Ass.wr.wb Sorry, saya dulu kuliah di jurusan Mesin. Univesritas Indonesia, satu angkatan 10% berasal dari minang asli(sumatera tengah), rajin-rajin dan fighter semua.yang paling tinggi IP nya juga urang awak. Jadi kesimpulan nya anda bergaul dimana?
Pelit?, kita lihat dari sudut lain, urang Awak itu babudaya dependent, mikir bukan untuk hari ini, bukan dapat hari ini, habis hari ini. Maka nya ketika kantor saya dulu pailit, yang bukan minang strees berat, mau jadi apa nih. Tau nggak anda di Bukittinggi non pribumi tidak berkembang? saya pikir pelit ini tidak perlu dicemaskan karena nanti akan tergeser sendiri. Ok. --- rahim rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > MINANG disana ,KABAU disini�. > > Ketika aku masih SD-SMP, di P.Siantar, aku sangat > malu > sekali kalau ditanya orang dari suku mana.aku selalu > mengatakan Indonesia asli.Tidak berani aku > mengatakan > orang MInang,mengapa???Yah�pada saat itu di Medan > watak Minang terkesan Pelit, "Padang > Badangkik"..kecek > orang Medan, jadi betapa tidak enak kalau kita ngaku > dari Minang dan diketahui aku ini orang Minang. > Ketika sekolah di Pesantren DINIYYAH PUTERI > PP,aku > dan beberapa teman yang lain dari berbagai daerah > diluar Minang, juga bersikap apriori teman teman2 > kami > yang asli Minang, kenapa itu kami sangat membenci > orang Minang tsb? Pertama mereka sangat > sombong,pemalas,dan juga sangat pelit,sehingga > saking > pelitnya pernah ada pengalaman menarik untuk > diceritakan ketika itu bahwa sambalpun dimasukkan > kedalam almari yang berisi pakaian, sehingga pada > suatu kali ada beberapa orang temanku yang berasal > dari Sulawesi dan Riau menggoyang2 lemari pakaian > yang > berisi sambal , maka bercampur aduklah pakaian > dengan > sambal lado, betapa marah sang pemilik almari, > mendapati lemarinya terbalik, saat ia baru pulang > dari > tabek (bahasa kerennya kamar mandi). tetapi memang > mulai saat itu ia ngak pernah lagi pelit. > Masih di Diniyyah Putri juga ada cerita dari > beberapa orang temanku, begitupun dari majalah > "Kartini "yang kubaca saat itu mengatakan"Jangan mau > kawin sama orang Minang!!"begitulah kira2 yang > tertulis besar salah satu halaman majalah tsb. Dan > menurut teman2ku yang diperkuat oleh isi majalah > tsb, > dgn mengemukakan beberapa dalih2 yang cukup > kuat.Pertama katanya lelaki MInang itu tidak > mendapat > warisan dari ortunya, kedua,lelaki Minang itu harus > bertanggung jawab terhadap keponakannya meskipun > sudah > kawin, lelaki Minang itu Suka beristeri banyak > meskipun sudah kakek2, dan cerewet (parlente) dalam > masakan (Wow�..betapa kecutnya hatiku saat itu, > sehingga aku mikir2 juga mau kawin sama lelaki > Minang,meskipun aku sendiri asli darah Minang). > Demikian juga ceritanya, ketika saya pertama sampai > di > Negara Cleopatra (Mesir) saya disambut dan berteman > dengan sesame kawan-kawan putri dari Minang di > samping > juga berteman akrab dengan orang luar Minang, bahkan > juga dari Thailand dan Malaysia. Tapi ketika itu > oleh > teman-teman putri yang dari Minang saya dingatkan > supaya tidak kecantol sama lelaki dari Minang karena > alasan di atas juga, tapi ku piker yang namanya > jodoh > itu adalah urusan Allah Ta'ala, kalau kita > dipertemukan dengan orang yang tidak kita sukai > hanya > karena alasan primordial (bukan alasan yang > prinsipil, > yang penting bagiku adalah pribadinya) kita mau apa > pikirku, yang ternyata aku sendiri malah akhirnya > kembali ke Minang dan menjadi istri orang Minang > juga. > > Begitupun kembali ke Diniyyah, guruku pernah > mengatakan padaku bahwa aku ini orang MInang > kabau,yang MInangnya lari entah kemana, yang tinggal > hanay kabaunya saja lagi yang masih mlekat pada > diriku, mengapa mereka berkata begitu padaku? > Pertama, > karena Bahasa Minang aku tidak pandai, meskipun aku > mengerti dgn lawan bicaraku, kedua watakku ada > sedikit > watak kerbau, tenaga kuat, tetapi pemalas, suka > tidur > dalam kelas, tetapi kalau ditanya dapat menjawab, > ketimbang mereka yang matanya melek, serta suka > didorong2 dulu baru bergerak, persis seperti kerbau > kata mereka (sialan pikirku,memangnya gue ini > kerbau,apa..??) > Disaat pertama sekali aku menginjakkan kaki > dibumi persada MInang kabau,aku dan ibuku datang ke > kampung asal ibuku yaitu Kamang hilir,kemudian ibuku > bertemu nenek2 disana dan disapa," Kau Kileh�(nama > panggilan ibuku ikhlasiah dikampung, tetapi dasar > orang MInang sukanya mempersingkat nama ibuku di > panggil KILEH saja) aa kaba kau, lah lamo indak > pulang > kampuang�?"iyo mak sibuak..dek anak banyak, jawek > ibuku "lalu Tanya nenek itu lagi,"iko anak kau > kileh�..?maksudnya aku."iyo mak."jawab ibuku > lagi."ONDE�SANTIANGNO ANAK KAU KILEH" saat mendengar > kata2 "SANTIANG" MERAH PADAM WAJAHKU.Sialan ini > nenek > "ORANG WARAS KOK DIBILANG SINTING! EMANGNYA AKU INI > ADA TAMPANG ORANG GILA APA? akhirnya kamipun > berjalan > lagi menuju Rumh gadang kutanya pada ibuku > "ma..masak > aku dibilang sinting sama nenek itu > tadi,"akhirnya,ibuku tertawa dan beliau bilang > santiang itu bukan sinting tapi > bagus..!oh�Alhamdulillah pikirku. > Kemudian sesampai dirumah gadang tsb,kami > sekeluarga berkumpul ,dan bercerita sehingga ada > cerita 2 yang lucu akupun tak dapat menahan > tawaku,karena memang akau suka tertawa bila lihat > sesuatu yang lucu,karena aku ini wanita normal.Nah > disaat aku ini tertawa2 aku mendengar seorang > kakek(inyiakku)mengataka pada ibuku."ONDEH�RUPONO > ANAK > SIKILEH KO,PANGGALAK BANA YO..!AH�PIKIRKU DGN MATA > TERBELALAK kok baitu bana inyiak ko,orang baru > datang > kok di bilang"GALAK"apa ada tampang orang jahat aku > ini ?aku bertanya dalam hati,atau aku ngak sopan > kali,sehingga aku dikatakan panggalak begitu.hal ini > kupendam terus sampai ketika aku sudah masuk sekolah > di Diniyyah aku baru tahu ternyata yang dimaksudkan > inyiak itu adalah, aku ini orangnya suka tertawa > bukannya orang yang galak atau jahat. > Sebenarnya banyak sekali ceritaku ttg > pengalamanku > bersama MInang dan Kabau�ini,tetapi kucukupkan > sampai disini dulu,wassalam�. > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Send your FREE holiday greetings online! > http://greetings.yahoo.com > > RantauNet http://www.rantaunet.com > > Isikan data keanggotaan anda di > http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing > List di > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > > ATAU Kirimkan email > Ke/To: [EMAIL PROTECTED] > Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: > -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] > -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] > Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda > tanpa tanda kurung > =============================================== __________________________________________________ Do You Yahoo!? Send your FREE holiday greetings online! http://greetings.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

