Assalamualaikum Wr, wb Waduh bingung juga menanggapi e-mail sanak Ahmad Ridha abis kepanjangan, dan mengutip begitu banyak sumber.
Setelah membaca semua yang sanak tulis, anda di sana menggambarkan ada 2 hal dari ciri khas demokrasi yang berlawanan dengan Islam yaitu : 1. Kekuasaan Mayoritas Mayoritas yang dimaksud dengan demokrasi adalah individu terbanyak yang ada dalam suatu system kita. Adalah kurang tepat jika anda menggambarkan keburukan mayoritas dengan ayat 2 (QS Al-Baqarah 2:243) dan (QS Al-Maa-idah 5:49) kebanyakan manusia yang digambarkan dalam kedua surat ini adalah kebanyakan dari seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini dalam arti hanya ada 1 sistem/kelompok yaitu kelompok dari seluruh manusia, sementara kebanyakan kebanyakan (mayoritas) dari pengertian konsep demokrasi seperti yang anda tulisankan adalah kebanyakan (mayoritas) dari sebuah sistem (negara/kelompok) yang jumlah sistem/kelompok sangat banyak di muka bumi dari jumlah negara aja hampir 200 negara belum kalau kita liat dari komunitas yang lebih kecil. Artinya kata mayoritas dalam demokrasi akan berlaku, pada kelompok kecil. Sebuah contoh, pada pencarian calon presiden kemaren PKS mengadakan pemilihan dengan mengajukan beberapa calon, yang hasilnya kita tahu Hidayat Nur Wahid mendapat sekian suara, Amien rais sekian suara, Wiranto, dst. Kalau saja saat ini PKS mendapat lebih dari 20 % suara pada PEMILU, tentu ia akan maju ke pemilihan presiden dengan memajukan HNW. Pada proses ini realy PKS telah menjalankan satu hal proses demokrasi yaitu pemungutan suara, dan pemenang-nya adalah HNW yang mendapat suara terbanyak. Pada kasus ini beranikah sanak mengatakan bahwa orang yang memilih HNW adalah "kebanyakan manusia" seperti yang di tuliskan di ayat di atas. Begitu juga dengan argumen sanak berikutnya seperti mengambil keputusan berdasarkan suara mayoritas, yang terjadi sebenarnya bukan pertentangan antara demokrasi suara mayoritas dengan 3 ayat yang sanak sebutkan (QS Al-Maa-idah 5:44; 5:45; 5:47), sebab hal ini adalah 2 hal yang berbeda, ketiga surat itu adalah hal yang mungkin menjadi salah satu opsi saat mengambil keputusan, jadi mungkin ada opsi lain-nya, sementara keputusan mayoritas adalah pemenang dari opsi2 tersebut, dengan kata lain bisa saja yang menjadi mayoritas adalah orang atau aturan yang bukan dimaksud dari ayat itu dengan kata lain, bisa saja suara mayoritas itu adalah orang2 yang mengikuti jalan seperti yang sudah diturunkan Allah. 2. Kesamaan hak suara dalam mengambil keputusan Esensi dari demokrasi sendiri memang semua individu mempunyai hak yang sama dalam komunitas, tapi dalam implementasi-nya tetap saja ada orang yang kehilangan hak (dan atau belum mempunyai hak) dalam komunitas tersebut dan ini terjadi dalam semua sistem yang kita kenal (seperti yang juga sudah sanak sebutkan). Kalau kemudian sanak menyatakan tentang demokrasi tidak membedakan orang yang beriman dan tidak beriman, yang taat dengan yang fasik, yang berilmu dengan yang bodoh, ketiga faktor itu bukan ciri demokrasi, tapi ukuran yang dipakai oleh sistem yang sanak maksud, bisa saja di sistem lain mereka memakai ke 3 faktor tersebut, sehingga nanti di sistem itu yang kehilangan haknya adalah orang2 yang tidak beriman, fasik dan bodoh, atau salah satu-nya kita tidak tahu, karena begitu banyak sistem yang menggunakan proses demokrasi dan atau menyalahgunakannya Jadi pada dasarnya demokrasi itu ada di dalam Islam contoh konkritnya saat kita memilih sesorang untuk menjadi pemimpin kita ketika berjalan 3 orang atau lebih (sanak tentu lebih tau dari saya tentang hal ini). Yang jadi masalah kemudian ada orang kemudian yang menyalahgunakan demokrasi itu sendiri (dalam arti orang yang dipilih mengkhianati komunitas yang memilih-nya) Ini biasanya terjadi karena orang2 yang tidak berilmu (orang yang matanya tertutup) dan diperparah dengan orang yang berilmu tapi tidak bisa melihat kebenaran ilmunya (matanya terbuka tapi tidak melihat), dan seperti yang sanak sampaikan kiamat telah mendekati komunitas itu. Kayaknya gak enak kita analogikan demokrasi dengan khamar, saya lebih suka dengan menganalogikannya dengan pedang, ditangan nabi jadilah dia pembela diri dari serangan kaum kafir, di tangan abu jahal jadilah dia pembunuh kaum muslim wassalam Yanto Piboda --- In [EMAIL PROTECTED], "Ahmad Ridha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bismilahirrahmanirrahim, > > Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > .....Cut.... > > ____________________________________________________ > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: > http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net > ____________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
