasarnya,
adalah batu granit yang kalau sudah dipoles rapi
biasanya dijadikan lantai di rumah-rumah mewah.  Jika
teksturnya lebih halus tapi kandungan mineralnya sama,
batuan itu disebut andesit. Kita lebih mengenal yang
terakhir ini sebagai batu kali yang biasa digunakan
untuk fondasi rumah.  

Bukit-bukit batu yang kita lihat di Makkah maupun di
Madinah umumnya terdiri dari jenis batuan diorit dan
granit ini. Ornamen batu di mesjid Nabawi bagian
belakang yang baru dibangun sesudah tahun 90an
menggunakan bongkahan-bongkahan granit/diorit yang
disayat halus dan dipoles. Saya pernah menonton
tayangan tv beberapa tahun yang lalu tentang industri
pemotongan dan pemolesan batu tersebut disuatu tempat
di Arab Saudi. 

Baik granit maupun diorit mempunyai kekerasan sekitar
lima sampai enam pada skala Mohs, suatu sistim skala
kekerasan yang menempatkan kapur tulis yang rapuh itu
pada skala satu dan intan pada skala sepuluh. Artinya
dengan menggunakan �pisau� atau alat potong intan atau
tungstein yang lebih keras lagi maka batuan itu dapat
dibentuk suka-suka. 

Karena sangat kaya dengan hasil penjualan minyak,
sebagai penghasil serta pengekspor minyak terbesar di
dunia (ekspornya pernah mencapai 10 juta barrel
sehari),  Kerajaan Arab Saudi mampu membuat dan
membeli apa saja dengan uangnya yang banyak itu.
Pemerintah negeri itu membuat dan melengkapi berbagai
prasarana untuk  memudahkan tamu-tamu Allah yang
datang berhaji setiap tahun. Tentu saja sarana dan
fasilitas itu tidak sekali buat seluruhnya tapi mereka
tambah dan tingkatkan dari tahun ke tahun. Diantara
sarana-sarana yang dibuat itu adalah
terowongan-terowongan yang menembus bukit-bukit di
Makkah sampai ke Mina untuk memudahkan jamaah berlalu
lalang di antara kedua tempat itu pada saat
melaksanakan ibadah haji. Bukit batu tadi ditembus
bagai menembus gundukan pasir di pantai saja. Dan
terowongan-terowongan itu memang banyak sekali
manfaatnya bagi jamaah haji. Tatkala salah satu
terowongan di Mina menimbulkan kecelakaan di tahun 90
karena satu terowongan digunakan untuk dua arah pergi
dan pulang, maka tahun-tahun berikutnya terowongan itu
dibuat kembarannya. Satu  untuk yang pergi, satu untuk
yang pulang dari arah tempat melontar. Begitu pula di
Makkah  banyak sekali dibuat terowongan. 

                         ****

Jamaah haji yang pergi melontar jumrah berlanjut
sampai malam hari. Sampai jam delapan malam jumlahnya
tetap saja ramai. Gelombang manusia yang bagai tidak
habis-habisnya itu datang dan pergi dari dan ke bagian
Mina di sebelah bukit batu, melalui terowongan Mina. 
Malam itu saya berdiri lagi ke gerbang tenda ditemani
anak-anak  menunggu adik istri saya yang juga berhaji
dengan suaminya. Kami sudah berkomunikasi melalui HP
sejak kami berada di Madinah, tapi insya Allah baru
malam ini akan bertemu disini, di Mina. Pada saat
mereka kembali dari melontar. Kepadanya telah
dijelaskan dimana posisi tenda kami berikut
tanda-tanda untuk menemukannya. Dan tanda yang paling
bagus adalah kami sendiri berdiri di depan menunggu
mereka.

Lautan manusia mengalir tak putus-putus. Saya
memandangi mereka yang berlalu itu dengan perasaan
yang entah bagaimana. Melihat pemandangan seperti ini
di malam hari menjadikan haru yang dalam pula di hati
saya. Terngiang-ngiang, Labbaika Allahumma labbaik.
Kami datang memenuhi panggilan Mu ya Allah. Kami
datang beribadah kepadaMu ya Allah. Ke tempat yang
jauh ini. Ke lembah yang sehari-harinya sunyi ini.
Kami datang memenuhi perintah Mu. Kami taat dan patuh
kepada Mu ya Allah. Ya Allah saksikan ketulusan hati
kami ini. Ya Allah terimalah amal ibadah kami ini. Ya
Allah peliharalah kami, lindungilah kami, maafkanlah
kami. Dalam perasaan saya seperti itulah kira-kira doa
setiap manusia yang berlalu ini. Saling berdoa untuk
kebaikan semua. Dan saya menggumam doa itu dalam hati.
Dengan airmata bercucuran memandangi mereka,
saudara-saudara seiman dari segala bangsa.

Berkali-kali saya menyeka airmata dengan kain sorban
yang terlilit di leher saya. Sambil memandang dan
mencari-cari adik ipar dan suaminya. Tiba-tiba dari
kejauhan tampak lambaian tangan. Tak pelak lagi itu
adalah mereka. Dengan langkah seirama dengan jamaah
yang banyak. Makin mendekat ke arah kami. Anak-anak
menyambut �etek� mereka itu dengan sukacita. Mereka
berpeluk-pelukan. Kami masuk ke tenda untuk beramah
tamah. Bercerita pengalaman-pengalaman yang kami
alami.  Suami adik ipar bercerita bahwa dia nyaris
ikut terkorban pagi kemarin seandainya tidak di tolong
oleh seorang jamaah dari Afrika yang membimbingnya
keluar dari kerumunan manusia dalam keadaan lemas.
Saya koreksi, kamu ditolong Allah dengan tangan jamaah
dari Afrika itu.

Kami berbincang-bincang agak lama. Sampai akhirnya
mereka mohon pamit untuk kembali ke tenda mereka. Kami
antarkan mereka ke gerbang. Dan kami lihat mereka
tenggelam ke dalam lautan manusia, yang hanya sedikit
berkurang pada jam sepuluh malam ini. Menuju ke tenda
mereka sekitar dua kilometer dari tempat kami. Mereka
akan melalui terowongan Mina.

                        ****


=====

St. Lembang Alam



__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam
http://mail.yahoo.com
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke