MINANG disana ,KABAU disini�.

Ketika aku masih SD-SMP, di P.Siantar, aku sangat malu
sekali kalau ditanya orang dari suku mana.aku selalu
mengatakan Indonesia asli.Tidak berani aku mengatakan
orang MInang,mengapa???Yah�pada saat itu di Medan
watak Minang terkesan Pelit, "Padang Badangkik"..kecek
orang Medan, jadi betapa tidak enak kalau kita ngaku
dari Minang dan diketahui aku ini orang Minang.
    Ketika sekolah di Pesantren DINIYYAH PUTERI PP,aku
dan beberapa teman yang lain dari berbagai daerah
diluar Minang, juga bersikap apriori teman teman2 kami
yang asli Minang, kenapa itu kami sangat membenci
orang Minang tsb? Pertama mereka sangat
sombong,pemalas,dan juga sangat pelit,sehingga saking
pelitnya pernah ada pengalaman menarik untuk
diceritakan ketika itu bahwa sambalpun dimasukkan
kedalam almari yang berisi pakaian, sehingga pada
suatu kali ada beberapa orang temanku yang berasal
dari Sulawesi dan Riau menggoyang2 lemari pakaian yang
berisi sambal , maka bercampur aduklah pakaian dengan
sambal lado, betapa marah sang pemilik almari,
mendapati lemarinya terbalik, saat ia baru pulang dari
tabek (bahasa kerennya kamar mandi). tetapi memang
mulai saat itu ia ngak pernah lagi pelit.
     Masih di Diniyyah Putri juga ada cerita dari
beberapa orang temanku, begitupun dari majalah
"Kartini "yang kubaca saat itu mengatakan"Jangan mau
kawin sama orang Minang!!"begitulah kira2 yang
tertulis besar salah satu halaman majalah tsb. Dan
menurut teman2ku yang diperkuat oleh isi majalah tsb,
dgn mengemukakan beberapa dalih2 yang cukup
kuat.Pertama katanya lelaki MInang itu tidak mendapat
warisan dari ortunya, kedua,lelaki Minang itu harus
bertanggung jawab terhadap keponakannya meskipun sudah
kawin, lelaki Minang itu Suka beristeri banyak
meskipun sudah kakek2, dan cerewet (parlente) dalam 
masakan (Wow�..betapa kecutnya hatiku saat itu,
sehingga aku mikir2 juga mau kawin sama lelaki
Minang,meskipun aku sendiri asli darah Minang).
Demikian juga ceritanya, ketika saya pertama sampai di
Negara Cleopatra (Mesir) saya disambut dan berteman
dengan sesame kawan-kawan putri dari Minang di samping
juga berteman akrab dengan orang luar Minang, bahkan
juga dari Thailand dan Malaysia. Tapi ketika itu oleh
teman-teman putri yang dari Minang saya dingatkan
supaya tidak kecantol sama lelaki dari Minang karena
alasan  di atas juga, tapi ku piker yang namanya jodoh
itu adalah urusan Allah Ta'ala, kalau kita
dipertemukan dengan orang yang tidak kita sukai hanya
karena alasan primordial (bukan alasan yang prinsipil,
yang penting bagiku adalah pribadinya) kita mau apa
pikirku, yang ternyata aku sendiri malah akhirnya
kembali ke Minang dan menjadi istri orang Minang juga.

     Begitupun kembali ke Diniyyah, guruku pernah
mengatakan padaku bahwa aku ini orang MInang
kabau,yang MInangnya lari entah kemana, yang tinggal
hanay kabaunya saja lagi yang masih mlekat pada
diriku, mengapa mereka berkata begitu padaku? Pertama,
karena Bahasa Minang aku tidak pandai, meskipun aku
mengerti dgn lawan bicaraku, kedua watakku ada sedikit
watak kerbau, tenaga kuat, tetapi pemalas, suka tidur
dalam kelas, tetapi kalau ditanya dapat menjawab,
ketimbang mereka yang matanya melek, serta suka
didorong2 dulu baru bergerak, persis seperti kerbau
kata mereka (sialan pikirku,memangnya gue ini
kerbau,apa..??)
      Disaat pertama sekali aku menginjakkan kaki
dibumi persada MInang kabau,aku dan ibuku datang ke
kampung asal ibuku yaitu Kamang hilir,kemudian ibuku
bertemu nenek2 disana dan disapa," Kau Kileh�(nama
panggilan ibuku ikhlasiah dikampung, tetapi dasar
orang MInang sukanya mempersingkat nama ibuku di
panggil KILEH saja) aa kaba kau, lah lamo indak pulang
kampuang�?"iyo mak sibuak..dek anak banyak, jawek
ibuku "lalu Tanya nenek itu lagi,"iko anak kau
kileh�..?maksudnya aku."iyo mak."jawab ibuku
lagi."ONDE�SANTIANGNO ANAK KAU KILEH" saat mendengar
kata2 "SANTIANG" MERAH PADAM WAJAHKU.Sialan ini nenek
"ORANG WARAS KOK DIBILANG SINTING! EMANGNYA AKU INI
ADA TAMPANG ORANG GILA APA? akhirnya kamipun berjalan
lagi menuju Rumh gadang kutanya pada ibuku "ma..masak
aku dibilang sinting sama nenek itu
tadi,"akhirnya,ibuku tertawa dan beliau bilang
santiang itu bukan sinting tapi
bagus..!oh�Alhamdulillah pikirku.
       Kemudian sesampai dirumah gadang tsb,kami
sekeluarga berkumpul ,dan bercerita sehingga ada
cerita 2 yang lucu akupun tak dapat menahan
tawaku,karena memang akau suka tertawa bila lihat
sesuatu yang lucu,karena aku ini wanita normal.Nah
disaat aku ini tertawa2 aku mendengar seorang
kakek(inyiakku)mengataka pada ibuku."ONDEH�RUPONO ANAK
SIKILEH KO,PANGGALAK BANA YO..!AH�PIKIRKU DGN MATA
TERBELALAK kok baitu bana inyiak ko,orang baru datang
kok di bilang"GALAK"apa ada tampang orang jahat aku
ini ?aku bertanya dalam hati,atau aku ngak sopan
kali,sehingga aku dikatakan panggalak begitu.hal ini
kupendam terus sampai ketika aku sudah masuk sekolah
di Diniyyah aku baru tahu ternyata yang dimaksudkan
inyiak itu adalah, aku ini orangnya suka tertawa
bukannya orang yang galak atau jahat.
   Sebenarnya banyak sekali ceritaku ttg pengalamanku
bersama MInang   dan Kabau�ini,tetapi kucukupkan
sampai disini dulu,wassalam�.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send your FREE holiday greetings online!
http://greetings.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke